Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Tembus 5 Juta Kasus, Kasus Covid-19 Dunia Capai Rekor Harian Tertinggi

- Apahabar.com Kamis, 21 Mei 2020 - 19:23 WIB

Tembus 5 Juta Kasus, Kasus Covid-19 Dunia Capai Rekor Harian Tertinggi

apahabar.com, JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinannya, pada Rabu (20/05) tentang meningkatnya jumlah kasus infeksi Covid-19 di negara-negara miskin, bahkan ketika banyak negara kaya mulai melonggarkan aturan kuncian (lockdown).

WHO mengatakan 106.000 kasus baru infeksi Covid-19 telah dicatat dalam 24 jam terakhir, dan menjadi kasus harian terbesar.

“Jalan kita masih panjang untuk menghadapi pandemi ini,” kata direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers. “Kami sangat prihatin dengan meningkatnya kasus di negara berpenghasilan rendah dan menengah.”

Tembus 5 juta kasus

Pada Rabu (20/05), kasus COVID-19 dunia telah melampaui angka lima juta, dengan Amerika Latin melaporkan jumlah terbesar dalam kasus harian baru secara global.

Amerika Latin menyumbang sekitar sepertiga dari 91.000 kasus yang dilaporkan awal minggu ini. Eropa dan Amerika Serikat masing-masing menyumbang lebih dari 20% kasus.

Sejumlah besar kasus-kasus baru itu berasal dari Brasil, yang baru-baru ini melampaui Jerman, Prancis, dan Inggris. Brasil kini menjadi negara dengan kasus terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan Rusia.

WHO akan lakukan evaluasi

Sebelumnya, WHO mendapat kecaman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump menuduh badan kesehatan global ini telah salah menangani wabah dan mendukung Cina, tempat virus itu diyakini pertama kali muncul akhir tahun lalu. Pekan ini Trump telah mengancam akan menarik diri dari WHO dan secara permanen menahan pendanaan.

Tedros mengakui telah menerima surat dari Trump, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

Tedros mengatakan dia berkomitmen untuk melakukan akuntabilitas dan evaluasi atas respons terhadap pandemi. Evaluasi tersebut diserukan oleh negara-negara anggota, dalam resolusi yang disahkan pada sidang World Health Assembly (WHA) ke-73 pekan ini, meskipun Amerika Serikat menyatakan keberatan tentang beberapa elemen di dalamnya.

“Saya mengatakan berulang kali bahwa WHO menyerukan akuntabilitas lebih dari siapa pun. Itu harus dilakukan dan ketika dilakukan harus komprehensif,” kata Tedros tentang resolusi itu, namun menolak mengatakan kapan akuntabilitas akan dimulai.

Direktur eksekutif program kedaruratan WHO, Mike Ryan, mengatakan evaluasi atau penilaian seperti itu biasanya dilakukan setelah keadaan darurat selesai.

“Saya pribadi lebih suka, sekarang, kita melanjutkan pekerjaan respons darurat, pengendalian epidemi, mengembangkan dan mendistribusikan vaksin, meningkatkan pengawasan, mendistribusikan APD esensial untuk pekerja, menyediakan oksigen medis (ventilator) bagi orang-orang di lingkungan yang rapuh, dan mengurangi dampak penyakit ini pada pengungsi dan migran, “katanya.

Tedros mengatakan dia telah lama mencari sumber pendanaan lain untuk WHO. Menurutnya, untuk sebuah badan global, anggaran sebesar US $ 2,3 miliar atau Rp 33 triliun adalah “sangat, sangat kecil”, hampir sama dengan anggaran untuk rumah sakit berukuran sedang di negara maju.

Di sisi lain, Ryan menambahkan bahwa orang harus menghindari penggunaan obat malaria hidroksiklorokuin untuk mengobati atau mencegah infeksi COVID-19, kecuali memang digunakan dalam uji klinis untuk mempelajarinya.

Komentar ini mungkin akan mengganggu Trump, karena ia sedang menggunakan hidroksiklorokuin untuk mencegah infeksi coronavirus.

“Pada tahap ini, (baik) hidroksiklorokuin atau klorokuin belum terbukti efektif dalam pengobatan Covid-19 atau dalam profilaksis untuk tidak terserang penyakit ini,” kata Ryan.

“Sebenarnya, justru kebalikannya, ada peringatan yang dikeluarkan oleh banyak pihak berwenang mengenai potensi efek samping dari obat tersebut.”((pkp/gtp/rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Buru Muncikari Utama Kasus Prostitusi Artis
apahabar.com

Nasional

Soal Tagar #IndonesiaCallsObserver, KPU Nyatakan Sudah Undang 33 Negara
apahabar.com

Nasional

Penyaluran Khusus ke Nelayan: Pertamina Siapkan 1.114 Tabung di Samarinda
apahabar.com

Nasional

Truk Pengangkut Kimia Meledak 23 Orang Tewas

Nasional

VIDEO: Fakta Baru! Polisi Temukan 113 Video Mesum ‘Vina Garut’
apahabar.com

Nasional

Aktivis Lingkungan dan Masyarakat Pesisir Sepakat Tolak Raperda RZWP3K Kaltim
apahabar.com

Nasional

95 Persen Perkawinan Anak Ilegal
apahabar.com

Nasional

Ketua DPRD Banjar Berang, Pesepeda Pun Mau Dipajak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com