Cuaca Kalsel Hari Ini, Hampir Seluruh Wilayah Cerah Berawan Dana BOS Gencar Disosialisasikan, Berikut Pesan Kadisdik Kapuas Pernah Cekcok, Warga LAS HST Nekat Bacok Rekan Sekampungnya Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens

Food Estate di Kalteng, Giliran Menteri Basuki Kunjungi Kapuas

- Apahabar.com Sabtu, 13 Juni 2020 - 21:54 WIB

Food Estate di Kalteng, Giliran Menteri Basuki Kunjungi Kapuas

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat. Foto-apahabar.com

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Setelah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, giliran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono datang ke Kabupaten Kapuas, Sabtu (13/6).

Kedatangan Basuki sehubungan rencana pengembangan lumbung pangan baru atau food estate di Kalimantan Tengah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Jadi, bapak Presiden Joko Widodo sudah memutuskan untuk kita mengembangkan ketahanan pangan melalui penyiapan lahan yang kita namakan food estate,” kata Basuki.

Menurut Menteri PUPR, pengembangan lahan food estate difokuskan di lahan eks pengembangan lahan gambut (PLG) namun pada lahan yang tidak bergambut.

“Kita punya lahan total 164 ribu hektare di pinggir Sungai Barito, dan Kapuas juga ada di blok D, B dan A mulai dari Palingkau, Dadahup dan sampai ke Anjir Serapat,” ujar Basuki.

Mantan Deputi OP Lahan Gambut ini mengungkapkan dari 164 ribu hektare lahan tersebut, seluas 85 ribu hektarenya merupakan lahan fungsional yang sudah digunakan masyarakat untuk berproduksi setiap tahun.

Sementara 79 ribu hektare sisanya berupa lahan semak belukar sehingga perlu dilakukan land clearing, namun tidak cetak sawah.

“Tidak cetak sawah karena sudah jadi sawahnya sehingga lebih relatif murah dari pada kita buka sawah baru. Makanya hari ini saya mau ke Dadahup untuk melihat lahan yang belum digarap,” ucap Basuki.

Dalam hal ini tugas PUPR sendiri adalah untuk melakukan rehabilitasi saluran irigasinya di mana review desain akan dilakukan dalam waktu 6 bulan tahun ini.

“Karena sudah dua puluh tahun yang lalu kita lihat saluran irigasinya sudah kecil-kecil, sehingga akan kita coba buka lagi. Mulai tahun depan kita mulai perbaikannya, maksimum dua tahun harus sudah selesai,” pungkas Basuki.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Ahc25 - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Perempuan Paruh Baya

Kalteng

4 Hari Hilang, Perempuan Paruh Baya di Kapuas Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Covid-19 Kapuas

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas : Positif Tambah 12 Orang, 1 Sembuh
Pasar Kahayan

Kalteng

Resmikan Pasar Kahayan Sebagai Pasar Tangguh, Simak Harapan Kapolda
Marabahan

Batola

Pisah Sambut, Pria Marabahan Batola Kini Pimpin Lapas Muara Teweh
Tak Kourum

Kalteng

Tak Kourum, Rapat Pembentukan Pansus Hak Angket DPRD Kapuas Ditunda
apahabar.com

Kalteng

Seorang Petani Ditemukan Tewas di Kebunnya yang Terbakar
apahabar.com

Kalteng

Sediakan Makanan untuk 32 Anggota Keluarga Terduga Teroris
Covid-19

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas, Belasan Orang Sembuh Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com