7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

Ditemukan Manuskrip Lampung, Ungkap Sejarah Dakwah Islam

- Apahabar.com Senin, 29 Juni 2020 - 06:00 WIB

Ditemukan Manuskrip Lampung, Ungkap Sejarah Dakwah Islam

Salah satu lembaran manuskrip Lampung. Foto-Istimewa/Solopos

apahabar.com, JAKARTA – Telah terungkap sejarah penyebaran agama Islam di ujung timur Pulau Sumatera. Fakta ini diketahui berdasarkan cerita di dalam manuskrip (sebuah tulisan tangan) Lampung yang diungkap Tim Peneliti Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Naskah kuno tersebut selama ini disimpan perorangan maupun lembaga adat. Peninggalan itu memang belum pernah dilakukan kajian secara mendalam.

Dalam riset yang digelar tahun lalu, tim peneliti menemukan sedikitnya 42 manuskrip Lampung. Jumlah itu tersebar di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung, Lampung Timur, Lampung Utara, Lampung Barat, dan Pesisir Barat.

Sebagian besar manuskrip Lampung mengisahkan tentang ajaran agama, khususnya Islam, adat istiadat, sejarah, dan hikayat. Manuskrip tersebut ditulis dalam kertas dari Eropa, kulit kayu hitam, dan tanduk kerbau. Aksara dan bahasa yang digunakan pun beragam mulai aksara Lampung, Arab, bahasa Melayu, Serang, Lampung, Bengkulu, serta Jawa.

Salah satu manuskrip Lampung yang berhasil diungkap yakni manuskrip Alquran yang diperkirakan ditulis antara akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18. Manuskrip ini merupakan milik Darwis bin Muhammad Yusuf bergelar Suttan Penyimbang.

Ia biasa dipanggil dengan sebutan Among Dalom, dari Buay Benyata, dan merupakan keturunan ke-18 dari Umpu Benyata yang berdomisili di Pekon Luas, Kecamatan Belalau.

“Manuskrip ini merupakan bukti dan mempertegas bahwa penyebaran agama Islam di Lampung Barat juga disebarkan oleh para ulama dari Banten,” kata Zulkarnain Yani, Tim Peneliti Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, sebagaimana dikutip Okezone dari Solopos.
Selain itu tim peneliti juga menemukan naskah Undang-Undang Adat Krui. Naskah ini memiliki nilai-nilai luhur perilaku masyarakat

Lampung yang dirangkum dalam lima falsafah hidup. Kelima nilai itu meliputi pi’il senggiri, sakai sembayan, nemui nyimah, mengah nyappur, serta bejuluk beadek.

Pi’il senggiri merupakan prinsip mengedepankan harga diri dalam berperilaku untuk menegakkan nama baik dan martabat pribadi maupun kelompoknya. Lalu, sakai sembayan adalah prinsip hidup mengedepankan gotong royong, tolong-menolong, dan saling memberi.

“Nemui nyimah adalah prinsip hidup mengedepankan kemurahan hati dan ramah tamah terhadap semua pihak yang berhubungan dengan mereka. Berikutnya, nengah nyapur adalah prinsip mengedepankan keterbukaan,” jelas Zulkarnain.

Sedangkan bejuluk beadek merupakan gelar oleh orang dalam kelompoknya sebagai panggilan. Orang yang belum menikah diberi gelar juluk (bejuluk). Setelah menikah, ia diberi gelar adek (beadek).

Nilai-nilai Islam yang terkandung di dua pasal yang dikaji adalah konsisten dengan perjanjian, bekerja sama dalam kebaikan, dan larangan bersifat tamak atau rakus. (okz)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ceramah

Soroti Tarawih Berjemaah di Tengah Pandemi Covid-19, PBNU: Satgas yang Turun Tangan
apahabar.com

Religi

Terlanjur Nazar untuk Maksiat, Apa yang Harus Dilakukan?
apahabar.com

Habar

Imam Syafi‘ie dan Imam Ats Tsauri Debat, Endingnya Tak Terduga
apahabar.com

Ceramah

Bahagiakan Guru Ngaji, Gus Mus: Berikan Kado Buat Mereka
apahabar.com

Habar

Guru Zuhdi Doakan Virus Corona Segera Lenyap
apahabar.com

Religi

Dikenal Lembut, Ternyata Abu Bakar Shiddiq Juga Pernah Marah
apahabar.com

Religi

Belajar Agama dengan Berguru
apahabar.com

Religi

Menelusi Riwayat Asiah Binti Muzahim, Istri Firáun yang Salehah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com