Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Alasan Mencengangkan Disdik Mengapa Anak SMP di Banjarmasin Harus Sekolah Tatap Muka

WHO: Meski Ada Vaksin, Kemungkinan Corona Tidak Bisa Hilang

- Apahabar.com Kamis, 14 Mei 2020 - 20:59 WIB

WHO: Meski Ada Vaksin, Kemungkinan Corona Tidak Bisa Hilang

Ilustrasi Virus Corona. Foto-Shutterstock/re1

apahabar.com, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan meski nanti telah ditemukan vaksin, namun virus corona kemungkinan tidak akan bisa hilang.

Berbicara pada briefing pada Rabu (13/05), Direktur kedaruratan WHO Dr Mike Ryan memperingatkan, agar tidak mencoba memprediksi kapan virus akan hilang.

Bahkan, dia menambahkan, jika vaksin ditemukan, mengendalikan virus akan membutuhkan upaya besar-besaran. Apalagi, hampir 300 ribu orang di seluruh dunia dilaporkan meninggal akibat virus corona, dan lebih dari 4,3 juta kasus tercatat.

“Virus ini dapat menjadi virus endemik lain di komunitas kita, dan virus ini mungkin tidak akan pernah hilang,” kata Dr Ryan pada konferensi pers virtual dari Jenewa, dilansir di BBC, Kamis (14/05).

“HIV belum hilang, tetapi kita telah sepakat dengan virus ini,” tambahnya.

Dr Ryan kemudian mengatakan, dia tidak percaya siapa pun dapat memprediksi kapan penyakit ini akan hilang. Saat ini ada lebih dari 100 vaksin potensial dalam pengembangan, tetapi Dr Ryan mencatat ada penyakit lain, seperti campak, yang masih belum dihilangkan walaupun ada vaksin.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan, masih mungkin untuk mengendalikan virus, dengan berbagai upaya.

“Lintasan ada di tangan kita, dan itu urusan semua orang, dan kita semua harus berkontribusi untuk menghentikan pandemi ini,” kata Tedros.

Ahli epidemiologi WHO, Maria van Kerkhove juga mengatakan hal yang serupa. “Kita perlu masuk ke dalam pola pikir bahwa perlu waktu untuk keluar dari pandemi ini.” kata van Kerkhove.

Sementara itu PBB memperingatkan pandemi itu menyebabkan tekanan yang luas dan kesehatan mental, terutama di negara-negara di mana ada kurangnya investasi dalam perawatan kesehatan mental.

PBB mendesak pemerintah untuk menjadikan pertimbangan kesehatan mental sebagai bagian dari tanggapan mereka secara keseluruhan.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Mulai Temukan Titik Terang Kasus Pembunuhan Editor Metro TV
apahabar.com

Nasional

Menhan Prabowo Pelajari Kemungkinan Kepulangan Habib Rizieq
apahabar.com

Nasional

Hotline Informasi Covid-19 via WhatsApp, Ini Nomor Resminya
apahabar.com

Nasional

Amirul Hajj Takziyah KH Maimoen Zubair di RS An Noer Mekah
apahabar.com

Nasional

Hitung Cepat Dinilai Sebagai Indikasi Perolehan Suara Pemilihan Umum
apahabar.com

Nasional

Sampaikan Pidato Perdana, Jokowi Dinilai Makin Pede
apahabar.com

Nasional

Cegah Kluster Libur Akhir Tahun, Jokowi Minta Jatah Cuti Diperpendek
apahabar.com

Nasional

Mulai Hari Ini Tahanan KPK Diborgol
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com