Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Temuan Data Genetik Urutan Keseluruhan Genom, Berikut Penjelasan Sulaiman Umar

- Apahabar.com Rabu, 6 Mei 2020 - 19:04 WIB

Temuan Data Genetik Urutan Keseluruhan Genom, Berikut Penjelasan Sulaiman Umar

Sulaiman Umar. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi VII DPR RI dr Sulaiman Umar meminta LBM Eijkman terlibat aktif dalam kajian dan penelitian mutasi virus SARS-CoV-2 yang memicu Covid-19.

Permintaan itu disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII bersama Menristek, Kepala LPNK dan Direktur LBM Eijkman pada 13 April 2020 silam.

“Waktu itu, Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, menyediakan ribuan genom lengkap perkembangan virus yang tengah menyerang dunia telah mengidentifikasi atau menemukan tiga varian menyebar di berbagai negara, di antaranya SARS-CoV-2 tipe A, tipe B, dan tipe C,” ucap legislator asal Kalsel, dr Sulaiman Umar, Rabu (6/5) sore.

Koleksi genom dari SARS-CoV-2 pada bank data Fred Hutchinson Cancer Research Center itu, kata dia, dikirimkan dari berbagai negara di dunia yang terinfeksi virus, terkecuali Indonesia.

Sayangnya Indonesia yang lebih satu bulan mengalami Pandemi Covid-19, sambung dia, belum juga meneliti dan mendaftarkan urutan genom virus pemicu Covid-19.

“Oleh sebab itu, kami meminta LBM Eijkman untuk aktif meneliti mutasi virus SARS-CoV-2 ini,” tegas dr. Sulaiman Umar.

Selanjutnya, pada Selasa, 5 Mei 2020 kemarin, Komisi VII bersama kementerian dan instansi terkait kembali mengadakan Raker dan RDP dengan agenda ‘Percepatan Pencegahan dan Penanggulangan Wabah Covid-19 di Indonesia’.

Dalam rapat tersebut, tambah dia, Menristek Bambang S. Brojonegoro melaporkan bahwa LBM Eikjman telah berhasil mengurutkan keseluruhan genom SARS-CoV-2 di Indonesia.

Urutan keseluruhan genom (whole genome sequencing/WGS) SARS-Cov-2 dari tiga isolat pasien di Indonesia, yang panjangnya 29.000 basa ini telah didaftarkan LBM Ekjman di platform Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).

GISAID sendiri merupakan sebuah situs online wadah para ilmuwan di seluruh dunia menyimpan dan berbagi informasi tentang virus yang menjadi pandemi itu.

“Saat ini, GISAID memiliki sekitar 16.000 data genom SARS-Cov-2 dari sejumlah negara, termasuk hampir semua negara di Asia telah mendaftarkan data dan kekerabatannya,” tegasnya.

Menurut Politisi Muda PDI Perjuangan ini,penemuan data urutan keseluruhan genom (WGS) SARS-CoV-2 ini sangat penting sebagai upaya penanggulangan wabah Covid-19 di Indonesia.

Temuan ini menjadi bahan telaah dan diskusi masyarakat ilmiah internasional dalam rangka memperoleh pengetahuan tentang karakteristik galur virus corona baru penyebab Covid-19 yang beredar di Indonesia.

Data genetika SARS-Cov-2 ini juga penting artinya untuk kajian epidemologi wabah ini, pelacakan (tracking) kasus, identifikasi opsi kebijakan untuk menekan penyebaran.

Temuan data genetika virus ini dinilai berpengaruh pula dalam pengembangan vaksin dan menjadi dasar untuk penemuan serta pengembangan obat virus SARS-Cov-2 tipikal yang beredar di Indonesia.

“Baik obat konvensional maupun obat modern asli Indonesia seperti jamu, obat herbal tersertifikasi, dan fitofarmaka,” bebernya.

Selain itu, data genetika SARS-CoV-2 Indonesia dapat juga mengevaluasi alat-alat test diagnostik yang digunakan agar memiliki tingkat presisi tinggi untuk mengidentifikasi keberadaan virus.

Ia berdalih populasi di Indonesia yang telah menjalani tes RT-PCR masih sangat rendah.

Bahkan berdasarkan laporan Worldodometers, hingga hari ini (Rabu 6/4), baru sekitar 121.547 penduduk di seluruh Indonesia yang menjalani tes. Rasio penduduk yang telah menjalani tes per 1 juta penduduk hanya di angka 444.

Bandingkan dengan Vietnam dengan angka rasio mencapai 2.681; Thailand 3264; Malaysia 6588; Korsel 12.543; Singapura 24.600.

Ini menunjukkan bahwa kebutuhan pengadaan perangkat deteksi tes (Rt-PCR) masih sangat tinggi secara kuantitas. Demikian secara kualitas (tingkat presisi yang tinggi).

Berdasarkan data Covid-19 di Indonesia hingga hari ini (Rabu 6/4), kasus positif 12.071 kasus, dirawat 9.002, sembuh 2.197, meninggal 872.

Dari data itu diperolah rasio antara yang sembuh dari yang dirawat mencapai angka 24,4%.

“Ini menujukkan kinerja keperawatan kita (obat dan keperawatannya),” cetusnya.

Sementara itu, untuk angka dunia hari ini menunjukkan ada 3.727.947 jumlah kasus . Sembuh mencapai 1.242.432 orang dan dirawat 2.227.171 orang. Angka rasio sembuh dari yang dirawat mencapai 55,7%.

Dengan kata lain, kinerja pengobatan untuk Covid-19 di Indonesia (obat dan keperawatannya) masih lebih rendah dari angka rata-rata dunia.

“Implikasinya penemuan obat yang cocok untuk karakter virus SARS-CoV-2 di Indonesia relevan untuk ditemukan,” sebutnya.

Dari roadmap Konsorsium Nasional Vaksin Covid-19, hingga kuartal II 2021 pengembangan vaksin baru memasuki tahap praklinis. Di akhir Tahun 2021 baru bisa memasuki tahap produksi komersial.

Sementara melihat perkembangan global penelitian vaksin Covid-19, per 30 April 2020, telah ada 8 kandidat vaksin yang telah masuk pada uji klinik.

Bahkan salah satu tipe vaksin itu yaitu Adenovirus Type 5 Vector, yang dikembangkan Cansino Biological Inc/Beijing Institute of Biotechnology, telah menjalankan fase 2 uji klinis, sejak 10 April 2020 lalu.

“menutup kemungkinan tahun ini, dunia khususnya China telah menemukan vaksin ini. Kita masih tertinggal,” paparnya.

Oleh karena itu, ia meminta khususnya kepada LBM Eijkman untuk terus meneliti dan menambah atau memperbanyak lagi jumlah isolat urutan keseluruhan genom (WGS) SARS-CoV-2 yang menginfeksi masyarakat Indonesia saat ini.

“Lebih lanjut, kami meminta semua pihak terkait dalam upaya Percepatan Pencegahan dan Penanggulangan Pandemi Covid-19 di Indonesia untuk pengembangan obat dan vaksin agar benar-benar memperhatikan temuan mengenai data genetik urutan keseluruhan genom (WGS) SARS-CoV-2 ini,”

“Khusus kepada Konsorsium Nasional Vaksin Covid-19, kami berharap semoga pengembangan dan penemuan vaksin SARS-Cov-2 untuk Indonesia waktunya bisa dipercepat lagi, sebagaimana halnya upaya global saat ini,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Janji Menko Polhukam untuk Kasus Syekh Ali Jaber: Kita Akan Usut Secara Terbuka
apahabar.com

Nasional

Peristiwa 11 Maret: Kamikaze hingga Kontroversi Supersemar
apahabar.com

Nasional

Datang dari Iran, 1 Warga Qatar Positif Terinfeksi Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Tak Ada Toleransi untuk Perusuh Negara
apahabar.com

Nasional

Kelanjutan RKUHP dan RUU Pas, Yasona Tunggu Instruksi Jokowi
apahabar.com

Nasional

Rencana Blokir Ponsel BM Hari Ini, Apa Benar?
apahabar.com

Nasional

Janjikan Keadilan Sosial, Jokowi Umumkan Kemenangan di Kampung Deret
apahabar.com

Nasional

Jadi Korban Penembakan di Masjid New Zealand, 2 WNI Dirawat di RS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com