Warga Banjarmasin Terpesona Menikmati Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Duh! Anggaran Pembinaan Atlet Banjarmasin Tertunggak 6 Bulan Isu Lemahnya KPK Digaungkan, Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kalsel Kritik PSU Kalsel, Dosen Uniska Uhaib ‘Dihadiahi’ Somasi Tim BirinMu Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan

Gegara Pandemi, Penjualan Motor Diprediksi Anjlok hingga 45 Persen

- Apahabar.com Jumat, 12 Juni 2020 - 05:30 WIB

Gegara Pandemi, Penjualan Motor Diprediksi Anjlok hingga 45 Persen

Ilustrasi-Pekerja mengatur motor baru yang tiba di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan. Foto-Antara/Abriawan Abhe/foc

apahabar.com, JAKARTA – Menjadi salah satu industri yang terdapak pandemi virus corona (Covid-19), Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) merevisi target penjualan motor di Tanah Air.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) Johannes Loman, yang juga menjabat Executive Vice President PT Astra Honda Motor (AHM) memprediksi penurunan penjualan sepeda motor secara nasional, dari target semula sebanyak 6,4 juta unit menjadi 3,6-3,9 juta unit atau turun sekira 40-45 persen.

“Kalau kita lihat dari data tahun lalu itu, kita berhasil menjual sebanyak 6,4 juta unit secara nasional. Namun, pada tahun ini karena adanya wabah pandemi ini kita koreksi diangka 3,6 hingga 3,9 juta unit,” kata Johannes Loman, Kamis (11/6).

Dengan persentase itu, AHM yang tahun lalu menjual hampir 5 juta unit sepeda motor, harus rela mengoreksi target penjualannya menjadi 3 jutaan unit saja pada tahun ini.

Kendati demikian, angka itu bisa berubah setelah semuanya kembali normal sejalan dengan perekonomian yang bertumbuh.

“Yang mengakibatkan pasar turun itu banyak hal, seperti adanya PSBB, kedua itu ekonomi melambat, harga komoditi yang juga drop begitu dalam,” kata dia.

“Semoga pandemi ini juga cepat berlalu dan perekonomian dan kehidupan bisa kembali seperti sediakala,” tambah dia.

Dalam waktu yang sama, Marketing Director PT AHM Thomas Wijaya menambahkan bahwa pengetatan yang diberikan oleh pihak perusahaan pembiayaan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi.

“Konsumen Honda masih banyak yang bergantung terhadap perusahaan pembiayaan, sebanyak 65-70 persen itu konsumen kita membeli kendaraan secara kredit,” kata dia.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Rumput Laut Samarinda

Ekbis

Rumput Laut Samarinda Tembus Pasar Korea, LaNyalla Harap Budi Daya Dikembangkan
apahabar.com

Ekbis

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bawang Sudah Naik di Banjarmasin
Rupiah

Ekbis

Pasar Masih Cermati Paket Stimulus AS, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Mini Cooper Rp12.000 Milik Pengojek “Online” Ditawar Rp400 Juta-Rp500 Juta
BJB

Ekbis

Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant
apahabar.com

Ekbis

Realisasi Investasi Kalsel Masih di Bawah Kaltim, dan Kalbar!

Ekbis

Dear Warga Calon Ibu Kota, Pertashop Bakal Hadir di Penajam
apahabar.com

Ekbis

2 Tambang Batu Bara RI Masuk 10 Besar Dunia, Salah Satunya di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com