Tugboat Syarasd Satu Tenggelam di Muara Pegah Kaltim, 9 ABK Selamat Ditengarai Membelot, Berikut 8 Pengurus DPC Demokrat di Kalsel yang Ikut KLB Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa 3 Rumah di Mekarpura Kotabaru POPULER SEPEKAN: Viral Penjual Gorengan di Sekumpul, Adaro-Pama Cerai, hingga Transkrip PPK Banjar Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng

World Press Freedom Day, Dewan Pers Ingatkan soal Empati Terkait Covid-19

- Apahabar.com Minggu, 3 Mei 2020 - 20:34 WIB

World Press Freedom Day, Dewan Pers Ingatkan soal Empati Terkait Covid-19

Ilustrasi wartawan. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Saat memperingati World Press Freedom Day 3 Mei 2020, Dewan Pers meminta insan pers menumbuhkan sikap empati dan kedisiplinan publik dalam menghadapi wabah Covid-19. Jika tidak, maka penanganan wabah ini di Indonesia akan memerlukan waktu yang amat lama.
“Keberhasilan penanganan Covid-19 sangat ditentukan oleh kemampuan dalam menumbuhkan empati dan kedisiplinan publik serta memobilisasi sumber daya bangsa dan negara dengan pendekatan sistemik dan sistematik. Tanpa itu, dikhawatirkan penanganan akan memerlukan waktu lama, tingkat mortalitas yang tinggi, menambah persoalan turunan (ikutan) dan biaya sosial-ekonomi semakin tinggi,” kata Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh, Minggu (3/5).
“Untuk itu pers diharapkan mampu membangun atmosfer yang kondusif tumbuhnya empati dan kedisiplinan publik serta mobilisasi sumber daya bangsa dan negara tersebut,” sambungnya.

Nuh mengatakan insan pers memiliki peran sebagai kontrol sosial untuk mengkritisi kebijakan pemerintah. Catatannya, tetap dalam koridor kode etik jurnalistik.
Insan pers, sebut Nuh, harus menjadi rumah penjernih dalam melawan berita bohong yang tersebar di masyarakat. Dia mengatakan hal ini untuk menumbuhkan sikap optimis kepada publik dalam meningkatkan kesetiakawanan sosial.
“Dalam menyampaikan pemberitaannya, pers harus menjadi rumah penjernih (clearing house) untuk melawan berita bohong (hoax), menjaga dan membangun optimisme publik, mengajak kita semua untuk tetap patuh pada protokol COVID-19 serta meningkatkan kesetiakawanan sosial,” ujar Nuh.
Nuh meyakini pers sebagai pilar demokrasi, tentu tak luput dari ancaman dan pembatasan saat peliputan. Namun, kata Nuh, disinilah peran semua pihak untuk melindungi kehidupan pers yang berasaskan bebas dan independen.

“Sebagai pilar demokrasi, kemerdekaan pers adalah ruh dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Sudah semestinya semua pihak menunjukkan kesungguhan untuk senantiasa melindungi kehidupan pers yang bebas, independen, profesional dan bertanggung-jawab dari berbagai ancaman atau pembatasan,” katanya.
Nuh berpesan agar para insan pers memegang teguh pedoman Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 dalam melakukan peliputan. Ia menyebut pihaknya selalu membuka ruang bagi siapapun untuk menyelesaikan masalah dalam pelaksanaan jurnalistik.
“Dalam urusannya dengan masalah liputan atau pemberitaan pers, kami mengimbau agar semua pihak senantiasa menahan diri dan berpegang pada UU Pers Nomor 40 tahun 1999. Dewan Pers selalu membuka diri untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul terkait dengan hal tersebut,” ujarnya.

Dewan Pers mengapresiasi kontribusi dari unsur pers dalam mengkampanyekan melawan COVID-19. Hal itu, menurut Nuh dapat memberikan pesan positif kepada masyarakat dalam menghadapi virus Corona.
“Kami mengapresiasi kontribusi unsur pers yang telah melaksanakan kampanye simpatik melawan virus ini. Mereka secara sukarela dan bersama-sama merancang materi kampanye tentang social distancing, bekerja dari rumah, perlunya cuci tangan, ‘jangan mudik’ dan lain-lain. Sangat membantu masyarakat karena ruang media diisi dengan pesan-pesan positif bagaimana menghadapi virus Corona. Hal ini menunjukkan kepedulian komunitas pers nasional dalam membantu masyarakat dan pemerintah menangani pandemi Covid-19,” tutup Nuh. (dtk)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Gisel

Nasional

Video Syur Gisel Ternyata Dibuat Pertengahan 2017 di Medan
apahabar.com

Nasional

Belum Sempat Dirujuk, Pasien Suspect Corona di Cianjur Meninggal

Nasional

Tsunami Selat Sunda, Masyarakat Dilarang Mendekat Krakatu Radius 2 Km
apahabar.com

Nasional

Pakta Integritas Tak Bocorkan Soal Debat Capres, Jika Melanggar Moderator dan Panelis Kena Sanksi
Khofifah

Nasional

29 Hari Isolasi, Gubernur Jatim Khofifah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Nasional

Hasil Analisis Kotak Hitam Ungkap Kecelakaan Ethiopian Air Mirip Lion Air
apahabar.com

Nasional

Pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT Dinilai Bawa Dampak Positif
apahabar.com

Nasional

Psikolog: Korban Perundungan Berpotensi Jadi Bom Waktu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com