BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Upaya BPJS Kesehatan Barabai Jaga Keberlangsungan JKN-KIS

- Apahabar.com Kamis, 28 Mei 2020 - 11:04 WIB

Upaya BPJS Kesehatan Barabai Jaga Keberlangsungan JKN-KIS

Pegawai BPJS Kesehatan Barabai membagikan kaos di kawasan pasar Barabai, Rabu (27/5). Foto-Reza for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – BPJS Kesehatan Cabang Barabai, gencar mengingatkan masyarakat untuk rutin membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Terutama bagi peserta mandiri yang memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Kepala Cabang BPJS Kesehatan, Chohari menyebutkan, sudah menjadi tugas utama BPJS Kesehatan agar program JKN-KIS dapat berkelanjutan dengan cara mengingatkan untuk membayar iuran.

Salah satu terobosan mereka sebagai langkah menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional JKN-KIS di daerah Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), yakni membagikan ratusan kaos pengingat iuran kepada tukang becak, tukang parkir, dan pedagang di ibu kota HST.

Pada kaos yang dibagikan itu tertulis agar rutin membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya.

“Kami harapkan dengan adanya pembagian kaos ini, masyarakat yang dengan sengaja maupun tidak membacanya bisa ingat terus bayar iuran JKN-KIS-nya saat berpapasan dengan yang menggunakan,” kata Chohari, Kamis (28/5).

Adapun upaya lainnya, lanjut Chohari, dengan diberlakukannya sistem autodebt untuk peserta baru di segmen peserta mandiri atau yang berurusan di Kantor BPJS Kesehatan.

Chohari membeberkan, terkait autodebt, pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa bank yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan BCA untuk melayani sistem tersebut.

Namun jika belum menggunakan sistem itu, bisa juga dibayarkan secara manual di bank-bank BUMN termasuk ATM, Online Banking, Kantor Pos, situs belanja online serta channel pembayaran lainnya yang tersebar atau biasa disebut dengan PPOB.

“Diharapkan sebelum tanggal 10 sudah terbayar untuk memastikan KIS aktif dan dapat dipergunakan,” tegas Chohari.

Selain sebagai program kerja, aksi tersebut juga diharapkan sebagai sarana berbagi di bulan Syawal serta silaturahmi kepada mereka yang membutuhkan.

“Walaupun kaosnya tidak seberapa, paling tidak bisa digunakan untuk keseharian mereka dalam mencari nafkah,” tutur Chohari.

Ia berharap agar ke depannya kegiatan berbagi dalam hal sekecil apapun dapat dilakukan terus menerus. Guna mendekatkan Program JKN-KIS dan BPJS Kesehatan kepada masyarakat disemua lapisan.

Sementara itu, Ghofur (31), pedagang mainan anak di kawasan Pasar Murakata yang menerima kaos tersebut, merasa senang atas kaos yang diberikan secara cuma-cuma oleh BPJS Kesehatan.

Selain dirinya berterimakasih, Ghofur beranggapan dengan menerima dan memakai kaos tersebut, ia merasa turut menyukseskan Program JKN-KIS.

“Kalau ada yang baca dan tersadar, berarti saya ikut membantu pemerintah dan BPJS Kesehatan,” ucap Ghofur.

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Punya Pengalaman JKN-KIS, Risdha Rasakan Kemudahan E-Dabu

BPJS Kesehatan Barabai

Kehadiran Bayi Laki-Laki, Rasminah Terbantu KIS PBI APBN
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Pelayanan Terkendala, Fathur Tak Mau Telat Bayar Iuran JKN-KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Percayakan Pada Selembar Kartu, Arsyad Punya Cerita Persalinan Istrinya
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Di Tengah Pandemi, Penarik Becak Asal HST Andalkan Kartu Sakti
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Mengintip Prestasi Dokter Aminah, Peraih Penghargaan BPJS Award 2020  
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Kismani Kantongi JKN-KIS, Tak Berarti Kesehatan Jadi Nomor Dua
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Operasi Jantung Senilai 200 Juta Tanpa Biaya?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com