Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu

Ada Penipuan Berkedok Uji Antibodi Covid-19, FBI: Waspada!!!

- Apahabar.com Minggu, 28 Juni 2020 - 17:41 WIB

Ada Penipuan Berkedok Uji Antibodi Covid-19, FBI: Waspada!!!

Ilustrasi FBI. Foto-Reuters

apahabar.com, JAKARTA – Menuju new normal, semakin banyak tes serologi antibodi Covid-19. Terendus banyak oknum yang meluncurkan aksi penipuan berkedok tes antibodi Covid-19.

Biro Investigasi Federal (FBI) memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai pengujian tes serologi antibodi Covid-19 palsu. Jika hendak tes antibodi, ujar FBI, pastikan mereka tidak mengambil keringat, air mata, dan identitas Anda.

Tes serologi Covid-19 atau tes antibodi dapat memeriksa apakah Anda telah mengembangkan antibodi terhadap sindrom pernafasan akut coronavirus (SARS-CoV2). Kehadiran antibodi semacam itu adalah tanda bahwa Anda sudah pernah terpapar virus. Tubuh seseorang membutuhkan waktu untuk membentuk antibodi, sehingga antibodi biasanya tidak bisa dideteksi sejak dini selama infeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan, memiliki antibodi tidak menunjukkan kekebalan seseorang terhadap Covid-19. Hingga kini para peneliti masih mengkaji apakah antibodi dapat mengembangkan kekebalan terhadap virus atau tidak, dan jika ya, berapa lama imunitas itu bertahan.

Namun semua ini tidak menghentikan para oknum dalam menjalankan aksi penipuannya dengan membuat segala macam klaim. FBI mencatat beberapa indikator potensial penipuan dalam tes antibodi seperti dilansir Forbes, Minggu (28/6).

1. Oknum menunjukkan klaim persetujuan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) untuk pengujian antibodi yang tidak dapat diverifikasi.
2. Menyebarkan iklan untuk pengujian antibodi melalui platform media sosial, email, panggilan telepon, online, atau dari sumber yang tidak diminta atau tidak diketahui.
3. Oknum menawarkan tes antibodi COVID-19 secara gratis atau memberikan insentif untuk menjalani pengujian.
4. Menghubungi masyarakat secara langsung melalui telepon, atau email untuk memberi tahu bahwa pemerintah atau pejabat pemerintah mengharuskan Anda untuk melakukan tes antibodi COVID-19.
5. Oknum menjanjikan honor bagi mereka yang bisa mengikuti tes.

Menurut penyelidikan FBI, para penipu menggunakan skema tes serologi untuk mencuri uang dan informasi pribadi. Aksi jahatnya bisa dilakukan melalui pertanyaan wawancara, formulir, atau survei yang dilakukan bahkan sebelum Anda setuju untuk diuji.

“Jadi waspada ketika Anda mendengar sesuatu seperti ‘Cobalah tes antibodi kami yang luar biasa. Tapi ngomong-ngomong siapa nama hewan peliharaan pertamamu?’ Pertanyaan semacam ini tidak ada kaitannya dengan uji serologi. Anda harus waspada,” demikian pernyataan FBI.

FBI juga merekomendasikan agar Anda berkonsultasi dengan dokter langganan sebelum menjalani tes antibodi. Sebab dokter tersebut benar-benar mengenal riwayat medis Anda. (rep)

Editor: Syarif

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Beber Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021
apahabar.com

Nasional

Presiden Tegaskan Tidak Ada Pengembalian Mandat Dalam UU KPK
apahabar.com

Nasional

Kemendagri: Pemetaan Zona Penyebaran Covid-19 Tak Cerminkan Kondisi Sebenarnya
apahabar.com

Nasional

Kepala Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Tambah Nilai Ekonomi di Sektor Nontradisional
Darurat Covid-19, Jadi Momentum Evaluasi Sistem Pendidikan

Nasional

Darurat Covid-19, Jadi Momentum Evaluasi Sistem Pendidikan
apahabar.com

Nasional

Beraktivitas di Tengah Pandemi Covid-19, Ingat Pesan Dokter Cantik Reisa Ini
apahabar.com

Nasional

Masih Pandemi, MUI: Alihkan Perjuangan di Lapangan ke Uji Materi MK
apahabar.com

Nasional

Protes di Jalur Gaza, Tentara Israel Lukai 75 Warga Palestina
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com