Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako

Angin Segar dari AS, Rupiah Diprediksi Menguat

- Apahabar.com Rabu, 17 Juni 2020 - 11:57 WIB

Angin Segar dari AS, Rupiah Diprediksi Menguat

Rupiah hari ini diprediksi menguat efek dari kebijakan baru bank sentral AS. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank, Rabu (17/6) pagi diprediksi masih menguat. Itu dipicu kebijakan terbaru bank sentral AS The Fed, Rabu (17/6).

Pada pukul 09.37 WIB, rupiah menguat 30 poin. Atau 0,21 persen menjadi Rp14.060 per dolar AS. Dari sebelumnya Rp14.090 per dolar AS.

Sentimen positif dari kebijakan stimulus baru The Fed kelihatannya masih menjadi pemicu penguatan harga aset-aset berisiko pagi ini.

“Rupiah juga masih bisa menguat terhadap dolar AS hari ini karena sentimen The Fed tersebut,” ujar Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra.

Selain itu, sentimen positif juga dipicu rencana stimulus pemerintah AS sebesar satu triliun dolar AS untuk infrastruktur.

Rilis data penjualan ritel AS semalam, yang mengalami kenaikan di Mei juga menguatkan sentimen positif bahwa pembukaan kembali ekonomi mendorong pemulihan.

Data penjualan ritel AS tumbuh 17,7 persen (mom) pada Mei dibandingkan data April yang turun 14,7 persen.

Namun, di sisi lain, lanjut Ariston, munculnya gelombang kedua pandemi dan masih meningginya penyebaran wabah di seluruh dunia masih menjadi kekhawatiran pasar.

“Kekhawatiran ini bisa menahan penguatan dan memicu pelemahan aset berisiko kembali,” katanya.

Ia menambahkan laporan IMF soal kontraksi ekonomi global yang diperkirakan melebihi prediksi sebelumnya, juga bisa menjadi penekan aset berisiko.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi bergerak menguat ke kisaran Rp14.000 per dolar AS dan potensi pelemahan ke Rp14.150 per dolar AS.

Pada Selasa (16/6) lalu, rupiah menguat 25 poin atau 0,18 persen menjadi Rp14.090 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.115 per dolar AS. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Khawatir Gelombang Ke-2 Covid-19, Bursa Saham Tokyo Ditutup Turun
apahabar.com

Ekbis

Inkindo dan Perkindo Gelar Dialog Hukum Lagi, Apa Hasilnya?
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Wabah Covid-19, IHSG Diprediksi Bergerak Variatif
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Tol Terpanjang di RI Diresmikan
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Akan Datangkan Bahan Baku Masker dari Eropa
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Awal Pekan Melemah 128 Poin ke Level Rp 13.888
apahabar.com

Ekbis

Covid-19 Mewabah, Apindo Kalsel Usul Penghapusan Pajak Penghasilan
apahabar.com

Ekbis

Terjun Bebas, Harga Tiket ke Korsel Hanya Rp149 Ribu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com