3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Geger, Seorang Warga Desa Sungai Kambat Batola Ditemukan Gantung Diri

- Apahabar.com Kamis, 11 Juni 2020 - 19:30 WIB

Geger, Seorang Warga Desa Sungai Kambat Batola Ditemukan Gantung Diri

Ilustrasi. Foto-net

apahahar.com, MARABAHAN – Situasi Desa Sungai Kambat RT 003 Kecamatan Cerbon, Kabupaten Barito Kuala (Batola) mendadak geger, setelah salah seorang warga setempat ditemukan tewas gantung diri, Kamis (11/6).

Seorang pria berinisial Dr ditemukan menggantung di ruang tengah, sekitar pukul 09.00 Wita.

Kematian pria berusia 27 tahun tersebut pertama kali diketahui sang ibu yang baru pulang dari sawah.

“Sepulangnya dari sawah, ibu korban mendapati pintu dan jendela terkunci rapat. Pun tak terdengar jawaban dari dalam rumah, setelah pintu diketuk beberapa kali,” jelas Kapolres Batola, AKBP Bagus Suseno, melalui Kapolsek Cerbon Iptu Saran.

Dengan perasaan curiga, sang ibu memanggil kakak korban yang tinggal tidak jauh dari rumah.
Menggunakan sebatang kayu, pintu pun didobrak.

Seketika pintu terbuka, ibu korban tidak lagi bisa berkata-kata menyaksikan Dr tergantung di langit-langit ruang tengah dengan tali nilon melingkari leher.

“Ibu korban langsung memegangi kaki untuk berusaha membopong korban. Sedangkan sang kakak mengambil parang guna memutus tali pengikat,” beber Saran.

Setelah merebahkan korban ke lantai, mereka memanggil warga sekitar dan tenaga kesehatan desa. Namun demikian, nyawa korban sudah tidak tertolong.

“Berdasarkan olah TKP, tak terjadi tindak kekerasan pihak lain terhadap korban. Malah pintu dan jendela terkunci dari dalam dan diikat tali,” papar Saran.

Hingga jasad korban dikebumikan, tidak diketahui motif bunuh diri pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kebun itu.

“Keluarga tidak melihat gelagat apapun dari korban sebelum kejadian tersebut, setidaknya dalam beberapa hari terakhir,” tandas Saran.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Usai Dilantik, Paman Yani Janji Hadapi Pendemo
apahabar.com

Kalsel

Dua Calon Jemaah Haji Kota Banjarmasin Gagal Berangkat
apahabar.com

Kalsel

Usai Diamankan, Puluhan Koli Tabloid Indonesia Barokah Dijaga Polisi
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Kalsel Potong Tumpeng di Hari Jadi Polwan ke-72
apahabar.com

Kalsel

Geger Penemuan Mayat di Irigasi Riam Kanan Karang Intan

Kalsel

Mengenal GenRe dan PIK Remaja, Sarana Hindari Seks Bebas Remaja Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Denda Wajib Masker, Wali Kota Banjarmasin Ralat PIKOBAR
apahabar.com

Kalsel

‘Polisi India’ di PSBB Banjarmasin, GMNI: Jangan Asal Copas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com