3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

‘Ditalak’ Pemkab Batola, BPJS Tekankan Pepatah Sedia Payung Sebelum Hujan

- Apahabar.com Rabu, 10 Juni 2020 - 20:44 WIB

‘Ditalak’ Pemkab Batola, BPJS Tekankan Pepatah Sedia Payung Sebelum Hujan

Salah satu pojok layanan BPJS yang ditempatkan di Mal Pelayanan Publik Barito Kuala. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Di tengah keretakan hubungan dengan Pemkab Barito Kuala, BPJS Kesehatan menekankan pepatah sedia payung sebelum hujan.

Diawali kekecewaan atas penanganan kepesertaan bayi Aliqa Azzahra yang mengalami jantung bocor, Batola menalak BPJS dengan memutuskan kerjasama.

Pemutusan kerjasama itu hanya meliputi Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD. Sementara BPJS Kesehatan untuk ASN tidak diutak-atik, lantaran berkaitan dengan Undang-Undang.

Situasi ini sebenarnya disayangkan BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin. Namun demikian, mereka pun tidak berani melanggar regulasi.

“Kami sudah berdiskusi bersama Sekda Batola guna mencari solusi untuk penanganan pasien tersebut,” papar Kepala Cabang Banjarmasin BPJS Kesehatan, Tutus Novita Dewi, Rabu (10/6).

“Sekarang pun data peserta sudah dapat didaftarkan. Sedangkan keberangkatan ke rumah sakit masih didiskusikan dengan Pemkab Batola,” imbuhnya.

Solusi yang ditawarkan diantaranya mendorong pasien menjadi peserta PBI APBD, atau melalui jalur mandiri.

“Terkait solusi-solusi, sudah didiskusikan dengan Pemkab Batola. Namun tidak dengan regulasi yang merupakan produk pemerintah pusat,” tegas Tutus.

“Sementara terkait pemutusan kerja sama, segera dibahas lebih lanjut dengan Pemkab Batola,” tambahnya.

Diyakini keretakan hubungan tersebut dapat dihindari, seandainya masyarakat tidak menunggu sakit untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan.

“Pendaftaran peserta sebaiknya sebelum sakit, karena konsep BPJS Kesehatan adalah sedia payung sebelum hujan. Kami pun memberi kepastian pelayanan kesehatan untuk peserta aktif,” timpal Rabiatul, Kepala BPJS Kesehatan Batola.

“Balita Aliqa bisa masuk penjaminan BPJS Kesehatan, apabila sudah didaftarkan sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sesuai dengan ketentuan, pengaktifan kartu peserta mandiri adalah 14 hari,” tambahnya.

Tetapi seandainya calon peserta meninggal akibat sakit parah selama masa tunggu, nomor kepesertaan langsung dinonaktifkan.

Regulasi itu sendiri ditolak Pemkab Batola, mengingat kondisi Aliqa yang membutuhkan perawatan secepatnya.

Terlebih kejadian serupa pernah dua kali dihadapi, pun dengan penyakit serupa. Akhirnya tanpa BPJS, biaya operasi dan perawatan ditanggung Pemkab Batola.

Salah seorang di antaranya adalah Ahmad Husaini. Berkat bantuan itu, warga Kecamatan Lepasan ini dapat dioperasi di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta.

“Kalau menyimpang dari regulasi, kami sudah pasti diaudit. Juga tak mungkin kami memberlakukan hitung mundur, karena tanggal pendaftaran sudah diakomodir regulasi dan aplikasi,” tukas Rabiatul.

Dalam data terakhir, PBI yang didaftar Batola sebagai peserta JKN berjumlah sekitar 33 ribu orang.

“Kami menyesalkan putusan ini, karena menyangkut kesehatan masyarakat. BPJS Kesehatan tak memiliki batasan waktu, tempat maupun biaya perawatan apapun, selama sesuai regulasi dan indikasi medis,” jelas Rabiatul.

“Di sisi lain kami tak merugi akibat pemutusan ini, kendati Presiden telah mewajibkan semua lapisan masyarakat wajib didaftarkan sebagai peserta JKN,” tandasnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BPS: Orang Miskin di Kalsel Berkurang Ribuan Jiwa
apahabar.com

Kalsel

Kekecewaan Sang Ayah di Batola, Anaknya Meninggal Disangkakan PDP Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Kabid Humas: Polda Kalsel Siap Tangani Karhutla 2019
apahabar.com

Kalsel

Kembali Aktif, Pusling Dispersip Kalsel Sambangi Lapas Karang Intan
apahabar.com

Kalsel

Demo Omnibus Law di Banjarmasin, Massa Terus Mengalir ke Taman Kamboja
apahabar.com

Kalsel

Mulai Langka, Harga 1 Kg Langsat Tembus Rp20.000
apahabar.com

Kalsel

Jejak Suriansyah, Kades di Tabalong yang Terbunuh dengan Luka Tembak
apahabar.com

Kalsel

Pandemi Covid-19, Bagaimana Penyaluran Zakat Fitrah di Banjarmasin?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com