Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah

Terbang ke Jakarta dan Bali Wajib Sertakan Hasil Swab Negatif

- Apahabar.com Kamis, 28 Mei 2020 - 18:34 WIB

Terbang ke Jakarta dan Bali Wajib Sertakan Hasil Swab Negatif

Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Imbas pandemi Covid-19, penumpang tujuan Jakarta dan Bali wajib menunjukkan tes swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) negatif jika ingin terbang.

“Harus ada (hasil) PCR itu, khusus untuk yang ke Jakarta dan Bali, di DKI Jakarta itu sesuai pergubnya,” ujar General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor Indah Preastuty kepada apahabar.com, Rabu, (27/05).

Sehingga, bagi penumpang keberangkatan tujuan Jakarta dan Bali melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor wajib menjalani tes swab tersebut.

apahabar.com

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor Indah Preastuty. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

Adapun syarat tersebut masuk dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta terkait Pembatasan Keluar Masuk DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020.

Sementara, Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Gugus Tugas Covid-19 Kalsel tidak mengkomersialkan tes swab diluar penanganan bencana non alam (Covid-19).

“Untuk bandara ada pengetatan standar masuk ke ibukota DKI sementara penerbangan kita kebanyakan DKI dan Surabaya di situ diminta bahwa semua penumpang yang dari Jakarta di swab nah di kita saya rasa swab itu tidak bisa kita laksanakan karena tempat swab kita hanya satu di BBTKLPP Banjarbaru,” ujarnya.

Selain itu, biaya sekali swab yang mahal juga menjadi kendala lainnya.

“Kemudian alatnya juga sedemikian mahal jadi satu proses ini hampir 1 juta sampai 1,5 juta untuk 1 uji sampel,” terangnya.

Berikutnya, lanjut Hanif juga belum ada perintah untuk mengkomersilkan itu.

“Jadi tidak ada perda, tidak ada hukum yang membolehkan mengkomersialkan itu, sementara jika digunakan utuk kegiatan itu kita tidak ada dananya, kita benar-benar untuk menagani bencana non alam ini, bukan untuk dikomersialkan,” ungkapnya.

Sehingga, untuk keluar masuk Kalsel sendiri dikatakannya masih cukup menggunakan hasil rapid test tanpa swab.

“Sementara Kalsel mungkin hanya menggunakan rapid test sebagai indikasi keluar atau masuk tidak perlu swab kita cukup rapid test saja,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hari Musik Nasional 2020, Wajah Muram Dunia Permusikan Kalsel

Kalsel

Hari Musik Nasional 2020, Wajah Muram Dunia Permusikan Kalsel
Machli

Kalsel

Positif Covid-19 Usai Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Langsung Dirawat Intensif
apahabar.com

Kalsel

Tarif Tiket Pesawat hingga Minimnya Tempat Wisata Picu Kurangnya Wisatawan ke Banjarmasin
Sabu

Kalsel

Miliki Narkoba, Pria Warga Jangkung Ditangkap Satresnarkoba Polres Tabalong
Siring

Kalsel

Tak Seberuntung THM, Pembukaan Siring Pierre Tendean Ditunda Lagi
apahabar.com

Kalsel

Hasil Tracking Jaring 55 Kasus Baru Covid-19 di Kalsel, Terbanyak di Banjarmasin

Kalsel

VIDEO: Dini Hari 54 Orang Terjaring Razia Pekat, Kasus Prostusi Online Hingga Pesta Sabu
apahabar.com

Kalsel

Sambut Janji Manis Belanda, Pemprov Kalsel Siapkan Lokasi Penyimpanan Berlian 70 Karat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com