Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Tetap Ikuti Prosedur Kesehatan, WHO Peringatkan Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 26 Mei 2020 - 12:21 WIB

Tetap Ikuti Prosedur Kesehatan, WHO Peringatkan Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

Petugas medis membawa seorang pasien virus corona di Rumah Sakit Dr. Ernesto Che Guevara di Marica, Brasil, Kamis (21/5). Dunia saat ini masih berada di tengah-tengah gelombang pertama Covid-19. Foto-AP/Leo Correa

apahabar.com, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kemungkinan datangnya gelombang kedua pandemi Covid-19.

Dunia saat ini masih berada di tengah-tengah gelombang pertama karena peningkatan kasus virus corona di Amerika Tengah dan Selatan, serta Asia Selatan dan Afrika masih tinggi.

Keterangan itu disampaikan Kepala Kedaruratan WHO Mike Ryan, Senin (25/05). Ryan mengatakan epidemi penyakit sering kali tidak datang hanya dalam satu gelombang saja.

Kemungkinan, pandemi virus corona gelombang kedua bisa datang pada akhir tahun di negara-negara yang mulai mereda. Jumlah kasus pada gelombang dua bisa meningkat lebih cepat jika langkah-langkah pencegahan dihentikan terlalu cepat.

“Kita juga harus menyadari fakta bahwa penyakit ini dapat melonjak kapan saja. Kita tidak dapat membuat asumsi bahwa hanya karena penyakit sedang dalam perjalanan sekarang ini akan terus turun dan kita mendapatkan beberapa bulan untuk bersiap-siap untuk gelombang kedua. Kita mungkin mendapatkan puncak kedua dalam gelombang ini,” kata Ryan.

Ryan mengatakan, negara-negara Eropa dan Amerika Utara harus terus menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengawasan yang komprehensif untuk menekan jumlah kasus infeksi virus corona. Apabila mereka lalai, maka kemungkinan jumlah kasus pada gelombang kedua bisa meningkat lebih tajam daripada gelombang pertama.

“Ketika berbicara tentang gelombang kedua yang kita maksud adalah gelombang pertama itu masih ada, penyakit itu telah reda kemudian muncul lagi berbulan-bulan kemudian. Ini mungkin bisa menghantam beberapa negara dalam waktu beberapa bulan,” kata Ryan.

Sejumlah negara Eropa dan negara-negara bagian Amerika Serikat telah mengambil langkah untuk melonggarkan lockdown selama beberapa pekan terakhir. Pelonggaran tersebut bertujuan mengembalikan kegiatan ekonomi yang telah anjlok selama pandemi berlangsung.(Rep/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

4 Polisi Terluka Diserang Terduga Teroris
apahabar.com

Nasional

Bertambah 5.272, Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 463.007 Kasus
apahabar.com

Nasional

Blokir Akses Internet di Papua, Presiden Dianggap Melanggar Hukum
apahabar.com

Nasional

BMKG Masih Bingung Asal Suara Misterius di Langit Pantura Jateng
apahabar.com

Nasional

Gempa Sumbar Tak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

KPK: 2 Pegawai Positif Covid-19 Masih Jalani Isolasi di Rumah Sakit
apahabar.com

Nasional

Tanggapi Bom Medan, Menag: Fenomena Ajaran Agama Disalahpahami
apahabar.com

Nasional

Peringati Nuzulul Quran, Jokowi: Perkuat Semangat Kebangsaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com