3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Tak Ber-IMB, Inspektorat Turun Tangan Menyingkap Tabir Sejarah Banjar (1): Misteri Makam Demang Lehman Luna Maya Pakai Dress Rp 44 Juta dan Handbag Rp 383 Juta, Netizen Kira Mantan Ariel Noah Tenteng Kaleng Cat! Kejutan! OPIN Susul Insan Kotabaru Dukung 2BHD Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok!

Begini Aturan Pelaksanaan Kurban saat Pandemi Covid-19

- Apahabar.com Senin, 15 Juni 2020 - 06:30 WIB

Begini Aturan Pelaksanaan Kurban saat Pandemi Covid-19

Hawan kurban. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Tinggal menunggu waktu, Hari raya Idul Adha 10 Zulhijah 1441 Hijriah segera diperingati seluruh umat Islam. Puncak ibadah haji ini pun ditandai dengan penyembelihan hewan kurban. Bisa berupa kambing, domba, sapi, hingga unta.

Namun dalam situasi Covid-19, tentu terjadi perbedaan dalam pelaksanaannya pada keadaan normal. Di Indonesia sendiri, pemerintah telah memberikan aturan atau panduan pelaksanaan kurban saat masa pandemi.

Sebelumnya pemotongan hewan kurban diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114/Permentan/PD.410/9/2014. Tetapi kegiatan kurban yang meliputi penjualan hewan dan penyembelihannya perlu dilakukan penyesuaian terhadap prosedur kenormalan baru (new normal) dalam situasi pandemi covid-19.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19.

“Harapannya lewat surat edaran ini kegiatan pelaksanaan kegiatan kurban di tengah pandemi covid-19 tetap berjalan optimal dengan mempertimbangkan aspek pencegahan dari persebaran covid-19,” jelas Direktur Jenderal PKH Kementan I Ketut Diarmita.

Ia menerangkan, surat edaran ini ditujukan kepada gubernur serta bupati/wali Kota seluruh Indonesia. Kemudian disampaikan kepada dinas terkait yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, atau instansi terkait yang membidangi fungsi kesehatan dan fungsi keagamaan, juga diteruskan ke organisasi kemasyarakatan yang membidangi keagamaan.

Ketut mengatakan, langkah-langkah pencegahan potensi penularan covid-19 di tempat penjualan dan pemotongan kurban perlu diperhatikan, seperti menjaga jarak saat interaksi saat kegiatan kurban dan menghindari perpindahan orang antarwilayah ketika kegiatan kurban.

“Memerhatikan juga status wilayah tempat kegiatan kurban serta edukasi soal bahayanya covid-19, dan bagaimana cara penularannya,” tegasnya.

Sementara Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Syamsul Ma’arif M.Si menyatakan surat ini akan memberikan rekomendasi dalam kegiatan penjualan hewan kurban dan pemotongan hewan kurban.

Dalam kegiatan penjualan hewan kurban, jelas dia, wajib memenuhi syarat seperti jaga jarak fisik, penerapan kebersihan personal dan tempat, serta pemeriksaan kesehatan hewan.

“Penjualan hewan kurban juga harus dilakukan di tempat yang telah mendapat izin dari kepala daerah setempat,” ujar Syamsul.
Penjualan hewan kurban juga dikatakan harus melibatkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), atau organisasi dan lembaga amil zakat lainnya.

Harapannya para organisasi dan lembaga amil zakat ini bisa membantu pengaturan tata cara penjualan hewan kurban yang meliputi pembatasan waktu, pengaturan tempat penjualan, dan penempatan fasilitas alat kebersihan.

Selain itu, penjual hewan kurban juga harus dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) minimal berupa masker, lengan panjang, dan sarung tangan sekali pakai selama di tempat penjualan.

Setiap orang yang masuk ke tempat penjualan juga diharuskan mencuci tangan lebih dulu menggunakan sabun atau hand sanitizer. Bagi penjual yang berasal dari luar wilayah wajib dalam kondisi sehat dengan melampirkan surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit.

“Setiap tempat penjualan juga wajib dilengkapi dengan pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan dengan air mengalir dan tempat pembuangan limbah kotoran hewan yang aman,” papar Syamsul.

Setiap orang juga diimbau menghindari jabat tangan atau bersentuhan langsung selama kegiatan kurban. Lalu, setiap orang yang berkegiatan kurban diharuskan membawa dan menggunakan barang pribadi seperti perlengkapan sholat dan perlengkapan makan sendiri.

Syamsul menambahkan, setelah pulang dari tempat kurban, setiap orang juga wajib mandi dan membersihkan diri sebelum kontak langsung dengan anggota keluarga yang ada di rumah.

Dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban, tidak banyak berbeda dengan penjualan hewan kurban yaitu tetap menerapkan protokol kesehatan berupa jaga jarak, jaga kebersihan, dan mengenakan masker atau face shield selama kegiatan pemotongan hewan kurban.

“Para petugas pemotongan hewan perlu diedukasi tentang cara persebaran covid-19, seperti hindari memegang muka, mulut, hidung, dan mata. Jumlah petugas dalam satu ruangan juga perlu diatur diminimalisasi agar bisa menerapkan jaga jarak,” jelas Syamsul.

Petugas pemotongan hewan kurban juga diimbau untuk tidak merokok, meludah, dan memerhatikan etika bersin serta batuk selama berkegiatan pemotongan kurban. Selain itu, petugas diharuskan berasal dari lingkungan atau satu wilayah dengan tempat pemotongan hewan dan tidak sedang masa karantina mandiri.

Syamsul mengatakan, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pemotongan hewan kurban dalam situasi pandemi covid-19 ini dilakukan pemerintah, dinas kabuptan/kota yang membidangi fungsi kesehatan masyarakat veteriner dan kesehatan hewan bersinegri dengan dinas yang membidangi fungsi kesehatan, serta instansi terkait lainnya.

“Dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan ini harus bersinegri atau berkoodinasi dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan serta instansi yang membidangi fungsi keagamaan,” tuturnya. (okz)

Editor: Syarif

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Jemaah Haul Sekumpul ke-14 yang Melintasi Banjarbaru, Bisa Beristirahat di Sini
apahabar.com

Habar

Dibuka Ma’ruf Amin, Festival Jelajah Nusantara Pamerkan Artefak Rasulullah
apahabar.com

Habar

Kunjungi Kalsel, Berikut Agenda KH Ma’ruf Amin
apahabar.com

Habar

Radius 4 KM dari Pusat Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul Steril dari APK
apahabar.com

Habar

Masyarakat Diminta Sabar, Pengurus Makam Datu Sanggul Tunggu Surat Edaran
apahabar.com

Habar

Guru Wildan Ungkap Jasa Syekh Nawawi Al Bantani dalam Keilmuan di Tanah Banjar
Imbau Malam Nisyfu Sya’ban di Rumah, MUI Kalsel Beberkan Amalannya

Habar

Imbau Malam Nisyfu Sya’ban di Rumah, MUI Kalsel Beberkan Amalannya
apahabar.com

Habar

Perihal Izin Umrah, Pemerintah Tunggu Pengumuman Resmi Arab Saudi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com