Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako

Atasi Gejala Covid-19, Warga Amazon Pilih Konsumsi Daun Jambu

- Apahabar.com Rabu, 17 Juni 2020 - 17:30 WIB

Atasi Gejala Covid-19, Warga Amazon Pilih Konsumsi Daun Jambu

Vanderlecia Ortega dos Santos, atau Vanda secara sukarela memberikan satu-satunya perawatan yang melindungi komunitas pribumi yang terdiri dari 700 keluarga dari wabah Covid-19 yang melanda kota Manaus, Brasil. Foto-Reuters/Bruno Kelly

apahabar.com, PORTEL – Warga di Amazon Timur memilih mengonsumsi herbal rendaman daun teh jambu atau dauh pahit guna mengobati infeksi virus corona (Covid-19).

Hal itu mereka lakukan karena menolak imbauan pemerintah Brasil untuk mengonsumsi obat malaria hidroksiklorokuin guna mencegah virus corona jenis baru tersebut.

Maria de Nazar Sajes (65) terbukti positif virus corona dan meyakini ia melawan gejalanya dengan minum air rendaman daun pahit.

“Saya membuat teh jambu dan merasa sehat lagi. Orang-orang bilang: ‘Lihat Maria, bagaimana dia sembuh, dia tidak demam atau sakit’,” kata Maria sambil mendidihkan air di rumah kayu miliknya.

Desanya, yang berada di tepi sungai Amazon dikunjungi oleh petugas kesehatan masyarakat untuk melakukan tes Covid-19 terhadap penduduk.

Virus corona membuat Brazil menjadi negara terparah kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Regulator AS pekan ini mencabut persetujuan penggunaan darurat hidroksiklorokuin untuk pasien Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona jenis baru. Obat itu masih diresepkan di Brazil saat para ilmuwan dunia sedang berlomba mengembangkan sebuah vaksin dan pengobatan efektif.

Di sudut terpencil hutan hujan Amazon, di mana akses ke bangsal perawatan intensif bisa membutuhkan perahu panjang menuju kota-kota terdekat, pencegahan sangat penting. Orang-orang di sana percaya dengan pengobatan herbal tradisional.

Perawat Marilia Costa menyebutkan terdapat resistensi untuk penggunaan hidroksiklorokuin.

“Kami melihat sebagian besar penduduk di sini mengonsumsi obat racikan sendiri yang mereka yakini memilik kualitas penyembuhan yang luar biasa,” katanya. “Mereka mendapat pil untuk demam tetapi mereka mencampurkannya dengan obat tradisional mereka sendiri.”

Daun jambu digunakan untuk hidangan lokal, namun katanya berkhasiat sebagai obat bius untuk membantu menghilangkan rasa sakit, selain sifat lainnya melawan virus dan digunakan sebagai pencahar atau afrodiasiak.

“Saya takut ke rumah sakit sebab tidak akan ada obat alami yang kita temui di sini,” kata perempuan muda bernama Maria Claudia. “Mereka tidak akan mengizinkan saya meminum teh di sana.”(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Korsel Sebut Indonesia Mitra Utama Penanggulangan Covid-19
apahabar.com

Internasional

China Uji Coba Vaksin Covid-19 pada Manusia di Uni Emirat Arab
Iran

Internasional

Iran Sebut Israel Bertanggung Jawab Atas Kematian Ilmuwan Nuklir Fakhri Zadeh
apahabar.com

Internasional

Gempa Magnitude 7,1 di Turki Sebabkan Tsunami, Berdampak ke Indonesia?
apahabar.com

Internasional

Joe Biden Menang, Pemimpin Dunia Beri Ucapan Selamat
apahabar.com

Internasional

Presiden Bank Dunia: Pembatalan Utang Diperlukan untuk Bantu Negara Termiskin
apahabar.com

Internasional

Pakar WHO Sebut Eropa dan Amerika Utara Harus Belajar Tangani Pandemi Covid-19 dari Asia
apahabar.com

Internasional

Haru, Kisah Ibu Koma karena Covid-19 Saat Melahirkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com