Sederet Agenda Wamen Alue Dohong di Kalsel, Tanam Pohon hingga Tinjau Rehabilitasi DAS Manajemen Pama Ungkap Dua Kemungkinan Terburuk Karyawan Bantah Ijazah Rahmad Masud Palsu, Rektor Untri Siap Lapor Balik Satu Warga Kalsel Tertular Corona B117, Pj Safrizal Imbau Perketat Prokes Varian Baru Corona B117 Sudah Masuk Kalsel, Banjarmasin Belum Ada Temuan

Tak Lagi Galau, Pemuda HST ini Terdaftar Sebagai PPU Program JKN KIS

- Apahabar.com Jumat, 1 Mei 2020 - 08:00 WIB

Tak Lagi Galau, Pemuda HST ini Terdaftar Sebagai PPU Program JKN KIS

Syahrifannor terdaftar sebagai PPU Program JKN KIS di HST. Foto-Reza for apahabar.com.

apahabar.com, BARABAI – Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) benar-benar dimanfaatkan pemuda di Hulu Sungai Tengah (HST) ini.

Setidaknya, Syahrifanor, warga Taras Padang, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), HST itu tak lagi galau di masa mudanya.

Di samping telah diterima sebagai karyawan pada salah satu perusahaan swasta awal tahun 2020 tadi, pria yang akrab disapa Rifan ini otomatis memiliki JKN-KIS.

Otomatis pula, dia terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Sekalipun tiap bulan gajinya dipotong untuk pembayaran iuran program strategis nasional BPJS Kesehatan itu, Rifan tak mengapa.

Sebab dia tak lagi khawatir akan penyakit yang tidak tahu kapan datang menyerangnya. Terlebih pada saat pandemi Covid-19 yang saat ini mewabah.

Sebelum bekerja, pemuda lajang lulusan sekolah menengah atas ini, sama sekali belum pernah memiliki KIS.

Bahkan dia tak tau apa itu Program JKN dan tak pernah terlintas untuk memiliki KIS dari BPJS Kesehatan.

Namun, saat didaftarkan perusahaan tempatnya bekerja dan diberitahu segala manfaat dan kewajibannya, Rifan merasa sangat tenang saat mengetahuinya.

“Awam sekali dengan KIS. Setelah dikasih tahu sama teman kantor, ternyata manfaatnya banyak sekali,” terang Rifan saat di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai belum lama tadi.

Sesekali dia pernah membaca berita dari media online terkait pengobatan yang dijamin BPJS Kesehatan. Yakni hemodialisa atau cuci darah.

Rifan membayangkan, misal taruh Rp1,5 juta per kali cuci darah. Per minggu bisa sampai dua kali melakukan hemodialisa

“Berapa jumlah klaim cuci darah perorang, perumah sakit yang dibayarkan BPJS Kesehatan. Bersyukur banget kalau kita sehat dan bisa bayar iuran,” kata dia.

Dari informasi itu juga dia juga baru mengetahui, iuran yang dibayar dari dipotong gaji tiap bulannya tak sia-sia jika tak digunakan.

“Justru kalau tidak dipergunakan bisa bantu sesama kita yang memerlukan. Kita cuma bayar iuran tapi pahalanya berlipat,” ujar Rifan.

Walaupun terhitung baru menjadi pemegang KIS, Rifan turut serta mengajak teman-teman terdekat, keluarga hingga tetangganya untuk menjadi peserta JKN.

“Kalau kesehariannya dagang atau tani bisa jadi peserta mandiri, kalau kerja kantoran dapat dari perusahaan, kalau tidak punya uang pun bisa daftar jadi peserta UHC, tidak ada alasan untuk tidak daftar,” tutup Rifan.

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Efek Covid-19, Kebakaran Kalah dengan Evakuasi Hewan di Banjarmasin
Syafruddin H Maming

Tak Berkategori

Paslon Lain Doyan Klaim, Relawan SHM-MAR Desa Baroqah Optimistis Paslon 01 Menang Telak
apahabar.com

Tak Berkategori

Bantu PMI, BKPRMI Banjarmasin Gelar Aksi Donor Darah
apahabar.com

Tak Berkategori

Jelang MotoGP Portugal, Luapan Emosional Perpisahan Rossi dengan Yamaha
Sule

Tak Berkategori

Sule Urus Surat Nikah, Serius Jadikan Nathalie Holscher Istri, Ini Harapan Rizky Febian dan Putri Delina
apahabar.com

Tak Berkategori

PKK Parsel Ikuti Pelatihan Penyusunan Program dan Pelaporan
apahabar.com

Tak Berkategori

DPRD Banjarmasin Sahkan APBD-P 2020, Pendapatan Berkurang Hingga Ratusan Miliar
Bom Molotov

Nasional

Lempar Bom Molotov ke Masjid Al-Istiqomah, Pria Paruh Baya di Cengkareng Ditangkap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com