Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Tekan Kluster Komunitas, Bupati Minta Masyarakat Batola Disiplin Selama PSBB

- Apahabar.com Jumat, 15 Mei 2020 - 21:57 WIB

Tekan Kluster Komunitas, Bupati Minta Masyarakat Batola Disiplin Selama PSBB

Mulai 16 Mei 2020 pukul 00.01 Wita, PSBB segera diterapkan di Barito Kuala hingga 14 hari kedepan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Peningkatan kasus positif Covid-19 di Kecamatan Alalak menjadi wanti-wanti warga Barito Kuala, sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan.

PSBB di Batola, serta Banjar dan Banjarbaru resmi dimulai 16 Mei 2020 pukul 00.01 Wita. Pembatasan pergerakan warga ini diyakini menjadi salah satu solusi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Terlebih sejumlah kasus di Batola sekarang tidak cuma disebabkan Kluster Gowa. Terutama di Alalak, sebagian besar pasien positif disebabkan kluster komunitas.

“Semoga masyarakat mematuhi aturan-aturan PSBB, karena kami melakukan ini untuk mereka juga. Kami berusaha memutus mata rantai yang sudah menjadi kluster komunitas, seperti kasus-kasus di Alalak,” ungkap Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, Jumat (15/5).

Diyakini penyebaran melalui kluster komunitas lebih berbahaya, mengingat sumber penularan liar atau tidak diketahui.

“PSSB bukan membikin takut masyarakat, tapi membuat mereka lebih disiplin melakukan sosial distancing. Mudahan PSBB membuat mereka lebih nyaman, tidak seperti PSBB tanda kutip,” imbuhnya.

Selama 14 hari penerapan PSBB di Batola, masyarakat dilarang berkegiatan di luar rumah antara pukul 21.00 hingga 06.00 Wita.

Kemudian sekolah juga diliburkan, sementara kegiatan ibadah hanya dilaksanakan di rumah masing-masing.

Di sisi lain, PSBB di Batola tidak memberlakukan pembatasan usaha. Semua pasar tetap dibuka, tetapi pedagang dari luar dilarang berjualan di Bumi Selidah.

Selanjutnya aktivitas pedagang pasar, kios dan toko modern dimulai pukul 06.00 sampai 21.00 Wita.

Protokol lain yang terkait perniagaan adalah warung atau toko wajib menyediakan sarana cuci tangan, pedagang dan pembeli harus menggunakan masker, serta menjaga jarak minimal 1 meter.

“Konsep PSBB di Batola sama seperti daerah lain, seperti mengatur jarak dan mengurangi kerumunan,” beber Noormiliyani.

“Tetapi pemeriksaan di check point dilakukan lebih humanis dan tidak dibentak-bentak, karena penerapan disiplin tidak harus main keras. Kami pun sadar bahwa masyarakat juga susah,” tegasnya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Operasi Lilin Intan 2019 Dimulai, Polisi Waspadai 12 Potensi Rawan
apahabar.com

Kalsel

Ketika Si Jago Merah Beraksi, Karyawan Duta Mall Padamkan Api dengan APAR
apahabar.com

Kalsel

‘Sambut’ Banjir Tahunan, Saufi Mulai Kemasi Barang ke Loteng
apahabar.com

Kalsel

Tiga Pantai Jadi Langganan Bencana, Kalimantan Selatan Waspada Cuaca Ekstrem
apahabar.com

Kalsel

Aksi Mogok Nasional Tolak UU Cipta Kerja di Banjarmasin Pun Batal, Kenapa?
apahabar.com

Kalsel

Pembongkaran Bangunan Bandel Proyek RSUD Sultan Suriansyah Molor
apahabar.com

Kalsel

NU Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman
apahabar.com

Kalsel

Mengamuk, Kepala BKD Banjarmasin Ancam Pidanakan Pol PP
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com