Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Warga Batola Diharap Bersabar, Data BST Kemensos Belum Lengkap

- Apahabar.com Kamis, 14 Mei 2020 - 16:33 WIB

Warga Batola Diharap Bersabar, Data BST Kemensos Belum Lengkap

Selain BST Kemensos, warga Batola yang kurang mampu dan terdampak Covid-19 juga dibantu bahan pokok dari pemerintah setempat. Foto: Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Dengan alasan data dan anggaran penerima belum lengkap, pembayaran Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial masih ditunda di Barito Kuala.

Dalam upaya menekan dampak penyebaran Covid-19, Kemensos menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada masyarakat sebesar Rp600 ribu per bulan per kepala keluarga selama April hingga Juni 2020.

Menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Batola telah mengusulkan 15.005 keluarga penerima manfaat dari total sekitar 32.000 warga tidak mampu dan rentan.

“Selanjutnya pembayaran dilakukan melalui rekening Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Kantor Pos,” jelas Kepala Dinas Sosial Batola, Fuad Syekh, Kamis (14/5).

Beberapa daerah sudah mulai melakukan pembayaran BST. Namun khusus di Batola, bantuan tersebut belum dapat segera dibayarkan.

“Situasi ini disebabkan data dan anggaran yang dikirimkan Kantor Pos baru sebanyak 8.951 orang dari sekitar 13.000 penerima,” papar Fuad.

“Sesuai petunjuk Bupati Batola, pembayaran sebaiknya dilakukan serentak, setelah semua data dan anggaran terpenuhi. Insya Allah pembayaran dapat dilakukan sebelum Idul Fitri,” sambungnya.

Data yang dikirimkan PT Pos Indonesia memang bertahap, tergantung penyelesaian proses verifikasi, “Kami juga senantiasa melakukan cek dan ricek data untuk menghindari penerima ganda,” yakin Fuad.

“Seandainya yang bersangkutan terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan lain, langsung dihapus dan dimintakan pengganti kepada kecamatan bersangkutan,” tambahnya.

Sementara untuk teknis pengambilan, penerima harus membawa KTP dan Kartu Keluarga asli, serta mengenakan masker.

“KTP sementara masih diperbolehkan, tetapi hanya untuk yang dikeluarkan Dinas Dukcapil,” timpal Lilik Wahyu Saptono, Kepala Kantor Pos Banjarmasin yang membawahi area Banjarmasin dan Batola.

“Kami juga membuat jadwal pembayaran per kelurahan atau desa. Bisa dibayarkan di Kantor Pos, maupun kantor kecamatan dan kelurahan atau desa. Intinya tergantung situasi dan kondisi daerah, mengingat belum semua kecamatan di Batola memiliki Kantor Pos,” sambungnya.

Sedangkan warga lanjut usia yang sedang sakit, mendapatkan pelayanan ekslusif. Pembayaran BST dijanjikan diantar ke rumah.

“Sebenarnya dapat diwakilkan, selama nama perwakilan terdaftar dalam Kartu Keluarga. Diusahakan sesuai tingkatan, seperti mulai dari istri, anak tertua, anak kedua dan seterusnya,” tandas Lilik.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Barang Pokok di Balangan Aman Hingga Idul Fitri  
apahabar.com

Kalsel

Resmi, Polda Kalsel Beri Izin Resepsi Pernikahan Lagi

Kalsel

Kronologi Singkat Kepala IGD RSUD Ansari Saleh Banjarmasin Meninggal Dunia Akibat Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Kemarau, Tiga Armada Tangki Siaga di Balangan
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Kalsel Sita 44 Koli Tabloid Indonesia Barokah Siap Edar
apahabar.com

Kalsel

Lalu Lintas Banjarmasin Sesudah dan Sebelum Anjuran #DirumahAja
apahabar.com

Kalsel

Masuki Masa Tenang, Bawaslu Ingatkan Pemberitaan dan Iklan Kampanye Distop
apahabar.com

Kalsel

Lawan Covid-19, TMP Kalsel Gotong-royong Salurkan Bantuan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com