Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Tagihan DM Turun, PDAM Bandarmasih Tekor Selama Pandemi

- Apahabar.com Selasa, 5 Mei 2020 - 16:17 WIB

Tagihan DM Turun, PDAM Bandarmasih Tekor Selama Pandemi

Penggunaan air bersih Duta Mall selama pandemi Covid-19 turun drastis. Foto-Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 benar-benar bikin tekor PDAM Bandarmasih.

Pasalnya, tingkat penggunaan air bersih di perhotelan menurun drastis.

Dalam kondisi itu penyebabnya tidak lain adalah merosotnya tingkat hunian hotel.

Banyak karyawan tempat penginapan dirumahkan hingga terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Senior Manajer Sekretaris PDAM Bandarmasih, Sudrajat mengakui turunnya tagihan air golongan niaga seperti perhotelan dan tempat hiburan menurun tajam.

Sebelum Corona mewabah, Duta Mall Banjarmasin, contohnya, kerap rutin membayar tagihan air bersih mencapai Rp260 juta.

“Kali ini hanya separuhnya saja atau bahkan tidak mencapai 50 persen,” jelas dia kepada apahabar.com, Selasa (5/5).

Contoh lainnya adalah Hotel Rattan In Banjarmasin. Tempat penginapan di Jalan Ahmad Yani Km 5,5 itu biasanya bayar tagihan air sekitar Rp40 juta.

“Iya ada penurunan bisa sampai separuhnya karena tingkat hunian hotel tidak ada dan okupansinya juga turun,” ujarnya.

Ia menerangkan kondisi ini bakal bebuntut panjang ke bulan selanjutnya mengingat belum ditemukannya vaksin Covid-19.

Namun penurunan tagihan airnya tak mungkin di bawah angka Rp300 ribu. Sebab standar golongan niaga membayar segitu untuk pemakaian air sebanyak 15 kubik.

Artinya air tak digunakan pun hotel wajib melunasi iuran sebesar Rp300 ribu setiap bulannya.

“Mungkin hotel tidak menerima tamu sama sekali jadi penurunan bayar tagihan air bisa lebih tajam lagi,” tegasnya.

Meski begitu, Sudrajat menerangkan tidak semua golongan niaga yang mengalami penurunan bayar tagihan air bersih ke PDAM Bandarmasih.

Golongan niaga lainnya seperti rumah sakit dan puskesmas malahan alami peningkatan karena aktivitas disana kebanyakan untun penanganan pasien gejala Covid-19.

“Seperti RSUD Ulin semakin banyak karena memang fokus utama penanganan pasien Covid-19 terfokus di sana,” ucapnya.

Di sisi lain, Sudrajat menerangan untuk warga yang bekerja dari rumah work from home (WFH) mengalami peningkatan pembayaran tagihan air. Peningkatannya sekitar setengah persen dari biasanya.

Sebab langkah Pemkot Banjarmasin dalam memutus mata rantai penyebaran ini mengharuskan warga melakukan segala aktivitas di rumah saja.

“Karena konsentrasi warga lebih di rumah daripada di luar,” tuturnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi, Rupiah Terkuat di Asia!
apahabar.com

Ekbis

Terpapar Kasus Baru Covid-19, Rupiah Kembali Melemah
apahabar.com

Ekbis

Erick Pastikan Jiwasraya Punya Modal untuk Restrukturisasi
apahabar.com

Ekbis

Pertama di Indonesia, Halal Center Ada di…
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Rabu Pagi Melemah Dekati Level Psikologis
apahabar.com

Ekbis

Ditutup Melemah, Saham Singapura Perpanjang Kerugian
apahabar.com

Ekbis

Wabah Corona, Kawasan Ekonomi China Jadi Sepi
apahabar.com

Ekbis

6 Tahun, Tunggakan Retribusi Pasar Sentuh Ratusan Juta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com