Kalsel Kedatangan Pejabat Pusat, Ibnu Sina Minta Laboratorium Bertambah Belasan, 6 Positif Covid-19 di Kotabaru Pejuang Medis dan WNA Sosok AS, Terduga Teroris di Tanbu yang Diamankan Densus 88 Densus 88 Beraksi di Tanah Bumbu, Buku Jihad dan Syal Diamankan Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya




Home Kalsel

Kamis, 21 Mei 2020 - 20:17 WIB

Update Covid-19 di Banjarmasin, Usia 40 Tahun Sumbang Kematian Terbesar

Aam - Apahabar.com

ILUSTRASI: Delapan petugas mengangkat keranda PDP yang belakangan dinyatakan positif Covid-19 ke lokasi pemakaman di Marabahan. Foto-Humpro Setda Batola

ILUSTRASI: Delapan petugas mengangkat keranda PDP yang belakangan dinyatakan positif Covid-19 ke lokasi pemakaman di Marabahan. Foto-Humpro Setda Batola

apahabar.com, BANJARMASIN – Bak bola salju yang menggelinding, jumlah kematian Covid-19 di Banjarmasin terus bertambah.

Kini, angkanya mencapai 45 kasus. Dibanding kemarin, bertambah dua pengidap.

Per Kamis (21/5), penyebaran Covid-19 di Banjarmasin telah menyentuh 200 kasus, dengan 47 meninggal dunia, dan 20 sembuh.

Penelurusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, bentang usia yang meninggal dominan berusia 40 tahun ke atas.

“Dominasi paling tinggi kasus meninggal terpapar virus Corona berusia 40 tahun ke atas,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Banjarmasin, Machli Riyadi.

Pemicu kematian, lanjut dia, tidak lain masih banyaknya warga yang menganggap sepele pilek, dan batuk, gejala awal Covid-19.

Baca juga :  Peduli Covid 19, Yonif 621 Pun Turun Tangan di Barabai

Padahal di daerah seperti Banjarmasin yang sudah ditetapkan sebagai transmisi lokal, orang yang memiliki gejala demikian masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP).

Selanjutnya, ODP itu wajib mengarantina diri selama 14 hari.

“Tapi itu tidak diindahkan, batuk dan pilek masih bekerja sehingga jatuhlah dia ke kondisi lebih parah lagi sampai meninggal,” ucapnya.

Lebih lanjut, secara umum pengidap Covid-19 di Banjarmasin yang meninggal dunia umumnya memiliki penyakit bawaan.

Penyakit dimaksud antara lain diabetes, hipertensi dan paru dan TBC.

“Umumnya penyakit itu memengaruhi kematian seseorang dan kepada mereka kita imbau untuk di rumah saja,” tuturnya.

Baca juga :  Dipolisikan Habib Banua, Adhariani: No Comment, Puasa

Dengan begitu, Machli cukup prihatin dengan angka kematian yang disebabkan virus dari Wuhan, China itu.

Menurutnya, banyak orang datang ke Kota Banjarmasin sudah dengan kondisi sakit parah.

Sehingga mengharuskan yang bersangkutan dirawat di rumah sakit (RS) karena penyakit yang dideritanya.

“Keadaan saat itu yang kita sayangkan di masyarakat,” ucapnya.

Dilaporkannya juga dari 200 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Banjarmasin 131 di antaranya dirawat di isolasi rumah sakit rujukan.

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 79 kasus; 62 kasus berat, 10 sedang dan 7 ringan.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Update Banjir Banjarbaru, 50 Orang Dievakuasi
apahabar.com

Kalsel

Update 22 Mei: Total Positif Covid-19 di Kalsel Capai 572 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Jelang HPN, SMSI Kalsel Dorong Verifikasi Media Online
apahabar.com

Kalsel

Ditemukan 19 Orang Reaktif di Pasar Wangkang Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Realisasi Dana Kelurahan: Kecamatan Banjarmasin Timur Terendah, Barat Tertinggi
apahabar.com

Kalsel

Hendak Pipis, Bocah 4 Tahun Tewas di Sungai Barito
apahabar.com

Kalsel

RSUD Sultan Suriansyah Layani 400 Lebih Pasien BPJS
apahabar.com

Kalsel

Jumlah Komputer Terbatas, SKD CPNS Batola Menumpang di Banjarbaru