KH Miftachul Achyar Terpilih Jadi Ketua Umum MUI, Gantikan Ma’ruf Amin Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut

Duet Pilwali Banjarmasin, PKS Respons Surat Sakti Golkar

- Apahabar.com Minggu, 28 Juni 2020 - 18:06 WIB

Duet Pilwali Banjarmasin, PKS Respons Surat Sakti Golkar

Abdul Harris Makkie dan Yuni Abdi Nur Sulaiman sebagai pasangan bakal calon kepala daerah Kota Banjarmasin usungan Partai Golkar. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Konstelasi di Pilkada Kalimantan Selatan mulai memanas.

Teranyar, beredar kabar sejumlah nama jagoan bakal calon kepala daerah dari Partai Golkar menyusul beredarnya Surat laporan nomor -054/GOLKAR-KS/W1/2020.

Surat itu ihwal hasil pelaksanaan tahapan seleksi bakal calon kepala daerah yang menyertakan sejumlah nama partai pendukung.

Dari Banjarmasin, jika sebelumnya mencuat nama wakil ketua DPRD Banjarmasin Hj Ananda, nyatanya surat itu mendelegasikan Abdul Harris Makkie dan Yuni Abdi Nur Sulaiman sebagai pasangan bakal calon kepala daerah Kota Banjarmasin usungan ‘Beringin’.

Haris sendiri merupakan sekretaris daerah provinsi Kalimantan Selatan yang masih menjabat aktif.

Sedangkan, Yuni merupakan putra pendiri Hasnur Group, mendiang H Abdussamad Sulaiman HB atau H Leman.

Di Pilwali Banjarmasin, Golkar cukup memiliki nilai tawar dengan enam kursi di DPRD Banjarmasin.

Artinya, Golkar hanya butuh tambahan tiga kursi untuk mengusung jagoannya.

Menariknya, dalam surat, berbagai partai pengusung yang memiliki kursi di parlemen juga disebut siap memenangkan duet tersebut.

Mereka adalah Partai Amanat Nasional (PAN) 9 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5 kursi, PDI-Perjuangan 5 kursi dan Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) 1 kursi.

Jika ditambahkan dengan kursi milik Golkar, maka duet Haris Makkie dan Yuni Abdi Nur Sulaiman meraih koalisi besar dengan 26 kursi parlemen.

Digadang sebagai bagian dari koalisi, Ketua DPD PKS Banjarmasin Hendra belum mendapatkan laporan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS.

Dengan begitu, ia menilai surat laporan tersebut dikeluarkan secara sepihak oleh DPD Partai Golkar Kalsel.

Bahkan DPC Partai Golkar Banjarmasin pun terbilang terkejut dengan surat laporan itu.

“Ya bisa aja itu hanya klaim sepihak, karena kami dari PKS tidak ada lagi turun,” ujarnya.

Hendra juga bingung dengan surat laporan DPD Partai Golkar yang beredar luas pada malam kemarin.

Mestinya, lanjut Hendra, surat yang berisi hasil pelaksanaan tahapan seleksi bakal calon kepala daerah Partai Golkar di Pilkada Kalsel bersifat rahasia.

“Lempar batu sembunyi tangan karena itu harusnya rahasia kenapa sampai ke publik,” tegasnya.

Hendra mengungkapkan dari internal DPD PKS Banjarmasin sudah melewati proses yang semestinya.

Ada beberapa figur yang direkomandasinya ke DPP PKS melalui informasi tingkat provinsi.

Kebanyakan dari sosok yang direkomandasikan utamanya kader PKS sendiri.

Salah satu sosok kuat yakni sang Incumbent Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

Namun ada lagi nama Ardiansyah dan Musafa Zakir dalam usulan PKS karena dinilai sebagai kader yang loyal.

Jadi, lanjut Hendra, usulan tersebut tinggal menunggu keputusan DPP PKS untuk mengeluarkan pilihan di Pilwali Banjarmasin.

“Kita menyerahkan keputusan akhir sepenuhnya ke DPP. Nah kalau di tingkat DPP ini dinamikanya tinggi, karena ada lobi politik tingkat tinggi di sana,” ucapnya.

Menurutnya, surat yang beredar ketika diteliti lebih lanjut banyak punya celah.

Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) yang turut menggelar Pilkada tak tercantum pasangan diusulkan oleh partai pohon beringin.

“Karena mungkin tidak mau bersentuhan langsung dengan daerah Tanbu,” pungkasnya.

Dikonfirmasi ihwal surat itu, Wakil Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Pilgub dari Golkar Kalsel, Puar Junaidi memilih hemat bicara.

“Yang berkompeten menanggapi Ketua Harian,” jelas Puar dihubungi apahabar.com, Sabtu (27/6) malam.

Menurutnya, sejumlah nama itu masih harus memperoleh rekomendasi dari DPP Partai Golkar terlebih dahulu.

“Memang belum, makanya tidak berani komentar,” cetus politisi senior partai Golkar itu.

Adapun, Ketua Harian Partai Golkar Kalsel, H. Supian HK merespons singkat pertanyaan yang dilayangkan wartawan apahabar.com.

“Senin saja,” jelas Supian via seluler.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Dikunjungi Cawali Nomor 4 Hj Ananda, Pengrajin Kayu Ini Curhat Tak Ada Lapak Seni di Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Ditawari Kader Prabowo, Denny Indrayana Masih Pilih-Pilih
apahabar.com

Politik

Mukmin Titip Ini Jika Syafruddin H Maming Jadi Bupati Tanah Bumbu
apahabar.com

Politik

Analis: Jokowi Lebih Agresif Daripada Prabowo Dalam Debat
apahabar.com

Politik

Via Zoom, Denny-Difri Hadirkan Sandiaga Uno di Bincau Martapura
apahabar.com

Politik

Bukan Anak Manja, Andin Sofyanoor Bangun Masa Depan Tanpa Ayah
apahabar.com

Politik

Melihat Sosok Calon Wakil di Pilwali Banjarmasin, Simak Kata Pengamat
apahabar.com

Politik

Elemen Masyarakat Banjarbaru Kompak Tolak Aksi Anarkis di Pilkada Serentak 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com