Kalsel Tidak Izinkan Tenaga Kerja Asing Masuk Berhasil ke Antariksa, Miliarder Dunia Jeff Bezos Disebut Titisan Alien Demang Lehman Sosok Panglima Perang Banjar, Penelusuran Misteri Kematian dan Makamnya Hari Ini, Belasan Pasien Covid-19 Tanah Bumbu Sembuh! Khawatir Ada Korban, Warga Kotabaru Ramai-Ramai Tangkap Buaya Liar

Update Covid-19 di Banjarmasin, Usia 40 Tahun Sumbang Kematian Terbesar

- Apahabar.com     Kamis, 21 Mei 2020 - 20:17 WITA

Update Covid-19 di Banjarmasin, Usia 40 Tahun Sumbang Kematian Terbesar

ILUSTRASI: Delapan petugas mengangkat keranda PDP yang belakangan dinyatakan positif Covid-19 ke lokasi pemakaman di Marabahan. Foto-Humpro Setda Batola

apahabar.com, BANJARMASIN – Bak bola salju yang menggelinding, jumlah kematian Covid-19 di Banjarmasin terus bertambah.

Kini, angkanya mencapai 45 kasus. Dibanding kemarin, bertambah dua pengidap.

Per Kamis (21/5), penyebaran Covid-19 di Banjarmasin telah menyentuh 200 kasus, dengan 47 meninggal dunia, dan 20 sembuh.

Penelurusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, bentang usia yang meninggal dominan berusia 40 tahun ke atas.

“Dominasi paling tinggi kasus meninggal terpapar virus Corona berusia 40 tahun ke atas,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Banjarmasin, Machli Riyadi.

Pemicu kematian, lanjut dia, tidak lain masih banyaknya warga yang menganggap sepele pilek, dan batuk, gejala awal Covid-19.

Padahal di daerah seperti Banjarmasin yang sudah ditetapkan sebagai transmisi lokal, orang yang memiliki gejala demikian masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP).

Selanjutnya, ODP itu wajib mengarantina diri selama 14 hari.

“Tapi itu tidak diindahkan, batuk dan pilek masih bekerja sehingga jatuhlah dia ke kondisi lebih parah lagi sampai meninggal,” ucapnya.

Lebih lanjut, secara umum pengidap Covid-19 di Banjarmasin yang meninggal dunia umumnya memiliki penyakit bawaan.

Penyakit dimaksud antara lain diabetes, hipertensi dan paru dan TBC.

“Umumnya penyakit itu memengaruhi kematian seseorang dan kepada mereka kita imbau untuk di rumah saja,” tuturnya.

Dengan begitu, Machli cukup prihatin dengan angka kematian yang disebabkan virus dari Wuhan, China itu.

Menurutnya, banyak orang datang ke Kota Banjarmasin sudah dengan kondisi sakit parah.

Sehingga mengharuskan yang bersangkutan dirawat di rumah sakit (RS) karena penyakit yang dideritanya.

“Keadaan saat itu yang kita sayangkan di masyarakat,” ucapnya.

Dilaporkannya juga dari 200 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Banjarmasin 131 di antaranya dirawat di isolasi rumah sakit rujukan.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 79 kasus; 62 kasus berat, 10 sedang dan 7 ringan.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Vaksinasi Covid-19

Banjarmasin

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Banjarmasin Baru 20 Persen
apahabar.com

Kalsel

Gila! Petani Amuntai Cuma Diupah 2 Butir Obat untuk Jadi Kurir
apahabar.com

Kalsel

Disdik Banjarmasin Larang Pelajar Rayakan Valentine Day
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Maksimalkan 4 Laboratorium Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Legislator Kalsel Perjuangkan Batola dan Tanbu Masuk Food Estate di Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Dapat Kunjungan Istri Bupati HST, TP PKK Kundan Sambut Ceria
apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik, 4 lagi Pasien Covid-19 di Kotabaru Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Malam ini Godbless Siap Hentak Marabahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com