BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Covid-19 Mengganas, Angka Kematian di Brasil Lebih dari 50 Ribu Jiwa

- Apahabar.com Senin, 22 Juni 2020 - 12:27 WIB

Covid-19 Mengganas, Angka Kematian di Brasil Lebih dari 50 Ribu Jiwa

Foto udara bayangan salib di pemakaman Parque Taruma, di tengah penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di Manaus, Brasil, Senin (15/6). Foto diambil dengan drone. Foto-Reuters

apahabar.com, RIO DE JANEIRO – Pandemi Covid-19 di Brasil kian ganas. Jumlah kematian terkait virus corona baru di negara tersebut kini telah mencapai 50.000 lebih pada Minggu (21/6).

Brasil menjadi negara terparah berjangkitnya virus corona setelah Amerika Serikat. Satu pukulan bagi negeri yang dilanda lebih dari sejuta kasus, menambah ketakstabilan politik dan kelumpuhan ekonomi.

Kementerian Kesehatan Brasil mencatat total 1.085.038 kasus terkonfirmasi dan 50.617 kematian, naik dari 49.976 pada Sabtu (20/6).

Para ahli mengatakan bahwa jumlah yang sebenarnya jauh lebih tinggi karena kurangnya pengujian yang menyeluruh. Negeri terbesar Amerika Latin itu dalam banyak kasus mencatat lebih dari 1.000 kematian per hari tapi biasanya mencatat lebih sedikit pada akhir pekan.

Brasil mengonfirmasi kasus pertama virus corona pada 26 Februari dan melewati 1 juta kasus pada Jumat. Sejak kehadiran pertama di negeri itu, penyebaran cepat virus itu mengikis dukungan bagi Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro dan meningkatkan kekhawatiran ambruknya ekonomi setelah beberapa tahun pertumbuhan yang rendah.

Bolsonaro yang biasa dipanggil “Trump Tropis” dikritik secara meluas karena cara penanganannya terhadap krisis itu. Negeri itu masih belum punya menteri kesehatan karena mengundurkan diri sejak April setelah berselisih dengan presiden.

Bolsonaro menafikkan jaga jarak sosial, menyebutnya sebagai langkah menghilangkan lapangan pekerjaan lebih berbahaya daripada virus itu sendiri. Dia juga mempromosikan dua obat anti malaria, chloroquine dan hydroxychloroquine, meskipun kemanjurannya hanya sedikit.

Pada Minggu, Bolsonaro mengatakan militer melayani kehendak rakyat dan misinya adalah mempertahankan demokrasi. Pernyataannya ini mengobarkan perdebatan yang penuh kemarahan mengenai peran angkatan bersenjata di tengah kekhawatiran yang bergaung atas kerapuhan politik.

Komentar-komentarnya muncul pada hari yang sama dengan berkumpulnya pendukung dan pengecamnya di kota-kota seluruh negeri, yang menandakan secara mencolok terjadinya polarisasi di negara itu.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Internasional

MITI Malaysia Batasi 10 Persen WFO Saat PKPB
apahabar.com

Internasional

Sah! Joe Biden Akhirnya Menangi Pilpres Amerika Serikat, Intip Cuitan Perdananya
apahabar.com

Internasional

Ribuan Burung Jatuh dari Langit, Pertanda Bencana?
apahabar.com

Internasional

Kota Terpencil Ini Berpenduduk 12 Orang, Punya Klinik Swalayan

Internasional

Nama Presiden Joko Widodo Diabadikan Jadi Nama Jalan di Uni Emirat Arab
apahabar.com

Internasional

Kemenangan Pilpres AS Makin Mendekati Joe Biden, Donald Trump Sebut Ada Kecurangan

Internasional

Penampakan Mumi dalam Peti Mati Berumur 2.500 Tahun Ditemukan di Giza Mesir
apahabar.com

Internasional

Pasien Sembuh Covid-19 Rentan Alami Gangguan Kejiwaan, Simak Penjelasannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com