Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu

Taiwan Setujui Remdesivir Buatan Gilead untuk Obat Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:52 WIB

Taiwan Setujui Remdesivir Buatan Gilead untuk Obat Covid-19

Ilustrasi obat. Foto-Pixabay

apahabar.com, TAIPEI – Pemerintah Taiwan pada Sabtu (30/05) mengatakan pihaknya menyetujui pengobatan potensial Covid-19 produksi Gilead Sciences, remdesivir, untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru.

Pemerintah berbagai negara sedang berlomba meningkatkan pasokan remdesivir, yang mengantongi persetujuan regulator AS bulan ini untuk penggunaan darurat.

Gilead, yang berbasis di California, mengatakan akan menyumbangkan 1,5 juta dosis remdesivir, cukup untuk mengobati sedikitnya 140.000 pasien dalam memerangi pandemi global.

Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC) menyebutkan Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Taiwan mempertimbangkan “fakta bahwa kemanjuran dan keamanan remdesivir telah didukung oleh bukti awal” dan penggunaannya disetujui oleh sejumlah negara lain.

Atas dasar itu, CECC berpendapat bahwa persyaratan telah terpenuhi bagi persetujuan penggunaan remdesivir pada pasien yang terkena infeksi Covid-19 “parah”.

Taiwan sukses mencegah penyebaran virus corona berkat deteksi dini dan upaya pencegahan serta sistem kesehatan masyarakat tingkat pertama.

Hingga kini, Taiwan mencatat 442 kasus Covid-19 dengan hanya tujuh kematian. Sebagian besar pasien telah sembuh dan hanya tersisa 14 kasus aktif.

Untuk saat ini, belum ada obat atau vaksin yang disetujui untuk Covid-19 namun negara-negara Uni Eropa telah memberikan remdesivir pada pasien berdasarkan aturan penggunaan.

Jepang dan Inggris keduanya mengizinkan penggunaan obat tersebut dan mulai memberikannya pada pasien Covid-19.

Amerika Serikat, pasar farmasi terbesar di dunia, bulan ini memberikan kewenangan penggunaan darurat remdesivir untuk Covid-19, namun belum menyetujui penggunaannya secara luas.(Ant/Rts)

Editor: Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

3 Nelayan Indonesia Kembali Diculik di Perairan Malaysia
apahabar.com

Nasional

Jokowi – Ma’ruf Amin Luncurkan Gerakan Rabu Putih
apahabar.com

Nasional

Terdampak Pandemi, Kemendikbud Bantu Sekolah Swasta dengan Dana BOS
apahabar.com

Nasional

SMSI Kalsel Siap Sukseskan Kongres I di Jakarta
apahabar.com

Nasional

Negatif Narkoba, Sopir Truck Kecelakaan Maut Cipularang Masih Shock
apahabar.com

Nasional

Mahfud Jelaskan Soal Pencabutan Kewarganegaraan WNI Eks Isis
apahabar.com

Nasional

25 Pasutri Nikah Massal
apahabar.com

Nasional

MUI: Jangan Gunakan Isu SARA saat Kampanye
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com