Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Cinta pada Islam di Dubai, Simak Kisah Pria Meksiko Jadi Mualaf

- Apahabar.com Kamis, 18 Juni 2020 - 05:30 WIB

Cinta pada Islam di Dubai, Simak Kisah Pria Meksiko Jadi Mualaf

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Hidayah seketika bisa datang. Itu dialami seorang profesional pemasaran asal Mexico City, Ricardo Abraham Gonzalez Rubio.

Tiga bulan di Dubai, Uni Emirate Arab (UEA), ia pun yakin untuk memeluk Islam alias jadi mualaf.

Ceritanya begini, berawal ketika kedatangannya ke Dubai untuk bekerja, sejak itu hari-harinya diwarnai oleh budaya masyarakat UEA termasuk berbaur dengan umat Islam di sana. Untuk menyesuaikan itu semua, ia belajar secara perlahan tentang Islam dan budaya di negara tempat ia tinggal.

“Saya belajar banyak tentang budaya, tentang Islam. Saya ingin tahu apa itu semua, jadi saya mulai menyelidiki. Bagaimanapun, ini adalah kota Muslim, di negara Muslim,” katanya.

Ketika Ricardo semakin memahami tentang Islam, akhirnya ia memutuskan untuk menjadi mualaf dan Islam adalah keyakinannya saat ini.

“Saya segera menemukan itu sangat menarik. Jadi saya memutuskan untuk fokus pada itu (Islam),” ucapnya.

“Setiap kali saya punya waktu, saya pergi dengan teman Emirat saya untuk makan malam dengannya dan orang Emirat lainnya. Saya menanyakan semua pertanyaan saya, tentang wanita dan peran mereka, mengapa orang makan dengan tangan mereka, mengapa ini, mengapa itu,” ujarnya.

“Semakin banyak mereka menjelaskan, semakin aku penasaran.” tambahnya.

Keputusannya itu pun dibantu oleh teman-teman muslimnya di Dubai. Ricardo semakin yakin dan percaya diri, jika pilihannya menjadi mualaf adalah bagian terpenting di dalam hidupnya saat ini.

Sebagai seorang mualaf, tentunya ia harus mengenal rumah ibadah barunya yaitu masjid. Ia pun mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi, yakni untuk mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai salah satu syarat menjadi maualaf.

Ricardo mengatakan teman-teman muslimnya dengan senang hati menyambut keputusannya itu untuk menjadi mualaf.

“Mereka menyambut saya, dan berterima kasih karena telah memberikan yang terbaik dari diri saya kepada Tuhan, bukan kepada siapa pun,” terangnya.

Sebagai seorang Muslim, Ricardo mengatakan ia sekarang akan melakukan yang terbaik untuk menjelaskan keputusannya kepada teman-teman di rumah (negara asalnya). Banyak di antaranya mungkin memiliki sedikit pemahaman tentang Islam, atau mungkin memiliki kesalahan-pahaman tentang agama.

Selain itu, keluarga Ricardo pun ternyata mendukung keputusannya tersebut. Bahkan ia juga memiliki saudara lelaki yang juga masuk Islam di Kanada lima tahun yang lalu.

“Aku ingin mengetahui bagaimana menjelaskan hal-hal yang telah kulihat. Aku ingin berbagi. Ini semua tentang membantu orang menjadi lebih baik,” pungkasnya. (okz)

Editor: Syarif

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Berikut 5 Saran Imam Ghazali agar Terhindar dari Bahaya Lisan
apahabar.com

Hikmah

Hukum Membaca Al Fatihah Bagi Makmum, Berikut Pendapat Imam 4 Madzhab
apahabar.com

Hikmah

Mengenal Haram dari Benda dan Cara Mendapatkannya
apahabar.com

Hikmah

Menguji Anak Gembala, Sayidina Umar Dibuat Meneteskan Air mata
apahabar.com

Hikmah

Begini Tanggapan Sayidina Umar RA Ketika Ditanya Penyebab Hancurnya Suatu Daerah
apahabar,.com

Hikmah

Jadikan Ramadan Bulan Pendidikan
apahabar.com

Hikmah

Ucapan Orang-Orang Shaleh Menjelang Kewafatan Mereka
apahabar.com

Hikmah

Umar bin Khattab dan Bayi yang Dititipkan pada Allah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com