Kebakaran Gang Nuri, Asrama Anak Yatim Ikut Ludes Terbakar BREAKING! Api Kembali Berkobar di Gang Nuri Banjarmasin Fakta Sejarah Jembatan Barito: Sempat Ingin Diberi Nama Soeharto hingga Terpanjang di Asia Tenggara Menang Dua Game, Ganda Putra Indonesia Marcus/Kevin Gilas Pasangan Inggris Raya JANGAN PANIK! Banjarbaru Resmi Terapkan PPKM Level IV 26 Juli

Covid-19 Mengganas, Angka Kematian di Brasil Lebih dari 50 Ribu Jiwa

- Apahabar.com     Senin, 22 Juni 2020 - 12:27 WITA

Covid-19 Mengganas, Angka Kematian di Brasil Lebih dari 50 Ribu Jiwa

Foto udara bayangan salib di pemakaman Parque Taruma, di tengah penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di Manaus, Brasil, Senin (15/6). Foto diambil dengan drone. Foto-Reuters

apahabar.com, RIO DE JANEIRO – Pandemi Covid-19 di Brasil kian ganas. Jumlah kematian terkait virus corona baru di negara tersebut kini telah mencapai 50.000 lebih pada Minggu (21/6).

Brasil menjadi negara terparah berjangkitnya virus corona setelah Amerika Serikat. Satu pukulan bagi negeri yang dilanda lebih dari sejuta kasus, menambah ketakstabilan politik dan kelumpuhan ekonomi.

Kementerian Kesehatan Brasil mencatat total 1.085.038 kasus terkonfirmasi dan 50.617 kematian, naik dari 49.976 pada Sabtu (20/6).

Para ahli mengatakan bahwa jumlah yang sebenarnya jauh lebih tinggi karena kurangnya pengujian yang menyeluruh. Negeri terbesar Amerika Latin itu dalam banyak kasus mencatat lebih dari 1.000 kematian per hari tapi biasanya mencatat lebih sedikit pada akhir pekan.

Brasil mengonfirmasi kasus pertama virus corona pada 26 Februari dan melewati 1 juta kasus pada Jumat. Sejak kehadiran pertama di negeri itu, penyebaran cepat virus itu mengikis dukungan bagi Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro dan meningkatkan kekhawatiran ambruknya ekonomi setelah beberapa tahun pertumbuhan yang rendah.

Bolsonaro yang biasa dipanggil “Trump Tropis” dikritik secara meluas karena cara penanganannya terhadap krisis itu. Negeri itu masih belum punya menteri kesehatan karena mengundurkan diri sejak April setelah berselisih dengan presiden.

Bolsonaro menafikkan jaga jarak sosial, menyebutnya sebagai langkah menghilangkan lapangan pekerjaan lebih berbahaya daripada virus itu sendiri. Dia juga mempromosikan dua obat anti malaria, chloroquine dan hydroxychloroquine, meskipun kemanjurannya hanya sedikit.

Pada Minggu, Bolsonaro mengatakan militer melayani kehendak rakyat dan misinya adalah mempertahankan demokrasi. Pernyataannya ini mengobarkan perdebatan yang penuh kemarahan mengenai peran angkatan bersenjata di tengah kekhawatiran yang bergaung atas kerapuhan politik.

Komentar-komentarnya muncul pada hari yang sama dengan berkumpulnya pendukung dan pengecamnya di kota-kota seluruh negeri, yang menandakan secara mencolok terjadinya polarisasi di negara itu.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Sekjen PBB: Dunia Gagal Hadapi Tantangan untuk Perangi Pandemi Covid-19
apahabar.com

Internasional

China Persilahkan AS Tutup TikTok Ketimbang Jual Paksa
apahabar.com

Internasional

Kabar Baik, Vaksin Covid-19 Buatan China Siap Dipasarkan Akhir Tahun
Israel

Internasional

Israel Akui Tak Dalangi Pembunuhan Ilmuan Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh
Pesepakbola David Beckham

Internasional

Viral, David Beckham Ucapkan Selamat Idulfitri dengan Bahasa Indonesia
Bella Hadid

Internasional

Dukung Palestina, Bella Hadid Dikritik Pemerintah Israel
apahabar.com

Internasional

WHO Wajibkan Anak 12 Tahun ke Atas Gunakan Masker Seperti Dewasa
apahabar.com

Internasional

Kepada Jokowi, Xi Jinping Ingin Indonesia-China Ciptakan Industri Model Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com