ga('send', 'pageview');
Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin Resmi, Wali Kota Banjarmasin Terbitkan SE Tahun Ajaran Baru Respons Epidemiolog, Kalsel Tembus 4 Ribu Kasus Covid-19 Kreatif di Tengah Pandemi, Yuk Intip Produk Andalan Srikandi Kotabaru




Home Kalsel

Selasa, 26 Mei 2020 - 13:32 WIB

Terkuak, Motif Bidan Muda di Teweh Nekat Habisi Anak Sendiri

Redaksi - Apahabar.com

Nataline (24), dan lokasi penemuan bayinya di Desa Bintang Ninggi II, Minggu malam kemarin. Foto: Istimewa

Nataline (24), dan lokasi penemuan bayinya di Desa Bintang Ninggi II, Minggu malam kemarin. Foto: Istimewa

apahabar.com, MUARATEWEH – Malu dan takut pada orang tua menjadi motif utama di balik perbuatan nekat Nataline (24).

Bidan muda itu membunuh anaknya yang baru lahir dengan kain.

Perempuan yang kesehariannya bekerja di Puskesmas Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan kini dijerat pasal 338 jo 341 KUHP dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara.

Dari tersangka berhasil dikorek keterangan bahwa sang bidan merasa malu kepada lingkungan sekitarnya apabila diketahui melahirkan. Sedangkan dirinya masih berstatus bujang.

“Selain itu juga perasaan takut kepada orang tua menjadi alasan kuat demi menutupi aib keluarga karena saat melahirkan ia tinggal sendiri dan melahirkan sendiri tanpa bantuan orang lain,” jelas Kapolres Barito Utara AKBP Dodo Hendro Kusuma melalui Kasat Reskrim Kristanto Situmeang kepada apahabar.com, Selasa (26/5).

Baca juga :  Setelah Kampung Tangguh, Polsek Pulau Laut Utara Siapkan Pasar Tangguh Banua 'Kemakmuran'

Lantas, siapa pria yang menghamili tersangka? Kasat Reskrim bilang masih dalam pendalaman pihaknya. Sementara didapat keterangan anak tersebut hasil hubungan gelap dengan sang pacar.

Sebelumnya tersangka Nataline ditangkap Satreskrim Polres Barut karena telah menyumpal mulut bayinya sendiri dengan kain hingga tewas. Setelah memastikan anaknya meninggal, tersangka memasukkan jasad ke sebuah kantong plastik dan dibuang ke belakang rumah warga bernama Karmila.

Baca juga :  Kapolres HSU Resmikan 7 Kampung Tangguh Banua

“Dengan maksud menghilangkan jejak,” ujar Kristanto.

Namun rupanya takdir berkehendak lain, jasad tersebut ditemukan oleh Hj Rukmiati. Saat itu ia mau memberi makan burung daranya dan mencium aroma busuk.

Setelah dicek ternyata bau busuk itu berasal dari kantong plastik yang didalamnya berisikan orok yang sudah meninggal.

Reporter: Ahc17
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Imbauan Tidak Cukup, Guru Bakhiet: Perlu Tindakan Tegas untuk Hindari Sebaran Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin Diteror Kabut Asap Kiriman, Sampai Kapan?
apahabar.com

Kalsel

Letkol Arm Siswo Budiarto: Jangan Paksa Buka Pesantren
apahabar.com

Kalsel

Kawin Kontrak, Ini Kata Akademisi
apahabar.com

Kalsel

Menuju Sekolah Sehat Nasional, MAN 1 HST Raih Penghargaan
5 Unit Kendaraan Roda 3 Milik DLH Kota Masih Nganggur

Kalsel

5 Unit Kendaraan Roda 3 Milik DLH Kota Masih Nganggur
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Unit Rumah Terbakar di Pulau Sebuku, Paman Birin ke TKP dengan Helikopter
apahabar.com

Kalsel

Unsur Pimpinan DPRD Kalsel Segera Disumpah, Begini Penjelasan Sekwan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com