ga('send', 'pageview');
Salip Pekapuran, Teluk Dalam Tertinggi Kasus Covid-19 di Banjarmasin SE Terbit, Sejumlah Sekolah di Banjarmasin Belum PLS Daring Ongkos Politik Mahal, Paman Birin-Muhidin Terancam Melawan Kotak Kosong Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker




Home Kalteng

Kamis, 4 Juni 2020 - 19:59 WIB

Eks Pacar Bidan Pembunuh Anak di Barito Utara Diperiksa

Reporter: Ahc17 - Apahabar.com

Proses pembongkaran makam bayi Nataline di Desa Bintang Ninggi II Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara. Foto-apahabar.com/Nasution

Proses pembongkaran makam bayi Nataline di Desa Bintang Ninggi II Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara. Foto-apahabar.com/Nasution

apahabar.com, MUARATEWEH – Masih ingat kasus pembunuhan bayi malang di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah?

Kemarin, polisi membongkar makam bayi korban pembunuhan ibu kandungnya sendiri yang bernama Nataline (24) itu.

Guna mengidentifikasi jasad korban, pembongkaran makam dilakukan dengan bantuan warga.

Sampel DNA bayi hasil hubungan gelap itu kemudian dikirim ke Rumah Sakit Palangka Raya.

Perlu sebulan lamanya untuk memastikan siapa kedua orang tua kandung bayi nahas itu.

Pembongkaran makam itu seakan menimbulkan tanda tanya. Apakah atas dasar permintaan pacar pelaku?

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Kristanto Situmeang membantah pertanyaan yang dilayangkan media ini.

“Untuk kepentingan penyidikan kita. Kita yang melakukan [pembongkaran makam],” jelas Kristanto.

Nataline sepertinya bakal menanggung pidana seorang diri atas pembunuhan keji itu.

Sebab, polisi tampaknya menemui jalan buntu untuk menjerat pelaku lain dalam kasus pembunuhan ini.

Terbaru, polisi telah memeriksa bekas pacar pelaku berinisial Y, seorang karyawan di salah satu perusahaan di Teweh.

Kepada polisi, Y mengaku sudah tidak ada kontak lagi dengan Nataline sejak Februari 2020.

Baca juga :  Kalteng Miliki 7 Alat Tes Swab PCR, 2 dari Presiden

Y mengaku pernah pacaran hampir setahun dengan pelaku atau sejak Januari 2019 silam.

“Sejauh ini tidak ada laporan dari Nataline terhadap Y, atas peristiwa yang dialami tersangka, sehingga Polres juga belum menemukan unsur pidana atas kematian anak yang ditemukan warga di kantongan plastik beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Selain untuk mengecek DNA bayi, Kristanto mengakui pembongkaran dilakukan untuk memakamkan jasad sesuai agama orang tuanya.

Sebelumnya, malu dan takut pada orang tua menjadi motif utama di balik perbuatan nekat Nataline.

Bidan muda itu nekat membunuh anaknya yang baru lahir dengan menyumpalkan kain pada bagian mulut.

Bidan Puskesmas Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan kini dijerat pasal 338 jo 341 KUHP. Ancaman penjara maksimal 15 tahun.

Lebih jauh, Nataline rupanya juga malu kepada lingkungan sekitarnya karena melahirkan dalam status bujang.

“Perasaan takut menjadi alasan kuat demi menutupi aib keluarga karena saat melahirkan ia tinggal sendiri dan melahirkan sendiri tanpa bantuan orang lain,” jelas Kristanto, seperti diwartakan sebelumnya.

Baca juga :  Saat Pandemi, Tugas Bawaslu Bertambah Satu

Lantas, siapa pria yang menghamili tersangka? Saat ini masih tengah didalami kepolisian.

Hanya saja, didapat keterangan anak tersebut hasil hubungan gelap dengan si pacar.

Kronologi Penangkapan

Nataline ditangkap pada Minggu (24/5) atau bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.

Penangkapan berdasar informasi warga. Sekitar pukul 23.50 kemudian, polisi menyanggongi ruangan Kelas VI SD Bintang Ninggi II.

Ruangan kelas yang dijadikan tempat tinggal pelaku itu hanya berjarak sekitar 30 meter dari kediamannya.

Nataline mengaku telah membunuh anak kandungnya sendiri dengan cara menyumpal mulut sang bayi dengan kain hingga tewas.

Setelah memastikan anaknya meninggal, ia memasukkan jasad ke sebuah kantong plastik dan dibuangnya ke belakang rumah warga bernama Karmila.

Namun rupanya takdir berkata lain, jasad tersebut ditemukan oleh Hj Rukmiati. Saat itu ia hendak memberi makan burung daranya dan mencium aroma busuk.

Setelah dicek ternyata bau busuk itu berasal dari kantong plastik yang didalamnya berisikan orok yang sudah tak bernyawa.

apahabar.com

Polisi mengambil sampel DNA korban pembunuhan untuk dikirim ke Jakarta. Foto-apahabar.com/Nasution

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

15 Kasus dengan 6 Tersangka Karhutla Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Sungai Barito Surut, Rangka Kapal Onrust Terlihat
apahabar.com

Kalteng

Update Corona di Kalteng: 5 Positif, 40 PDP dan 283 ODP
apahabar.com

Kalteng

Belasan Orang Utan di Nyaru Menteng Terserang ISPA
apahabar.com

Kalteng

Gubernur Kalteng Janji Prioritaskan Jalan Sampit-Ujung Pandaran
apahabar.com

Kalteng

Dua Bulan Tak Bayar, PDAM Muara Teweh Akan Tutup Meteran Pelanggan
Misteri 10 Karung Piton di Sampit, Penyidik Turun Tangan

Kalteng

Misteri 10 Karung Piton di Sampit, Penyidik Turun Tangan
apahabar.com

Kalteng

Tidak Semua PNS di Barut Dapat THR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com