Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Tentukan 1 Syawal 1441 H, Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Besok

- Apahabar.com Kamis, 21 Mei 2020 - 17:56 WIB

Tentukan 1 Syawal 1441 H, Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Besok

Rukyatul Hilal. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Bulan suci Ramadan 1441 H segera berakhir. Untuk itu Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat atau penetapan awal bulan Syawal 1441 H.

Sidang isbat akan digelar di kantor pusat Kemenag, Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus korona jenis baru (Covid-19).

“Penyelenggaraan sidang itsbat awal bulan Syawal sama persis seperti saat penetapan awal Ramadhan 1441 Hijriah,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin seperti dilansir dari Republika.co.id, Kamis (21/05).

Dijelaskan, ada tiga sesi dalam sidang itsbat tersebut. Pertama, seminar tentang posisi hilal yang dilaksanakan sekitar pukul 16.30 WIB. Seminar ini akan disiarkan secara terbuka dan bisa diikuti oleh masyarakat secara virtual.

Sesi kedua, sidang itsbat penentuan awal bulan Syawal. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi akan memimpin langsung sidang tersebut. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam juga akan ikut sidang isbat secara virtual.

Menurut Kamaruddin, memang ada beberapa peserta yang hadir secara fisik di sidang isbat yaitu menteri agama, perwakilan MUI dan Komisi VIII DPR. “Sesi ketiga yakni konferensi pers yang dilaksanakan setelah sidang itsbat untuk menyampaikan kepada publik tentang hasil sidang itsbat,” kata dia.

Mengenai adanya kemungkinan 1 Syawal 1441 H akan serentak, Kamaruddin meminta untuk menunggu hasil sidang isbat tersebut. Kalau Muhammadiyah sudah menetapkan tanggal 1 Syawal 1441 H, namun pemerintah menentukan 1 Syawal harus menggunakan dua metode yakni hisab dan rukyah.

Ia juga menjelaskan, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, maka sidang isbat ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jadi, sidang isbat berlangsung secara virtual dengan hanya beberapa orang saja yang hadir.

‘’Tentu secara ketat akan menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, menyemprot ruang sidang dengan cairan disinfektan dan lain sebagainya,’’ ujar Kamaruddin.

Protokol kesehatan juga diterapkan oleh tim yang memantau hilal di lapangan. ‘’Kita buat surat edaran ke seluruh Indonesia kepada yang melaksanakan pemantauan hilal juga harus menerapkan protokol Covid-19 itu,” jelasnya.

Kemenag menyampaikan, ada 80 tim yang memantau hilal di seluruh Indonesia untuk menentukan awal bulan Syawal 1441 H. Mereka akan melaporkan hasil pemantauan hilal tersebut saat sidang itsbat di kantor pusat Kemenag, Jakarta.(Rep)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Apahabar.com Bukber Bareng Anak Yatim, Tumbuhkan Cinta pada Sesama
3 Hari Jelang Puncak Haul, Peziarah Makin Ramai

Habar

3 Hari Jelang Puncak Haul, Peziarah Makin Ramai
apahabar.com

Habar

Tempat Ibadah Umat Muslim Dibuka Kembali, MUI Batola Beri Catatan Khusus
apahabar.com,

Habar

Ma’ruf Amin Akan Orasi Dalam Ijtima 3.000 Ulama di Bogor
apahabar.com

Habar

Jelang Haul, PD Pasar Bauntung Batuah Beri Sanksi Ini Bagi Pedagang yang “Menaikkan Harga”
apahabar.com

Habar

Dinilai Palsu, “Rambut Rasulullah” di Banjarbaru Langsung Dibakar
apahabar.com

Habar

Cegah Penyebaran Corona, Karpet Masjidil Haram dan Nabawi Digulung
apahabar.com

Habar

DLH akan Turunkan Mobil Road Sweeper di Haul Sekumpul ke-14
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com