Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

AS Sebut 4 Media China Sebagai Alat Propaganda Partai Komunis

- Apahabar.com Selasa, 23 Juni 2020 - 10:46 WIB

AS Sebut 4 Media China Sebagai Alat Propaganda Partai Komunis

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Foto-Reuters/Kevin Lamarque via Antara

apahabar.com, WASHINGTON – Pemerintah AS menyebut pihaknya akan mulai memperlakukan empat media utama China sebagai misi negara asing, setelah menuduh mereka sebagai corong pemerintah dengan menuliskan status sebagai “media propaganda” di bawah kendali Partai Komunis.

Diplomat senior AS untuk Asia Timur, David Stilwell, mengatakan hal itu di hadapan wartawan, Senin (22/6). Dengan menyebut keempat media tersebut: China Central Television (CCTV), China News Service (CNS), People’s Daily, dan Global Times.

“Partai Komunis tidak hanya menerapkan kontrol operasional saja terhadap alat propaganda tersebut, namun juga secara penuh menjalankan kontrol terhadap konten mereka,” kata Stilwell.

Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan komentar terkait hal ini.

Februari lalu, Kementerian Luar Negeri AS juga mengumumkan 5 media China lain sebagai misi negara asing, sehingga mewajibkan mereka melaporkan daftar nama anggota serta kepemilikan properti pribadi.

Kemudian pada Maret, pemerintah AS menyebut pihaknya memangkas jumlah jurnalis media China yang diizinkan bekerja di kantor-kantor pemerintahan, dari 160 menjadi 100 orang, dengan alasan “intimidasi yang berlangsung sejak lama serta kekerasan terhadap jurnalis” oleh pemerintah China.

Menanggapi hal itu, China mengusir sekitar belasan orang koresponden asal AS yang bekerja untuk New York Times, Wall Street Journal, dan Washington Post.

Bagaimanapun, langkah terbaru AS tersebut membuat hubungan antara kedua negara semakin memburuk setelah sejumlah langkah agresif lain yang dilakukan masing-masing pihak, termasuk ketika AS dan China saling serang terkait penanganan wabah Covid-19.

Namun Stilwell mengatakan bahwa langkah itu tidak dimaksudkan untuk menghambat aktivitas jurnalistik media asing, dan AS masih berkomitmen terhadap kebebasan pers.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Covid-19

Internasional

Abaikan Covid-19, Diprediksi Jutaan Warga AS Tetap Berlibur Thanksgiving
apahabar.com

Internasional

Sering Bicara Kotor, 5 Kakaktua Dimutasi Taman Margasatwa Inggris
apahabar.com

Internasional

Arab Saudi Turut Kecam Kartun yang Menghina Nabi Muhammad
apahabar.com

Internasional

Covid-19 Mengganas, Angka Kematian di Brasil Lebih dari 50 Ribu Jiwa
apahabar.com

Internasional

Kim Jong Un: Tak Akan Ada lagi Perang, Senjata Nuklir Hanya untuk Bertahan
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 Global: Tembus 7 Juta Positif, 400 Ribu Orang Meninggal
apahabar.com

Internasional

Tengok Faskes Militer, Trump Pertama Kali Pakai Masker
apahabar.com

Internasional

Sekutu Terbesar AS Akui Kemenangan Joe Biden
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com