Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu… Ratusan Anggota Polda Kalsel Naik Pangkat, Irjen Rikwanto Beri Wanti-wanti

Tagihan DM Turun, PDAM Bandarmasih Tekor Selama Pandemi

- Apahabar.com     Selasa, 5 Mei 2020 - 16:17 WITA

Tagihan DM Turun, PDAM Bandarmasih Tekor Selama Pandemi

Penggunaan air bersih Duta Mall selama pandemi Covid-19 turun drastis. Foto-Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 benar-benar bikin tekor PDAM Bandarmasih.

Pasalnya, tingkat penggunaan air bersih di perhotelan menurun drastis.

Dalam kondisi itu penyebabnya tidak lain adalah merosotnya tingkat hunian hotel.

Banyak karyawan tempat penginapan dirumahkan hingga terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Senior Manajer Sekretaris PDAM Bandarmasih, Sudrajat mengakui turunnya tagihan air golongan niaga seperti perhotelan dan tempat hiburan menurun tajam.

Sebelum Corona mewabah, Duta Mall Banjarmasin, contohnya, kerap rutin membayar tagihan air bersih mencapai Rp260 juta.

“Kali ini hanya separuhnya saja atau bahkan tidak mencapai 50 persen,” jelas dia kepada apahabar.com, Selasa (5/5).

Contoh lainnya adalah Hotel Rattan In Banjarmasin. Tempat penginapan di Jalan Ahmad Yani Km 5,5 itu biasanya bayar tagihan air sekitar Rp40 juta.

“Iya ada penurunan bisa sampai separuhnya karena tingkat hunian hotel tidak ada dan okupansinya juga turun,” ujarnya.

Ia menerangkan kondisi ini bakal bebuntut panjang ke bulan selanjutnya mengingat belum ditemukannya vaksin Covid-19.

Namun penurunan tagihan airnya tak mungkin di bawah angka Rp300 ribu. Sebab standar golongan niaga membayar segitu untuk pemakaian air sebanyak 15 kubik.

Artinya air tak digunakan pun hotel wajib melunasi iuran sebesar Rp300 ribu setiap bulannya.

“Mungkin hotel tidak menerima tamu sama sekali jadi penurunan bayar tagihan air bisa lebih tajam lagi,” tegasnya.

Meski begitu, Sudrajat menerangkan tidak semua golongan niaga yang mengalami penurunan bayar tagihan air bersih ke PDAM Bandarmasih.

Golongan niaga lainnya seperti rumah sakit dan puskesmas malahan alami peningkatan karena aktivitas disana kebanyakan untun penanganan pasien gejala Covid-19.

“Seperti RSUD Ulin semakin banyak karena memang fokus utama penanganan pasien Covid-19 terfokus di sana,” ucapnya.

Di sisi lain, Sudrajat menerangan untuk warga yang bekerja dari rumah work from home (WFH) mengalami peningkatan pembayaran tagihan air. Peningkatannya sekitar setengah persen dari biasanya.

Sebab langkah Pemkot Banjarmasin dalam memutus mata rantai penyebaran ini mengharuskan warga melakukan segala aktivitas di rumah saja.

“Karena konsentrasi warga lebih di rumah daripada di luar,” tuturnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Hujan Belum Beranjak dari Wilayah Kalimantan Selatan
Banjarmasin

Tak Berkategori

Siap-Siap, Sanksi Prokes di Banjarmasin Bakal Naik Status!
apahabar.com

Tak Berkategori

Sukses Usaha Daster Sasirangan, Miliarder Asal Martapura Ini Luncurkan Aplikasi Olshop

Tak Berkategori

Sungai Tabanio Tala Mulai Surut, Banjir di Desa Kunyit dan Panjaratan Menurun
apahabar.com

Tak Berkategori

Kembali Beraksi Setelah Bebas, Penjaga Parkir di Martapura Ini Kembali Tertangkap
apahabar.com

Tak Berkategori

Banjir Satu Meter, Warga Desa Bakarangan Terisolir
apahabar.com

Tak Berkategori

Ditinggal Beli Cempedak, Isi Mobil Nyaris Ludes di Banjarmasin Utara
apahabar.com

Tak Berkategori

Mulai Esok, Jam Operasional Duta Mall Kembali Normal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com