Jokowi Sebut Potensi Wakaf Uang Bisa Tembus Rp 188 Triliun Naik 1.000 per Gram, Segini Harga Emas Antam Hari Ini BREAKING NEWS: Belasan Warga Tanah Bumbu Diduga Terjebak Longsor di Tambang Batu Bara Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang

Ajaran Baru Sekolah Juli, Pembelajaran Tatap Muka Tidak Berlaku di Kalsel

- Apahabar.com Senin, 15 Juni 2020 - 22:11 WIB

Ajaran Baru Sekolah Juli, Pembelajaran Tatap Muka Tidak Berlaku di Kalsel

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan tahun ajaran baru sekolah di tanah air akan dimulai pada 13 Juli 2020. Namun yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka khusus zona hijau.

Sistem zonasi itu mengacu berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19. Sementara di Kalsel tidak ada kabupaten/kota yang masuk zona hijau.

Berdasarkan update per 8 Juni 2020, daftar zonasi warna 13 Kab/Kota se Kalsel sebagai berikut: ⁣

Zona kuning (Risiko Rendah): Kab HSS. ⁣

Zona oranye (Risiko Sedang): Tanah Bumbu, HST, HSU, Balangan, Tapin, Tabalong. ⁣

Zona Merah (Risiko Tinggi) : Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Kab Banjar, Kotabaru, Batola. ⁣

Nadiem menegaskan, untuk sekolah mulai dari jenjang pendidikan usia dini hingga menengah yang berada di zona kuning, zona oranye, zona merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut, lanjut Nadiem, tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR).

Saat ini di Indonesia hanya ada 6% yang berada di zona hijau. Sisanya 94% tidak diperkenankan karena masih ada risiko penyebaran covid.

Bagi sekolah di zona hijau untuk bisa bertatap muka juga harus mengantongi izin banyak pihak.

“Pada saat ini 94 persen daripada populasi peserta didik di pendidikan dini, dasar dan menengah kita berada di zona kuning, oranye dan merah sehingga tidak diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” papar Nadiem melalui Siaran Langsung di kanal Youtube Kemendikbud RI, Senin (15/6) sore.

Bahwa saat ini, lanjut Nadiem, karena hanya 6 persen dari populasi peserta didik yang di zona hijau, hanya merekalah yang pemerintah daerahnya boleh mengambil keputusan sekolah dengan tatap muka.

“Kalau zona hijau menjadi zona kuning, satuan pendidikan wajib ditutup kembali, tidak boleh tatap muka,” imbuh Nadiem.

Pembukaan sekolah di zona hijau pun, disebut Nadiem, harus memenuhi banyak persyaratan.

Pertama, harus berada di zona hijau yang penetapannya oleh gugus tugas Kabupaten atau Kota, harus zona hijau.

Kedua, Pemda harus memberikan izin.

Ketiga, satuan pendidikan atau sekolahnya telah memenuhi check list.

Keempat, orang tua juga harus setuju anaknya sekolah

Keputusan Orangtua

Terlepas dari itu, Nadiem Makarim mengatakan keputusan akhir anak bisa kembali melakukan kegiatan belajar di sekolah berada di orang tua.

“Keputusan akhir peserta didik masuk apa tidak ada di tangan orang tua, kalaupun sekolah dibuka tidak bisa memaksa orang tua yang tidak nyaman anaknya masuk,” kata Nadiem.

Menanggapi kekhwatiran orang tua yang khawatir akan ada penularan COVID-19 di sekolah, Nadiem mengatakan hal ini menjadi dasar semakin rendah jenjang pendidikan maka semakin jauh waktu belajar tatap muka.

“Terutama buat SD dan PAUD makanya kami mau melakukan ini sepelan mungkin dengan tier-ing tersebut, bahkan dengan tatap muka sangat di bawah normal jadi semua sekolah yang mau masa transisi harus melakukan shifting,” katanya.

Dia mengharapkan semakin banyak zona hijau ke depannya yang siap kembali melakukan kegiatan belajar tatap muka.
Kemendikbud pun menurutnya telah menyiapkan berbagai skenario terkait new normal di dunia pendidikan.

“Kalau orang tua masih tidak nyaman mengizinkan anaknya, boleh tidak. Ini hanya yang zona hijau yang hanya 6% dari zona hijau, jadi tergantung pada keputusan gugus tugas,” ujar Nadiem.(cnbci/kmps)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menhub Usulkan Puncak HPN 2020 di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bagi Tips Menjaga Tubuh Tetap Bugar
apahabar.com

Nasional

Heboh Klaim Kemenangan, Massa Pendukung di Kalsel Harus Tahan Diri
apahabar.com

Nasional

Dandim Sebut Tak Ada Anggota TNI Terlibat Penyerangan Mapolsek Ciracas
apahabar.com

Nasional

Mendikbud Tegaskan Selain di Zona Hijau, Sekolah Dilarang Tatap Muka
apahabar.com

Nasional

Gibran-Kaesang Masuk Bursa Wali Kota Surakarta, Jokowi: Maju Saja
apahabar.com

Nasional

Said Aqil: Ustaz Arifin Ilham Orang yang Sangat Sederhana
apahabar.com

Nasional

Neneng Korban Tsunami Menangis Harta Bendanya Dijarah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com