Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas Hilang Beberapa Hari, Warga Gang Jemaah Banjarmasin Ditemukan Sudah Jadi Mayat Asyik! PNS Banjarmasin Pulang Lebih Cepat Saat Ramadan

Dampak Pembatasan Jemaah Haji 2020; Pendapatan Ekonomi Arab Suadi Merosot

- Apahabar.com Minggu, 28 Juni 2020 - 09:23 WIB

Dampak Pembatasan Jemaah Haji 2020; Pendapatan Ekonomi Arab Suadi Merosot

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Arab Saudi mau tak mau harus mengeluarkan keputusan untuk membatasi jemaah haji. Keputusan tersebut tentu berdampak pada merosotnya pendapatan ekonomi untuk negeri tersebut.

Seperti diketahui, tiap jemaah haji bisa menghabiskan ribuan dolar AS untuk menunaikan ibadah sekali seumur hidup itu. Pengeluaran jemaah haji mencakup konsumsi, visa, transportasi, oleh-oleh. Jika ribuan dolar dikalikan sekitar 1,8 juta jemaah haji per tahun maka angkanya sungguh luar biasa.

“Restoran, agen wisata, maskapai, perusahaan ponsel dan negara (Saudi) mendapat dana besar selama haji,” kata aktivis muda Arab Ahmed Maher dilansir dari BBC pada Sabtu, (27/6).

Kemudian kantor berita Reuters memperkirakan pendapatan Saudi dari penyelenggaraan haji dan umrah per tahun sekitar 12 miliar dolar AS. Jumlah itu ternyata merupakan 20 persen dari PDB Saudi.

“Keputusan (pembatasan haji) itu sungguh sebuah berita besar. Ini akan mengendorkan ekonomi lokal,” ujar Simon Henderson selaku pengamat Arab Saudi dari Washington Institute for Near East Policy.

Henderson menduga dampak ekonomi karena pembatasan jemaah haji akan sangat dirasakan di Jeddah. Kota tersebut terkenal dan berkembang berkat posisinya sebagai penerima tamu sekaligus pelayan jemaah haji.

“Secara tradisi dan sejarah, kesejahteraan Jeddah bergantung pada jemaah haji. Kali ini warga di sana tak bisa bergantung pada itu lagi,” ucap Henderson.

Saudi sudah mencabut jam malam yang berlaku nasional pada 21 Juni. Itu berarti warga di sana bisa beraktivitas lagi hingga malam hari. Walau demikian, ada 150 ribu kasus Covid-19 yang terus bertambah di Saudi. Dari jumlah itu, 1.400 orang meninggal dunia.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Saudi

Habar

326 Masjid di Saudi Ditutup Usai Jemaahnya Terinfeksi Covid-19
apahabar.com

Habar

Update Haul Guru Sekumpul ke 15:Relawan Posko Induk Sibuk Pasang Rambu Penunjuk Arah
apahabar.com

Hikmah

Pekerjaan Paling Utama ‘di Mata’ Rasulullah SAW
apahabar.com

Habar

37 Masjid di Singapura Keluarkan 600 Ribu Dolar untuk Buka Puasa Warganya
apahabar.com

Hikmah

Mengetuk Pintu Baitullah dari Rumah, Cerita Haji Mabrur Tukang Sol Sepatu
apahabar.com

Habar

Jelang Haul Guru Sekumpul Tersisa 22 Penginapan Gratis, Berikut Alamat dan Nomor Kontaknya
apahabar.com

Religi

Besan Menikah, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
vaksin covid-19

Habar

MUI Fatwakan Hukum Vaksinasi Saat Puasa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com