ga('send', 'pageview');
Sidak ke HBI, Petugas Sindir Pengelola Nashville Pub Salip Pekapuran, Teluk Dalam Tertinggi Kasus Covid-19 di Banjarmasin SE Terbit, Sejumlah Sekolah di Banjarmasin Belum PLS Daring Ongkos Politik Mahal, Paman Birin-Muhidin Terancam Melawan Kotak Kosong Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi




Home Kalsel

Kamis, 4 Juni 2020 - 16:15 WIB

Banjarmasin Buka Rumah Ibadah, Kemenag: Wajib Kantongi Suket

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto sebagai ilustrasi diambil Jumat 27 Maret 2020. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R

Ilustrasi. Foto sebagai ilustrasi diambil Jumat 27 Maret 2020. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin membuka kembali izin rumah ibadah seiring dicabutnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), 31 Mei kemarin.

Namun tempat ibadah perlu syarat dan ketentuan khusus untuk menjalankan aktivitas ibadah sesuai aturan dari Menteri Agama RI.

Salah satu aturan ini adalah mewajibkan pengurus tempat ibadah mengantongi surat keterangan (suket) yang menyatakan bahwa rumah ibadah tersebut aman atau bebas Covid-19 yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Kalsel, Noor Fahmi meminta Badan Pengelola Masjid bisa menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 selama masa pandemi.

“Jadikan masjid sebagai contoh dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Menurutnya, pengelola tempat ibadah perlu memerhatikan hal-hal yang berkaitan dengan zonasi penyebaran virus Corona.

Salah satunya yaitu dengan mengatur kegiatan keagamaan inti. Serta, kegiatan keagamaan sosial, berdasar situasi nyata di lingkungan masjid.

“Jadi bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku,” tegasnya.

Baca juga :  Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi

Ia sangat berharap pengelola maupun pengurus tempat ibadah segera berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Penanggulangan Wabah Covid 19 Kalsel untuk mendapatkan suket sesuai SE Menteri Agama Nomor 15/2020.

“Surat keterangan tersebut sewaktu-waktu dapat dicabut sesuai dengan perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan Badan Pengelola atau Pengurus masjid diharuskan memenuhi beberapa ketentuan untuk mendapatkan suket.

a. Menyiapkan petugas pengawas penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah.

b.Secara berkala melakukan pembersihan dan desinfeksi di lingkungan masjid;

c. Membatasi jumlah pintu keluar masuk guna penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;

d. Menyediakan tempat cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan keluar;

e. Megecek suhu seluruh jemaah di pintu masuk, Jika ditemukan jemaah dengan suhu > 37,5°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area masjid;

f. Menerapkan pembatasan jarak dengan tanda khusus di lantai/kursi, minimal 1 meter;

g. Mengatur jumlah jemaah dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak;

Baca juga :  Gerak Cepat, Bupati Kotabaru Akan Perbaiki Jembatan di Gendang Timburu

h. Mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah;

i. Memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area masjid  pada tempat-tempat yang mudah terlihat;

j. Membuat surat pernyataan kesiapan menerapkan protokol kesehatan; dan

k. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jemaah tamu yang datang dari luar lingkungan masjid.

Selain itu, masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di masjid berkewajiban, antara lain :

a. Jemaah dalam kondisi sehat ;
b. Meyakini bahwa Masjid telah memiliki Surat Keterangan aman Covid-19 dari pihak yang berwenang;
c. Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area masjid;
d. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer;
e. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;
f. Menjaga jarak antar-jemaah minimal 1 (satu) meter, dan lain-lain sesuai prosedur kesehatan yang berlaku.

“Dengan demikian kita berharap kiranya Masjid dapat menjadi contoh yang baik dalam penanggulangan dan memutus mata rantai penyebaran Copid 19,” ujar Fahmi.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

10 Napi Anak Ikut UN, Ini Perbedaannya
apahabar.com

Kalsel

Jajaran Bawaslu Kalsel Di-Rapid Test, Begini Hasilnya
apahabar.com

Kalsel

Tunggu Lawan dengan Sebilah Mandau, Pemuda Gambah “Diserbu” Polisi
apahabar.com

Kalsel

Berkas Tidak Valid, Calon Perorangan Wali Kota Banjarmasin Harus Ganti Dua Kali Lipat
apahabar.com

Kalsel

Harga ‘Si Melon’ di Kalimantan Selatan Melambung, Ramai-Ramai Menjerit!
apahabar.com

Kalsel

Perempuan Punya Andil Dalam Bela Negara
apahabar.com

Kalsel

Covid-19 di Tabalong Tembus 3 Digit, Kesembuhan Capai 40 Persen
apahabar.com

Kalsel

Berantas Balap Liar, Polisi Jaring Enam ABG di Banjarmasin Timur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com