Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Bukan Aceh, Daerah dengan Kesembuhan Covid-19 Tertinggi di Indonesia

- Apahabar.com Kamis, 11 Juni 2020 - 11:53 WIB

Bukan Aceh, Daerah dengan Kesembuhan Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri membawa pasien ke ruang perawatan khusus Covid-19 di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (9/6). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Riau pada 10 Juni 2020 menjadi yang paling tinggi di Indonesia. Yakni mencapai 89,17 persen.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 setempat, tingkat kesembuhan Riau paling tinggi dari 34 provinsi lain. Daerah peringkat kedua yang memiliki tingkat kesembuhan tertinggi, yakni Provinsi Aceh.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir mengatakan hingga Kamis pagi ini jumlah kasus positif Covid-19 total ada 120 kasus. Pada Rabu (10/6) lalu tidak ada penambahan kasus positif yang baru.

“Total positif 120 kasus dengan rincian tujuh dirawat, 107 sehat dan sudah dipulangkan, dan enam meninggal dunia,” katanya.

Jumlah pasien dalam pemantauan (PDP) yang masih dirawat berjumlah 49 orang.

PDP yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 dan dipulangkan berjumlah 1.328 orang. Sedangkan yang meninggal dunia berjumlah 164 orang. Total PDP berjumlah 1.541 orang.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan harus melakukan karantina mandiri berjumlah 3.771 orang. ODP sudah selesai pemantauan berjumlah 68.269 orang.

Juru Bicara Covid-19, dr Indra Yovi Sp.P(K) sempat menjelaskan Riau menggunakan penanganan berbeda dalam kasus COVID-19. Jika dibandingkan dengan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang kini masih zona merah, penanganan Riau jauh lebih baik.

Di Provinsi Riau dengan segala resikonya, semua PDP dan positif dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19, baik pasien itu bergejala berat, ringan hingga tidak bergejala.

Tujuannya agar tidak menyebarkan virus kepada orang lain dengan memutus mata rantai penularannya.

Karena itu, di Riau jumlah RS rujukan penyakit baru ini ada 44, tersebar di hampir semua kabupaten dan kota.

“Yang jelas kita tidak mengenal yang namanya PDP itu dipulangkan, sebelum dirawat sampai keluar hasil negatifnya. Setiap PDP tidak dirawat di rumah tapi di rumah sakit, bukan dipulangkan ke rumah dan dirawat di rumah, ini sangat berbahaya penularannya,” katanya. (*)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jika Kalsel Jadi Ibu Kota, Paman Birin Janji Keruk Sungai Martapura
apahabar.com

Nasional

Hindari Stigmatisasi, Ini Sebutan Baru untuk Virus Corona
apahabar.com

Nasional

12.548 Desa Belum Terjangkau Sinyal 4G
apahabar.com

Nasional

Jokowi Perintahkan Penerapan PSBB Ketat dan Efektif
apahabar.com

Nasional

Dugaan Kartel Tiket Garuda, Hipmi Minta KPPU Turun Tangan!
apahabar.com

Nasional

Setelah Kiai Ma’ruf, Jokowi Jenguk Ustaz Arifin Ilham
apahabar.com

Nasional

Pengungsi Banjir Bandang Sentani Capai 11.156 Orang
apahabar.com

Nasional

RS Cile Alami Kesulitan Saat Covid-19 Dekati 70 Ribu Kasus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com