Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

BI Turunkan Bunga Acuan, Rupiah Menguat Tipis

- Apahabar.com Kamis, 18 Juni 2020 - 17:53 WIB

BI Turunkan Bunga Acuan, Rupiah Menguat Tipis

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (18/6) sore, menguat tipis usai suku bunga acuan Bank Indonesia turun 25 basis poin.

Rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,04 persen menjadi Rp14.078 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.083 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis, mengatakan dampak pandemi Covid-19 membawa perekonomian secara global mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan Bank Dunia, IMF maupun OECD, merevisi pertumbuhan ekonomi baik di AS, Eropa maupun Asia, termasuk Indonesia.

“Guna terus mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global yang diakibatkan oleh penyebaran virus corona, ini sejalan dengan konsistensi pemerintah melalui berbagai strategi serta upaya untuk menjaga stabilitas perekonomian, sehingga sangat wajar kalau Bank Indonesia hari ini memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps, dari sebelumnya 4,5 persen menjadi 4,25 persen,” ujar Ibrahim.

Ke depan, Bank Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan. Hal tersebut karena tekanan inflasi domestik yang rendah, tekanan eksternal yang mereda, dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

Tahun ini, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya akan berada di kisaran 0,9-1,9 persen, turun dari proyeksi sebelumnya yaitu 2,3 persen. Pada 2021, pertumbuhan ekonomi diperkirakan melonjak ke kisaran 5-6 persen.

Dari eksternal, Gubernur The Fed Jerome Powell dalam paparannya menyatakan bahwa parlemen perlu memastikan agar pemerintah tidak buru-buru mencabut tambahan tunjangan pengangguran yang sebesar 600 dolar AS per pekan.

Tunjangan tersebut dinilai sangat penting untuk menjamin jutaan rumah tangga di AS bisa bertahan hidup menghadapi pandemi.

Tunjangan tersebut adalah bagian dari stimulus fiskal sebesar 2,2 triliun dolar AS yang digelontorkan pemerintahan Presiden Donald Trump mulai Maret lalu. Masa berlaku kebijakan itu akan habis bulan depan.

Pada hari Rabu (17/6), Florida melaporkan lebih dari 2.600 kasus baru dan Arizona lebih dari 1.800 kasus, peningkatan harian tertinggi kedua di kedua negara. Sehari sebelumnya, enam negara melaporkan peningkatan rekor dalam kasus-kasus, termasuk Texas, Nevada dan Oregon.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.063 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.025 per dolar AS hingga Rp14.099 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.186 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.234 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Naik Tipis, Ekonomi Kalimantan Selatan Masih Bertumpu Batu Bara
apahabar.com

Ekbis

Semester Pertama 2019, City Car Ini Paling Diminati di Kalselteng
apahabar.com

Ekbis

Trump dan Biden Adu Mulut, Harga Emas Menciut
apahabar.com

Ekbis

Berawal dari Hobi, Musisi Kalsel Geluti Modifikasi Mobil
apahabar.com

Ekbis

Wabah Corona, IHSG Berpotensi Turun Kembali Pekan Ini
apahabar.com

Ekbis

Harga Cabai Diprediksi Anjlok
apahabar.com

Ekbis

Jadi Gerbang Ibu Kota Negara, Hipmi Siap Kerahkan Pengusaha Bangun Kalsel

Ekbis

Awal 2021 Diprediksi Makin Banyak Resto Tutup karena Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com