3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Di Barito Timur, Pedagang Pasar Wajib Rapid Test

- Apahabar.com Rabu, 17 Juni 2020 - 12:45 WIB

Di Barito Timur, Pedagang Pasar Wajib Rapid Test

Petugas kesehatan melakukan tes cepat atau rapid test kepada para pedagang di Pasar Temanggung Djaya Karti di Tamiang Layang. Foto-Antara

apahabar.com, TAMIANGLAYANG – Para pedagang pasar di Barito Timur, Kalimantan Tengah, diwajibkan memiliki surat hasil pemeriksaan tes cepat atau rapid test.

“Kami sudah buat Surat Edaran dengan nomor 500/216/Disdag.III/2020 tertanggal 15 Juni 2020,” kata Bupati Barito Timur, Kalimantan Tengah, Ampera AY Mebas.

Pedagang pasar dimaksud, yakni pedagang harian maupun pedagang pekanan.

Kebijakan mewajibkan adanya hasil pemeriksaan tes cepat, sebagai salah satu upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Bagi pedagang yang merupakan warga Bartim akan dilayani tes cepatnya secara gratis sesuai dengan program Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Namun pedagang tersebut mesti berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak kecamatan dan UPT pasar lokasinya berusaha untuk meminta rujukan agar bisa mengikuti tes cepat di RSUD Tamiang Layag atau Puskesmas.

Sedangkan pedagang yang bukan penduduk Bartim, diwajibkan memiliki surat keterangan hasil tes cepat jika masih ingin berusaha atau berdagang di wilayah setempat. Surat keterangan hasil tes cepat bisa berasal dari daerah asal.

“Untuk pedagang di Bartim tetapi bukan penduduk Bartim, bisa membawa surat keterangan hasil tes cepat dari daerah asal. Mereka juga bisa mengikuti tes cepat pada RSUD Tamiang Layang atau puskesmas secara mandiri atau biaya sendiri. Jika tidak memiliki surat keterangan hasil tes cepat maka diminta untuk menutup usahanya,” ungkap Ampera.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu menegaskan upaya maksimal pencegahan dalam memutus rantai penyebaran maupun penularan Covid-19, yakni pada warga yang terpapar dan kontak eratnya.

“Selain itu pada pasar, karena pasar merupakan tempat berkumpul dan terjadinya interaksi sosial dan fisik saat jual beli. Selain itu, pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan pada rumah-rumah ibadah,” ujarnya.

Ampera juga mengimbau agar warga disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat keluar rumah, mencuci tangan, mengganti pakaian saat tiba dari luar rumah.

“Serta menjaga jarak, serta tidak berkumpul. Disiplin menerapkan protokol kesehatan adalah kunci terhindar dari Covid-19,” jelasnya. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Gubernur Kalteng Minta Bansos Tunai Sama dengan Kalbar
apahabar.com

Kalteng

Terpeleset, Koki Kapal Hilang di Sungai Kahayan Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Bupati Barut Minta Masyarakat Sukseskan Pemilu 2019
apahabar.com

Kalteng

Positif Covid-19 di Pulang Pisau Disebut Unik, Simak Penjelasan Kadinkes Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Gedung BPSDM Kalteng Tidak Lagi Rawat Pasien Covid-19
Terdakwa Karhutla Kalteng Divonis Setahun, Adilkah?

Kalteng

Terdakwa Karhutla Kalteng Divonis Setahun, Adilkah?   
apahabar.com

Kalteng

Terkuak, Penyebab ‘Raksasa Jalanan’ Gencet Pengendara Motor hingga Tewas
apahabar.com

Kalteng

Dampak Banjir di Kobar, Banyak Piton Keluar dari Sarangnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com