Hari Tahu Sedunia: Walhi Kalsel Desak Pemerintah Buka-bukaan soal Kontrak Tambang Raksasa Kilang Minyak Rp300 Triliun di Kotabaru Masih Angan-Angan Komandan Macan Kalsel ke Pembunuh Brutal Gambah HST: Serahkan Diri! Keselamatan Dijamin Ribut-Ribut Salah Tangkap Mahasiswa HMI Barabai Berakhir Antiklimaks Tinjau Penataan Sekumpul, Dirjen Cipta Karya Ngomel-Ngomel!

Cegah Karhutla, Jokowi: Manfaatkan Teknologi untuk Meningkatkan Monitoring

- Apahabar.com     Selasa, 23 Juni 2020 - 12:39 WITA

Cegah Karhutla, Jokowi: Manfaatkan Teknologi untuk Meningkatkan Monitoring

Presiden Jokowi mengikuti video conference yang diikuti oleh para gubernur, menteri, dan gugus tugas daerah, saat berkunjung ke kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (10/6). Foto-Setpres/Agus Suparto

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memanfaatkan teknologi untuk mengawasi titik-titik rawan terbakar.

“Mengenai manajemen lapangan sekali lagi manajemen lapangan harus terkonsolidasi, terkoordinasi dengan baik, area-area yang rawan hot spot dan update informasi sangat penting sekali, manfaatkan tekonologi untuk meningkatkan monitoring,” kata Jokowi dalam rapat terbatas dengan topik “Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan” di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (23/6).

Rapat terbatas dihadiri langsung oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo serta pejabat terkait lainnya.

“Di tengah kesibukan kita dalam menghadapi pandemi ini jangan melupakan kita juga memiliki sebuah pekerjaan besar dalam rangka mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan. Rapat terbatas pada pagi hari ini kita akan mengingatkan kembali apa yang harus kita lakukan,” tambah Jokowi.

Jokowi mengutip data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa 17 persen wilayah Indonesia sudah mengalami musim kemarau pada April, 38 persen pada Mei, 27 persen pada awal Juni dan sisanya baru akan memasuki bulan kemarau pada Agustus.

“Kita masih punya persiapan pendek 1 bulan untuk mengingatkan ini, meskipun seingat saya bulan Januari atau Februari kita sudah membuat rapat besar di sini, untuk itu saya ingatkan kembali,” ungkap Presiden.

Jokowi memberikan contoh pengawasan dengan sistem dashboard yang sudah diterapkan di Riau.

“Pengawasan dengan sistem dashboard. Saya lihat di Polda Riau sangat bagus memberikan sebuah contoh dan saya sudah melihatnya langsung dashboard itu bisa menggambarkan situasi di lapangan secara rinci dan detail,” imbuh Kepala Negara.

Jokowi meminta agar seluruh wilayah yang rawan kebakaran bisa membuat sistem seperti itu.

“Saya kira pengawasan akan jadi lebih mudah. Kemudian selain instrumen teknologi kita juga memiliki infrastruktur pengawasan sampai di tingkat bawah ini digunakan babinsa [Bintara Pembina Desa], bhabinkantibmas [Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat], kepala desa ini digunakan,” ungkap Jokowi.

Tujuannya adalah memadamkan api sejak dini.

“Karena memang api kalau masih kecil kalau bisa kita selesaikan akan lebih efektif dan efisien dari pada sudah membesar baru kita pontang-panting,” tegas Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mengenal Sejarah, Makna, Berikut Tradisi Cap Go Meh
apahabar.com

Nasional

Sebagai Penyangga Pangan Nasional, Food Estate Penting Didukung
apahabar.com

Nasional

Jokowi vs Prabowo Survei Terkini, Simak Hasilnya
kapolri

Nasional

Resmi, Jokowi Usulkan Listyo Sigit Calon Tunggal Kapolri
Baim Wong

Nasional

Baim Wong Dukung Vaksinasi Massal Kolaborasi Hipmi & PT Maming Enam Sembilan
Rusia Tuduh AS

Nasional

Rusia Tuduh AS Terlibat Persaingan Tidak Sehat Media Sosial
apahabar.com

Nasional

Hatam 2019, Jatam Tuntut Kewenangan Izin Tambang Gubernur Kaltim Dihapus
apahabar.com

Nasional

Prabowo akan Beri Pensiun Koruptor, ICW: Kok Malah Memaafkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com