Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Ekbis

Minggu, 28 Juni 2020 - 20:14 WIB

Bongkar Mafia Migas, Ahok: Ada Oknum di Dalam

Uploader - Apahabar.com

Ahok dan Jokowi sedang berbincang usai peluncuran soal B30.  Foto-twitter @basuki_btp

Ahok dan Jokowi sedang berbincang usai peluncuran soal B30. Foto-twitter @basuki_btp

apahabar.com, JAKARTA – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok buka-bukaan soal keberadaan mafia migas.

Ahok mengatakan, mafia migas terdiri dari oknum-oknum orang dalam termasuk di Pertamina yang sengaja tidak membuat kontrak jangka panjang.

Mereka melakukan perjanjian kontrak impor migas menjadi kontrak yang pendek tidak panjang. Hal ini menurutnya membebani neraca perdagangan. Padahal harusnya, sebagai konsumen besar Pertamina bisa memiliki harga tawar tinggi.

“Itu (mafia migas) kan cuma istilah, menurut saya itu oknum di dalam. Banyak sekali kontrak nggak dibuat jangka panjang. Padahal kan, sebagai konsumen besar bangsa Indonesia, seharusnya kita bargaining gitu,” ujar Ahok dalam acara bincang-bincang bersama Andy. F Noya dikutip dari detikcom, Minggu (28/6).

Baca juga :  Rupiah Menguat, Respon Positif Atas Membaiknya Data Ekonomi

Menurut Ahok, harusnya Pertamina bisa menekan para importir untuk membuat kontrak jangka panjang dan harga murah. Selama ini, dia menilai Pertamina mengimpor migas dengan mahal dan menjual terlalu murah sehingga prinsip ekonomi tidak bisa berjalan.

“Saya bisa neken dong supplier pemasok saya bisa minta jangka panjang kontaknya, dan harga lebih murah. Kita selama ini beli yang mahal jual murah, nggak sesuai prinsip ekonomi, ini terbalik,” ungkap Ahok.

Baca juga :  Hipmi Siap Minimalisir PHK di Tengah Pandemi Covid-19

Ahok menyebutkan bahwa kini dia meminta direksi Pertamina melakukan restrukturisasi perusahaan. Kini Pertamina membentuk subholding, dengan harapan semua orang bisa membeli saham Pertamina dan mengawasi kinerja perusahaan secara terbuka.

“Maka kita selesaikan restrukturisasi. Kita turunkan ke subholding kita harapkan rakyat, pegawai, Pertamina, bisa beli sahamnya kemudian kita pelototin,” papar Ahok.

Menurutnya mengawasi Pertamina tidak mudah, apalagi perusahaan pelat merah ini memiliki anak dan cucu usaha hingga ratusan jumlahnya.(Dtk)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tindaklanjuti IA-CEPA, Pebisnis Australia akan Kunjungi Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis Perdagangan Jasa
apahabar.com

Ekbis

Sriwijaya Air Batalkan Sejumlah Penerbangan, Ratusan Penumpang Terlantar
apahabar.com

Ekbis

Asosiasi Gula Bersatu Kalsel Siap Tekan Harga Gula hingga Rp12.500 per Kilogram
Perusahaan Tambang Batu Bara PT. AGM Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Ekbis

Perusahaan Tambang Batu Bara PT. AGM Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Harga Turun, Petani Kalsel Malas Sadap Karet
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Terus Tertekan Dampak Pandemi Corona
Sambangi SMAN 1 Banjarmasin, Bank Indonesia Sosialisasikan QRIS

Ekbis

Sambangi SMAN 1 Banjarmasin, Bank Indonesia Sosialisasikan QRIS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com