Jadwal Penumpang Banjarmasin Tujuan Bali Transit di Surabaya Berubah, Begini Respons Lion Air Mulai Berlaku, Syarat Wajib PCR Bikin Warga Kalsel Terbang ke Bali Berpikir Dua Kali Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan

Diatensi Presiden, Kalsel Dapat Bantuan Dua Mesin Tes PCR

- Apahabar.com     Minggu, 7 Juni 2020 - 13:05 WITA

Diatensi Presiden, Kalsel Dapat Bantuan Dua Mesin Tes PCR

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat mendampingi GTPP Covid-19 bersama dengan Menteri Kesehatan dan Menko PMK Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Banjarbaru, Sabtu (7/6). Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARBARU – Pemeritah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali akan mendapat bantuan dua unit mesin pengujian PCR (polymerase chain reaction).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 nasional, Letjen Doni Monardo memastikan hal itu saat melakukan kunjungan kerjanya di Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP), Banjarbaru, Minggu (7/6).

“Kementerian Kesehatan bersama Gugus Tugas telah menyiapkan dua unit PCR mesin untuk melengkapi laboratorium yang ada,” kata Doni Monardo pada awak media.

Dengan dua mesin PCR itu diharap bisa meningkatkan kekuatan laboratorium milik Kalsel itu yang sejauh ini juga telah memeriksa sampel dari Kalteng.

Dari hasil tinjauan itu, Doni juga meminta adanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga di laboratorium tersebut bisa bekerja maksimal.

“Di beberapa daerah, laboratorium bisa bekerja sampai 18 jam, bahkan ada yang sampai 24 jam, melibatkan tenaga-tenaga sukarelawan termasuk dari kalangan mahasiswa,” ungkap Doni.

Dengan peningkatan hasil uji itu diharapkan Pemprov Kalsel dapat menjaring lebih cepat para penderita Covid-19, sehingga dapat melakukan penangan lebih cepat.

Selain melakukan peninjauan ke BTKLPP, rombongan GTPP Covid-19 bersama dengan Menteri Kesehatan dan Menko PMK Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan melakukan dialog penanganan di komplek Perkantoran Gubernur di Banjarbaru.

Di sana mereka mendengarkan penjelasan GTPP Covid-19 Kalsel dan Kota Banjarmsin dalam penanganan virus asal Wuhan, China ini.

Sebelumnya, Kalsel sempat mendapat perhatian Presiden RI Joko Widodo.

Setelah Jokowi melihat adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kalsel kian bertambah.

Hingga, Sabtu (6/6) lalu, kasus baru Covid-19 di Kalsel 1.247 pasien yang positif.

Pada Sabtu kemarin, terdapat penambahan 34 kasus baru.

Diketahui, 34 positif tersebut terdiri dari 2 kasus dari Tanah Laut, 1 kasus dari Kotabaru, 3 kasus dari Banjar, 2 kasus dari Barito Kuala, 1 kasus dari Hulu Sungai Utara dan 25 kasus dari Banjarmasin.

Kasus tertinggi masih disumbang Banjarmasin sebanyak 654 kasus, disusul Tanah Bumbu 134 kasus, dan Banjar 121 kasus.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kisruh Jemaah Travellindo, Tetap Berangkat tapi….
apahabar.com

Kalsel

Pejuang Medis Batola Digoyang Isu Insentif Rp5 Juta
apahabar.com

Kalsel

Banjir Bandang di Balangan Rendam Puluhan Rumah Warga 

Kalsel

Pasien Covid-19 Tanbu Bertambah 9 Orang, Sembuh 6
apahabar.com

Kalsel

18 Jam di Tower Mataraman, Pemuda Bahaur Tergiur Es Nyiur Polisi
apahabar.com

Kalsel

Sopir Travel Mendadak Meninggal Saat Bawa Penumpang
apahabar.com

Kalsel

HUT RI Ke-75, PDIP Pilih Ziarahi Makam Brigjen Hasan Basry
apahabar.com

Kalsel

Rezeki Anak Kos, Warga Kalsel-Teng Sudah Bisa Klaim Token Gratis Via WA
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com