Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Duh, Puluhan Petugas KPU Banjarmasin Reaktif Tes Covid-19

- Apahabar.com Senin, 29 Juni 2020 - 13:49 WIB

Duh, Puluhan Petugas KPU Banjarmasin Reaktif Tes Covid-19

KPU Banjarmasin merapid tes 181 orang PPS dan PPK sesuai instruksi KPU pusat. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin menggelar rapid test massal untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Tes cepat guna mendeteksi keberadaan virus menular itu difokuskan di Kantor KPU Banjarmasin selama dua hari. Yakni, Sabtu dan Minggu (27-38/6).

Pantauan apahabar.com, total yang dirapid test sebanyak 181 orang. Di antaranya 156 orang PPS dan 25 orang PPK. Hasilnya, rapid test 21 orang dinyatakan reaktif.

“Dari PPS terdapat 18 yang reaktif, sedangkan PPK 3 orang,” ujar Komisioner KPU Banjarmasin Syarifudin Akbar kepada media ini, Senin (29/6).

Dari keseluruhan, PPS yang reaktif dominan berada di dua kecamatan. Yakni, Banjarmasin Tengah dan Selatan.

Walhasil PPS yang reaktif dipastikan tak mengikuti tahapan verifikasi faktual atau verfak berkas dukungan pasangan calon wali Kota Banjarmasin jalur perorangan.

Verfak dijadwalkan dari 29 Juni hingga 12 Juli mendatang. 14 hari tersebut juga sama dengan waktu karantina yang ditetapkan Kemenkes terkait masa inkubas terpanjang Covid-19.

“PPS reaktif ini untuk sementara karantina mandiri dan menunggu jadwal pemeriksaan swab,” ucapnya.

Reaktifnya sejumlah PPS, dia usahakan tidak akan menghalangi proses verfak.

Jika dalam satu kelurahan terdapat PPS reaktif, maka sisanya mempunyai hak menunjuk seseorang membantu mereka.

Asalkan yang ditunjuk sebagai bantuan dianggap memahami wilayah kelurahan tersebut.

Verfak ini secara keseluruhan memakai metode seperti sensus penduduk. Anggota PPS diharuskan bertatap muka dengan warga.

“Bisa ditunjuk oleh PPS agar turun ke lapangan mengantikan PPS reaktif yang isolasi mandiri,” tegasnya.

Kegiatan rapid test sendiri guna menindaklanjuti surat KPU RI yang keluar 25 Juni lalu.

Isi surat tersebut mewajibkan PPK dan PPS mengikuti rapid test sebelum verfak.

Pemeriksaan rapid test ini kemungkinan bakal kembali terjadi di kemudian hari. Sebab tahapan Pilkada sampai hari pencoblosan Desember 2020 dinilai masih panjang.

“Sesuai dengan tahapan dulu, untuk tahapan selanjutnya tergantung surat sendiri dari KPU RI,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Per November 2019, 362 Wanita di Batola Pilih Menjanda
apahabar.com

Kalsel

Barabai Timur Dapat Penyuluhan Kesehatan dari BPJS
apahabar.com

Kalsel

Pemerintah Tak Punya Wewenang Urus Sumur Rusak, LSM: Krisis Kepercayaan
apahabar.com

Kalsel

Laka Lantas Meningkat Selama 2018 di Banjarbaru, Minimnya Penerangan Jadi Pemicu
apahabar.com

Kalsel

Abaikan LPPDK, Caleg Terpilih Terancam Tidak Bisa Dilantik

Kalsel

VIDEO: Viral Aksi Perkelahian Massal Depan Duta Mall
apahabar.com

Kalsel

Satpol PP dan Damkar Tanbu Songsong Pilkada 2020 
apahabar.com

Kalsel

Tuntaskan Tugas, Anggota Paskibara Balangan Teteskan Air Mata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com