Resmi! Amboo Sakka Dilantik sebagai Sekda Tanbu Definif Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Potensi Hujan Petir di Sejumlah Wilayah Demi Top Up Game Online, Pria di Balikpapan Tipu Puluhan Orang Persiapan PON Papua, Balikpapan Sumbang 61 Atlet untuk Perkuat Kaltim Rekap PSU Sejumlah Kecamatan Selesai, KPU Banjar Gelar Penghitungan Lusa

Tekan Kluster Komunitas, Bupati Minta Masyarakat Batola Disiplin Selama PSBB

- Apahabar.com Jumat, 15 Mei 2020 - 21:57 WIB

Tekan Kluster Komunitas, Bupati Minta Masyarakat Batola Disiplin Selama PSBB

Mulai 16 Mei 2020 pukul 00.01 Wita, PSBB segera diterapkan di Barito Kuala hingga 14 hari kedepan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Peningkatan kasus positif Covid-19 di Kecamatan Alalak menjadi wanti-wanti warga Barito Kuala, sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan.

PSBB di Batola, serta Banjar dan Banjarbaru resmi dimulai 16 Mei 2020 pukul 00.01 Wita. Pembatasan pergerakan warga ini diyakini menjadi salah satu solusi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Terlebih sejumlah kasus di Batola sekarang tidak cuma disebabkan Kluster Gowa. Terutama di Alalak, sebagian besar pasien positif disebabkan kluster komunitas.

“Semoga masyarakat mematuhi aturan-aturan PSBB, karena kami melakukan ini untuk mereka juga. Kami berusaha memutus mata rantai yang sudah menjadi kluster komunitas, seperti kasus-kasus di Alalak,” ungkap Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, Jumat (15/5).

Diyakini penyebaran melalui kluster komunitas lebih berbahaya, mengingat sumber penularan liar atau tidak diketahui.

“PSSB bukan membikin takut masyarakat, tapi membuat mereka lebih disiplin melakukan sosial distancing. Mudahan PSBB membuat mereka lebih nyaman, tidak seperti PSBB tanda kutip,” imbuhnya.

Selama 14 hari penerapan PSBB di Batola, masyarakat dilarang berkegiatan di luar rumah antara pukul 21.00 hingga 06.00 Wita.

Kemudian sekolah juga diliburkan, sementara kegiatan ibadah hanya dilaksanakan di rumah masing-masing.

Di sisi lain, PSBB di Batola tidak memberlakukan pembatasan usaha. Semua pasar tetap dibuka, tetapi pedagang dari luar dilarang berjualan di Bumi Selidah.

Selanjutnya aktivitas pedagang pasar, kios dan toko modern dimulai pukul 06.00 sampai 21.00 Wita.

Protokol lain yang terkait perniagaan adalah warung atau toko wajib menyediakan sarana cuci tangan, pedagang dan pembeli harus menggunakan masker, serta menjaga jarak minimal 1 meter.

“Konsep PSBB di Batola sama seperti daerah lain, seperti mengatur jarak dan mengurangi kerumunan,” beber Noormiliyani.

“Tetapi pemeriksaan di check point dilakukan lebih humanis dan tidak dibentak-bentak, karena penerapan disiplin tidak harus main keras. Kami pun sadar bahwa masyarakat juga susah,” tegasnya.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Lagi, Pasien Sembuh Covid-19 di Tanbu Bertambah
apahabar.com

Kalsel

Dihadiri Ratusan Jamaah, Ceramah Ustaz DR Firanda Andirja di Banjarmasin Dikawal Polisi
apahabar.com

Kalsel

Pohon Angker di Kertak Baru Ulu Dikeluhkan Warga
Barbuk

Kalsel

Polresta Banjarmasin Musnahkan Barbuk Narkoba Senilai Rp 50 Miliar
Calon Pengantin Bersabar, Nikah Lewat KUA Ditunda Dulu

Kalsel

Calon Pengantin Bersabar, Nikah Lewat KUA Ditunda Dulu  
apahabar.com

Kalsel

Jelang Imsyak, Jasad Perempuan Tanpa Busana Gegerkan Warga S Parman

Kalsel

Tanggulangi Covid-19, Telkomsel Donasikan 600 APD ke Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Penanggulangan Covid-19 di Tala, BPK Segera Audit Penggunaan Dana APBD
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com