Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Dirawat di Bapelkes, 6 Pasien Covid-19 dari Batola Sembuh

- Apahabar.com Kamis, 11 Juni 2020 - 20:34 WIB

Dirawat di Bapelkes, 6 Pasien Covid-19 dari Batola Sembuh

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, melepas kepulangan 26 pasien yang dikarantina di Bapelkes dan 6 di antaranya berasal dari Batola, Kamis (11/6). Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sehari menjelang penutupan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid kedua di Barito Kuala, 6 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh, Kamis (11/6).

Semua pasien yang sembuh menjalani perawatan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

Pasien yang sembuh, termasuk di antaranya Btl-03. Pria berusia 50 tahun dari Kecamatan Wanaraya ini dinyatakan positif sejak 13 April 2020.

Seperti juga Btl-01 dan 04 yang lebih dulu sembuh, Btl-03 sempat mengikuti Ijtima Ulama Sedunia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Tidak hanya Btl-03. Warga Wanaraya lain yang terbebas dari kungkungan Covid-19 adalah Btl-15 dan Btl-23.

Btl-15 adalah pasien berusia 30 tahun yang dinyatakan positif sejak 19 April 2010, disusul Btl-23 empat hari berselang.

Kesembuhan juga dirasakan Btl-15. Pria berusia 30 tahun dari Kecamatan Barambai ini teridentifikasi positif pasca swab test yang dilakukan 19 April 2020.

Sementara Alalak mengurangi jumlah pasien positif, seiring kesembuhan Btl-10. Pria berusia 55 tahun tercatat sebagai pasien pertama dari Alalak yang dikonfirmasi positif sejak 18 April 2020.

Disusul Btl-45 yang berjenis kelamin wanita, serta seorang pria berkode Btl-48 berusia 10 tahun.

Sebelum dinyatakan positif terpapar, Btl-45 dan Btl-48 memiliki riwayat kontak dengan Btl-38 yang sampai sekarang dirawat di RS Ansari Saleh Banjarmasin.

“Alhamdulillah 6 pasien lagi dinyatakan sembuh,” papar dr Azizah Sri Widari, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Batola.

“Selanjutnya mereka melanjutkan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari untuk menjaga kesehatan,” tambahnya.

Kesembuhan 6 pasien tambahan menjadi angin segar untuk Batola. Dari 123 pasien yang terpapar dan mayoritas di antaranya tanpa gejala, 11 orang sudah berhasil disembuhkan.

Pun penyembuhan pasien positif tanpa gejala dengan karantina terbuka, tampaknya lebih efektif dibandingkan sistem isolasi terkunci seperti di rumah sakit.

Dalam isolasi terkunci, pasien diharuskan terus-menerus berada di ruangan tanpa kesempatan merasakan sinar matahari langsung maupun berolahraga di ruang terbuka.

“Idealnya pasien tanpa gejala dikarantina dengan sistem ruang terbuka,” timpal dr Faturrahman, Direktur RSUD Abdul Aziz Marabahan.

“Namun karena dikarantina di rumah sakit, mereka tak dimungkinkan dibiarkan berjemur atau berolahraga lantaran terdapat pasien lain,” tandasnya.

Editor: Aprianoor

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

PLN

Batola

Antisipasi Tersetrum, PLN Putus Sementara Listrik Kawasan Banjir Batola
Covid-19

Batola

Covid-19 Masih Mengancam di Batola, Ini Buktinya
vaksin covid-19

Batola

Vaksinasi Covid-19 di Batola Mulai Februari, Wabup Disuntik Pertama
apahabar.com

Batola

Hasil Integrasi SKD/SKB Diumumkan, 2 Formasi CPNS di Barito Kuala Tetap Kosong
Sekolah

Batola

Belajar Tatap Muka Mulai 4 Januari, Berikut Prokes Sekolah di Batola

Batola

Menjelang Pilgub Kalsel, KPU Batola Jamin Hak Suara Ratusan Warga Disabilitas
Batola

Batola

Meski Turun Sepanjang 2020 Ditemukan 3 Kasus Pidana Baru di Batola
apahabar.com

Batola

Angin Kencang Mengamuk di Alalak, Puluhan Rumah Rusak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com