Direvisi 5 Kali, Anggaran Covid-19 di Banjarmasin Kembali Membengkak! Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus Catat, Banjarmasin Belum Akan Buka Sekolah Saat Ajaran Baru Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru Motif Pembunuhan di Belitung Darat, Pelaku Tak Terima Istri Dimarahi




Home Habar Religi

Minggu, 28 Juni 2020 - 09:23 WIB

Dampak Pembatasan Jemaah Haji 2020; Pendapatan Ekonomi Arab Suadi Merosot

Redaksi - Apahabar.com

ilustrasi
Sumber: net

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Arab Saudi mau tak mau harus mengeluarkan keputusan untuk membatasi jemaah haji. Keputusan tersebut tentu berdampak pada merosotnya pendapatan ekonomi untuk negeri tersebut.

Seperti diketahui, tiap jemaah haji bisa menghabiskan ribuan dolar AS untuk menunaikan ibadah sekali seumur hidup itu. Pengeluaran jemaah haji mencakup konsumsi, visa, transportasi, oleh-oleh. Jika ribuan dolar dikalikan sekitar 1,8 juta jemaah haji per tahun maka angkanya sungguh luar biasa.

“Restoran, agen wisata, maskapai, perusahaan ponsel dan negara (Saudi) mendapat dana besar selama haji,” kata aktivis muda Arab Ahmed Maher dilansir dari BBC pada Sabtu, (27/6).

Baca juga :  Netizen Usul Ulama Ini Menjadi Penerus Majelis Guru Zuhdi

Kemudian kantor berita Reuters memperkirakan pendapatan Saudi dari penyelenggaraan haji dan umrah per tahun sekitar 12 miliar dolar AS. Jumlah itu ternyata merupakan 20 persen dari PDB Saudi.

“Keputusan (pembatasan haji) itu sungguh sebuah berita besar. Ini akan mengendorkan ekonomi lokal,” ujar Simon Henderson selaku pengamat Arab Saudi dari Washington Institute for Near East Policy.

Henderson menduga dampak ekonomi karena pembatasan jemaah haji akan sangat dirasakan di Jeddah. Kota tersebut terkenal dan berkembang berkat posisinya sebagai penerima tamu sekaligus pelayan jemaah haji.

Baca juga :  Hukum Menikah Beda Agama dalam Islam

“Secara tradisi dan sejarah, kesejahteraan Jeddah bergantung pada jemaah haji. Kali ini warga di sana tak bisa bergantung pada itu lagi,” ucap Henderson.

Saudi sudah mencabut jam malam yang berlaku nasional pada 21 Juni. Itu berarti warga di sana bisa beraktivitas lagi hingga malam hari. Walau demikian, ada 150 ribu kasus Covid-19 yang terus bertambah di Saudi. Dari jumlah itu, 1.400 orang meninggal dunia.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Pasca Haul Guru Sekumpul, Begini Kabar Terbaru Pejalan Kaki dari Palangkaraya
apahabar.com

Religi

Inilah Dua Waktu Mustajab Doa di Hari Jumat
apahabar.com

Habar

Corona Mewabah, Guru Bakhiet Liburkan 4 Pengajian Rutin
apahabar.com

Habar

Cerita Kamal Saat Ramadan di Mesir, Makanan Berbuka Selalu Tersedia
apahabar.com

Habar

8 Minuman Menyegarkan Sekaligus Menyehatkan Saat Berbuka
apahabar.com

Habar

Kiai Ma’ruf Temui 3 Ulama dengan Puluhan Ribu Pengikut di Kalsel
apahabar.com

Habar

Jauh dari Batola, Wanser Ini Berharap Berkah di Banjar Bersholawat
apahabar.com

Habar

Salat Jumat Ditiadakan, Masjid di Martapura Ini Masih Menggelar ‘Diam-diam’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com