Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya

Balai PPW Kalsel Sasar Penataan Kawasan Kumuh Lewat Program Kotaku

- Apahabar.com Kamis, 25 Juni 2020 - 16:03 WIB

Balai PPW Kalsel Sasar Penataan Kawasan Kumuh Lewat Program Kotaku

PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Kalsel, Noor Dewi Sari. sumber: istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Kalimantan Selatan mulai mengintervensi daerah-daerah yang masuk dalam kawasan kumuh. Ada dua fokus pengerjaan yaitu pada skala kawasan dan skala lingkungan.

“Berdasarkan SK bupati atau walikota penerima program Kotaku (Kota tanpa kumuh),” ucap PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Kalsel, Noor Dewi Sari saat dijumpai di kantornya, Kamis (25/6) siang.

Program ini dicanangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dengan berkolaborasi bersama pemerintah provinsi serta daerah. Pada program ini, terdapat tujuh indikator yang digunakan dalam penuntasan kawasan kumuh.

“Yaitu keteraturan bangunan, persampahan, jalan lingkungan, drainase, air minum, limbah, dan proteksi kebakaran,” sebut Dewi.

Pada skala kawasan yang telah berjalan secara kontraktual yaitu peningkatan kualitas kumuh di RK3 Kelayan Barat Banjarmasin. Selanjutnya adalah penanganan pada kawasan pesisir di Kotabaru.

“Yang mau dilelang satu lagi untuk peningkatan kualitas kumuh di pesisir Rampa Kotabaru,” lanjutnya.

Pada proyek ini, anggaran yang dikeluarkan mencapai ratusan miliar secara keseluruhan. Untuk RK3 Kelayan Barat dianggarkan kontrak senilai Rp40,58 miliar, sedangkan proses lelang di Kotabaru dengan pagu sekitar Rp54 miliar.

“Usulan dari pemerintah daerah dan ini dana dari Bank dunia (world bank),” jelasnya

Sedangkan pada skala lingkungan, pemerintah menganggarkan dana dampingan sebesar Rp1 miliar per kelurahan. Di Kalsel sendiri beberapa daerah di antaranya yaitu Kabupaten Banjar (Kecamatan Martapura, Kelurahan Tanjung Rema dan Murung Kenanga), Kabupaten Barito Kuala (Kecamatan Marabahan, Kelurahan Marabahan Kota), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Kecamatan Barabai dengan Kelurahan Barabai Barat) serta Kabupaten Tabalong (Kecamatan Murung Pudak, Kelurahan Belimbing Raya).

“Pekerjaan skala lingkungan ini tergantung kebutuhan di lokasi. Bisa drainase, jalan paping atau pengadaan Ipal komunal (instalasi pengolahan air limbah),” bebernya

Tahun ini Kalsel menargetkan 5 kelurahan untuk pengerjaan program Kotaku. Sehingga apabila dihitung kasar, total kontrak sebesar Rp5 miliar.

“Kalau skala kawasan di 2020 dan 2021, sedangkan skala lingkungan harus selesai tahun ini,” imbuhnya

Pandemi Covid-19 tidak begitu menimbulkan kendala dalam pelaksanaan program Kotaku. Protokol kesehatan tetap dipatuhi sesuai ketetapan yang berlaku.

“Kalau kendala secara progress tidak ada. Insya Allah masih dalam on the track,” tutupnya

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter : Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Setelah Dua Pekan, Batola Expo Ditutup Wakil Wali Kota Palu
apahabar.com

Kalsel

HUT ke-30, HDCI Distribusikan Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Sejumlah Wilayah Kalsel Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem
apahabar.com

Kalsel

Jelang Lebaran, Kue Kering Kemasan di Tapin Laris Manis
Lewat Bahan Pokok, Polres Batola Dukung Perjuangan Petugas Medis

Kalsel

Lewat Bahan Pokok, Polres Batola Dukung Perjuangan Petugas Medis
apahabar.com

Kalsel

Jalur Mandiri ULM, Fakultas Kehutanan Sepi Peminat
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Kemampuan Personil, Polres HSU Rutin Latihan Drill Borgol
apahabar.com

Kalsel

Kunker Dewan ke Luar Negeri Pernah Diusulkan 2018, Tapi Batal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com