Buron, Ketua Nasdem Tanah Laut Orbawati Sempat Ngeluh Sakit Dibui Seumur Hidup, Gembong Sabu Banjarmasin Pindah ke Nusakambangan? Bangun Insinerator di TPA Banjarbakula, Kalsel Optimis Tingkatkan PAD 8 Jam Warga Banjarmasin Bakal Kesulitan Air Bersih, Simak Wilayah Terdampak Pembunuhan Sadis di Warung Remang Bungur Tapin, Pelaku ‘Lagi Tinggi’

BPTH Monitor Sarana dan Prasarana Persemaian KPH Hulu Sungai

- Apahabar.com Rabu, 10 Juni 2020 - 13:55 WIB

BPTH Monitor Sarana dan Prasarana Persemaian KPH Hulu Sungai

Tim Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) saat melakukan monitoring sarana dan prasarana persemaian KPH Hulu Sungai, pekan lalu. Foto-Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – Tim Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) melakukan monitoring sarana dan prasarana persemaian KPH Hulu Sungai, pekan lalu.

Kunjungan dilakukan di dua lokasi terpisah, di antaranya Persemaian Taniran, Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang dan Persemaian Ambutun, Desa Ambutun, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

“Berbagai sarpras dimonitor, mulai dari area sungkup, open area, shaded area, reservoir, fasilitas penyiraman hingga kapasitas produksi,” ucap Kasi Produksi dan Peredaran Benih UPTD BPTH, Paidil melalui siaran pers yang diterima apahabar.com, Rabu (10/6) siang.

Dari hasil monitoring, kapasitas produksi kedua persemaian tersebut harus ditingkatkan, terutama shaded area maupun open area.

Adapun sarpras lainnya, yakni potray yang digunakan saat ini dinilai kurang efisien jika dipakai kembali karena menyulitkan dalam pengangkutan.

Hal ini disebabkan pot tanaman menjadi satu bagian dengan tray-nya sehingga pot tidak bisa dilepas.

Paidil menyarankan untuk menggantinya dengan jenis polytube.

“Ini untuk memudahkan pengangkutan nantinya, di samping juga tube-nya dapat digunakan kembali,” kata Paidil.

Kemudian untuk media tanam, tim menyarankan agar menggunakan media gambut atau cocopeat.

Selanjutnya, dalam hal merencanakan pembuatan bibit ataupun rencana penambahan sarpras, KPH Hulu Sungai dapat melakukan koordinasi dengan UPTD BPTH di Banjarbaru.

Hal ini bertujuan agar upaya pemenuhan target produksi dapat tercapai. Terakhir, Paidil mengingatkan agar laporan bulanan perkembangan persemaian terus dilaporkan ke UPTD BPTH.

“Ini untuk bahan kita memonitor tata usaha bibit agar dipenuhi paling lambat tanggal 5 pada bulan berikutnya,” tutup Paidil.

Sekadar diketahui, kedua persemaian itu telah memproduksi bibit sengon dan kayu manis sebanyak 250.000 bibit.

Sedangkan per 31 Mei 2020 kemarin, distribusi bibit telah mencapai 23.000 bibit.

Penyaluran bibit sendiri untuk memenuhi berbagai kegiatan penanaman di wilayah KPH Hulu Sungai.

Seperti pemenuhan bibit dalam rangka Program Revolusi Hijau Kalsel, ASN Menanam, Masyarakat Menanam ataupun dialokasikan pada kegiatan Kelompok Tani Hutan (KTH) Menanam.

Editor: Puja Mandela

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Dishut Kalsel

Sedekah Biji, Program Dishut Kalsel yang Libatkan Masyarakat
apahabar.com

Dishut Kalsel

Perbanyakan Vegetatif Bibit Jenis Dipterokarpa dengan Teknologi Koffco Sukses di Bogor
apahabar.com

Dishut Kalsel

Dishut Kalsel Hijaukan Areal Forest City
apahabar.com

Dishut Kalsel

Menpar Beri Nama Tania untuk Bayi Rusa Sambar di Tahura Sultan Adam
apahabar.com

Dishut Kalsel

Resmi, Hanif Jadi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di KLHK RI
apahabar.com

Dishut Kalsel

Raih SAKIP A, Dishut Kalsel Instansi Terbaik di Penilaian Kinerja Semester I 2019
apahabar.com

Dishut Kalsel

Melalui Bimtek, Dishut Kalsel Pasang Badan Dukung Pengembangan Serai Wangi
apahabar.com

Dishut Kalsel

Peringati GNPDAS 2019, Kick Off Penanaman Serentak di Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com