3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Waspada, Warga Banjarmasin Diancam Kluster Baru Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 26 Mei 2020 - 14:35 WIB

Waspada, Warga Banjarmasin Diancam Kluster Baru Covid-19

ilustrasi PSBB banjarmasin. Fotoapahabar.com/Zulfikar

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus terkonfirmasi positif virus Corona di Kota Banjarmasin melonjak hingga 223 pasien.

Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarmasin menyebut lonjakan ini dari wilayah penyebaran atau kluster lama.

Namun ada satu kluster baru muncul. Yakni di Kelurahan Sungai Bilu, Banjarmasin Timur.

Dilaporkan di Kelurahan Sungai Bilu terdapat 17 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Angka tersebut paling banyak dibandingkan kelurahan lainnya di ibu kota Kalsel itu.

“Kluster Sungai Bilu ini juga menjadi perhatian kami, sepertinya angka terus melonjak dan perlu diantisipasi,” ujar Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Selasa (26/5).

Ibnu menyampaikan selain Sungai Bilu, kluster lama lainnya seperti jemaah dari Gowa, Sentra Antasari dan Kelurahan Pekapuran pun tak luput dari sorotan Tim Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin.

Sebab, Ibnu khawatir dari kluster tersebut masih sangat membahayakan untuk perkembangan percepatan penanganan Covid-19.

Di lain sisi, cuma ada dua kelurahan yang masih zona hijau atau terbebas dari infeksi virus Corona.

Kedua kelurahan tersebut adalah Alalak Tengah dan Kertak Baru Ulu.

“Makanya skala kecil penanganan kasus Corona di tingkat kelurahan menjadi penting bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Ibnu bilang grafik kurva kasus Covid-19 di Banjarmasin seperti jalan ditempat alias datar.

Sebab, penularan wabah Covid-19 di Banjarmasin diprediksi belum sampai puncaknya.

Makanya, lanjut Ibnu mengimbau warga untuk jangan alergi dengan melonjaknya kasus Covid-19 ini.

Sebab semua temuan kasus tersebut, hasil dari tracking dari petugas kesehatan yang dibantu oleh TNI dan Polri.

“Bisa saja grafik kasus ini dilandaikan, tapi yang kita inginkan cari terus sampai ketemu sesuai dengan kaidah epidemiologi,” ucapnya.

Dengan begitu, Ibnu mengharapkan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid ketiga ini berlangsung dengan baik.

Harapan tersebut bisa berjalan apabila tidak ada lagi orang yang masuk ke Kota Seribu Sungai.

“Saya juga khawatir jika bandara dibuka dan PSBB di kabupaten/kota tak efektif jadinya ada penularan lagi,” tuturnya mengakhiri.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Ratusan Ojol di Banjarmasin Dapat Sembako

Tak Berkategori

Diturunkan di Liga Polandia, Egy Maulana Vikri Tak Bisa Cetak Gol, Lechia Gdansk Kalah 0-1 di Kandang
apahabar.com

Tak Berkategori

Sajian Maknyus Iduladha, Ini Makanan Penurun Kolesterol
apahabar.com

Tak Berkategori

Protokol Kesehatan di THM, Tunggu Surat Keputusan Bersama
apahabar.com

Tak Berkategori

Pemkab Balangan Apresiasi Keberhasilan Desa Bihara Hilir Sebagai Kampung Proklim Utama 2020
apahabar.com

Tak Berkategori

Aturan Pemantaun Hilal di Tengah Covid-19

Nasional

Solusi Energi Terbarukan, Pertamina Andalkan PT PPI
apahabar.com

Tak Berkategori

Hasil Timnas U-19 Indonesia vs Bosnia, Babak Pertama 0-0, Erlangga, Andre dan Jack Brown Main
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com