3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Cafe Arwana, TKP Penusukan Remaja Pekapuran Jadi Atensi Aparat

- Apahabar.com Senin, 22 Juni 2020 - 17:03 WIB

Cafe Arwana, TKP Penusukan Remaja Pekapuran Jadi Atensi Aparat

Insiden penusukan terjadi di sebuah kafe di kawasan Banua Anyar, Banjarmasin Timur, Sabtu (13/6) malam. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Insiden berdarah kerap mewarnai Kota Banjarmasin. Dari penikaman hingga perampokan.

Namun yang patut diperhatikan adalah lokasi kejadian. Pelaku seakan tidak kenal tempat saat melancarkan serangan.

Teranyar, penusukan seorang remaja asal Pekapuran terjadi di Cafe Arwana, Jalan Banua Anyar, Banjarmasin Timur, Sabtu 13 Juni silam.

Adanya pertikaian berdarah membuat pengelola usaha merugi terkait izin operasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banjarmasin Muryanta menerangkan pemilik usaha terancam disetop izin operasionalnya.

Keputusan pencabutan izin, apabila tempat usaha itu melanggar kebijakan pemerintah maupun warga ada yang melapor. Terlebih selama pandemi Covid-19.

Pihaknya bakal melayangkan surat teguran hingga tiga kali.

“Yang menegur pihak teknis tapi mereka merekomendasikan dan mencabut izinnya tetap kami,” ujarnya.

Muryanta mengungkapkan teknis pemutusan izin operasional ini hampir sama dengan menerbitkan suatu izin usaha.

Pihak teknis yang diwakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Satpol PP mengawasi, pembinaan, evaluasi dan monitoring tempat usaha.

“Kami tidak ikut karena semua izin itu yang merekomandasikan pihak teknis. Kami hanya administrasinya aja,” tegasnya.

Meski begitu hingga saat ini, tidak ada laporan dari pihak teknis untuk merekomandasikan DPMPTSP mencabut izin operasional.

Sementara, Kepala Bidang Tindak Pidana Umum Satpol PP Banjarmasin Dani Matera tak menampik pihaknya terus memperhatikan keberadaan Cafe Arwana ini.

Perhatian berupa imbauan persuasif oleh petugas Satpol PP karena usaha tersebut sering memicu keributan.

Apabila perihal pencabutan izin operasional, ia menyerahkan sepenuhnya ke pimpinan.

“Kita menunggu petunjuk dari pak wali kota Banjarmasin saja,” ucapnya.

Polisi Buru Pelaku

Sebelumnya, penusukan remaja terjadi di Cafe Arwana, Jalan Banua Anyar, Banjarmasin Timur, Sabtu 13 Juni malam.

Teranyar, polisi telah mengidentifikasi terduga pelaku penusukan korban yang merupakan pegawai rumah makan di Pekapuran itu.

“Masih dalam proses penyelidikan, saat ini kita sudah identifikasi dugaan pelaku, di mana kita masih mengumpulkan petunjuk dan alat bukti,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Alfian Tri Permadi, Senin (22/6) pagi.

Jika nantinya petunjuk dan alat bukti yang dikumpulkan sudah mengarah kuat ke terduga pelaku itu, pihaknya berjanji akan segera melakukan penangkapan.

“Insyaallah dalam waktu dekat pelaku akan kita amankan,” katanya.

Sejauh ini, kata Alfian, kendala yang dihadapi oleh pihaknya adalah CCTV di lokasi kejadian yang mati. Serta simpang siurnya keterangan saksi.

“Beberapa saksi yang merupakan teman korban di lokasi kejadian saat diperiksa itu takut untuk memberikan keterangan, tapi setelah ke sininya sudah mau berbicara,” katanya.

“CCTV juga saat itu mati, tapi kita coba rangkai beberapa video yang kita temukan untuk petunjuk,” tambahnya.

Kemudian, dari hasil pemeriksaan korban, penusukan itu terjadi lantaran korban dan pelaku saat itu bersinggungan badan.

“Dari keterangan saksi, saat itu korban yang berkeras, mungkin pelaku tersinggung dan melakukan penusukan,” katanya.

Saat ini, kondisi korban sendiri sudah mulai pulih. Namun ia tetap diharuskan untuk melakukan perawatan.

Dengan adanya kejadian itu, ke depan, kata Kasat, pengamanan di cafe akan lebih ditingkatkan menghindari kejadian serupa.

“Adanya pandemi virus Corona, persoalan sosial distancing juga akan lebih diperhatikan,” jelas dia.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

AP 1 Bantah Proyek Bandara Syamsudin Noor Rusak Sumur Bor Gambut
apahabar.com

Kalsel

Deklarasi Geopark Meratus dan Konser SLANK, Ratusan Personel Disiagakan
apahabar.com

Kalsel

Sukhrowardi Bicara 100 Hari Menjadi Anggota DPRD Banjarmasin: Banyak yang Nyinyir
apahabar.com

Kalsel

Bangkai Ikan Mati Cemari Sungai, Komisi III DPRD Banjarmasin Bersikap
apahabar.com

Kalsel

Pemuda Kandangan Jabat Wakil Ketua HDCI Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Belum Cicipi Duit Haram, Tiga Serangkai Ditangkap di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Cegah Covid-19, Panitia Kurban di Banjarbaru Terapkan Peraturan Ketat
apahabar.com

Kalsel

Kecamatan Pelaihari Masuk 15 Besar Kelompok Sadar Wisata se-Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com