Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Gejolak Tagihan Listrik, PLN Kalselteng Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif

- Apahabar.com Rabu, 10 Juni 2020 - 17:54 WIB

Gejolak Tagihan Listrik, PLN Kalselteng Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) saat dengar pendapat dengan DPRD Kalsel. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Di luar pengguna 450 VA dan 900 VA bersubsidi, nyaris seluruh pelanggan kaget dengan naiknya pembayaran listrik. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) memastikan tak ada kenaikan tarif.

Lantas kenapa pembayaran meningkat tajam?

General Manager PLN UIW Kalselteng, Sudirman menjelaskan bahwa lonjakan tagihan rekening listrik yang dirasakan oleh pelanggan di bulan Juni bukan disebabkan oleh adanya kenaikan tarif listrik. Sebab tarif listrik yang ditetapkan Pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM tidak pernah mengalami kenaikan sejak 2017.

“Perlu kami sampaikan bahwa PLN bukan pihak yang memiliki kewenangan menentukan tarif listrik, melainkan Pemerintah melalui Kementerian ESDM yang setiap triwulan selalu dievaluasi. Dan mulai semenjak 2017 sampai dengan saat ini tidak ada perubahan tarif listrik,” jelas Sudirman dalam rilis resmi PLN Kalselteng, Rabu (10/6).

Sudirman mengatakan kenaikan tagihan listrik lebih disebabkan oleh adanya peningkatan penggunaan listrik pada saat adanya pandemi virus corona atau Covid-19.

Dimana pada saat itu banyak aktivitas dilakukan di rumah serta dengan bertepatan bulan puasa dimana secara statistik terjadi kecenderungan kenaikan pemakaian oleh pelanggan.

PLN juga memastikan tidak melakukan subsidi silang dalam pemberian stimulus Covid-19 kepada pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi. Untuk stimulus itu diberikan Pemerintah.

“Stimulus Covid-19 murni pemberian Pemerintah bukan PLN. Dan kami tidak bisa melakukan subsidi silang. Kami juga diawasi oleh Pemerintah, DPR, BPK, BPKP dan KPK, sehingga tidak mungkin kami melakukan subsidi silang tanpa adanya regulasi,” tambah Sudirman,” paparnya.

Seperti diketahui, kebijakan PSBB yang diberlakukan dalam rangka menekan pandemi Covid-19 menyebabkan PLN untuk sementara waktu tidak melakukan pencatatan meter, sehingga tagihan yang muncul di bulan April dan Mei menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya.

Sudirman menjelaskan akibat diberlakukannya penghitungan rata-rata pada tagihan rekening listrik pelanggan di bulan April dan Mei mengakibatkan adanya potensi selisih antara jumlah pemakaian listrik yang digunakan oleh pelanggan dengan jumlah yang ditagihkan oleh PLN. Karena perhitungan rata-rata yang digunakan PLN adalah rata-rata penggunaan listrik di bulan Desember, Januari dan Februari dimana pada bulan tersebut belum terjadi Covid-19.

“Karena dihitung rata-rata, maka pada tagihan April dan Mei tidak sepenuhnya mencerminkan penggunaan aktual pelanggan. Karena pada bulan tersebut terjadi peningkatan aktivitas di rumah yang secara langsung meningkatkan durasi pemakaian listrik,” jelasnya.

Sementara pada bulan Mei, petugas pencatat meter PLN kembali melakukan pencatatan meter secara langsung di setiap rumah pelanggan. Sehingga tagihan rekening listrik bulan Juni merupakan tagihan riil ditambah dengan selisih pemakaian bulan sebelumnya, yang dicatat menggunakan rata-rata tiga bulan sebelumnya.

“Setelah dilakukan pencatatan meter langsung, PLN mendapatkan data pasti penggunaan listrik pelanggan melalui angka meter yang terdapat di kWh meter di rumah pelanggan. Maka dari itu lonjakan tagihan listrik di Juni yang dirasakan pelanggan saat ini. Berarti jumlah tagihan di bulan April dan Mei yang telah dibayar pelanggan kurang dari jumlah yang seharusnya. Maka di Juni ini kita tagihkan yang kurang tersebut,” ungkapnya.

Merespon kenaikan tagihan yang terjadi pada pelanggan, PLN memberikan solusi melalui kebijakan skema perlindungan lonjakan untuk meringankan pembayaran pelanggan.

Jika pada bulan Juni terjadi kenaikan tagihan lebih dari 20 persen akibat penagihan bulan sebelumnya menggunakan rata-rata 3 bulan terakhir, pelanggan berhak menerima perlindungan lonjakan dengan hanya membayar tagihan bulan Juni ditambah 40 persen dari selisih tagihan bulan sebelumnya saat menggunakan rata-rata pemakaian 3 bulan. Kemudian 60 persen sisanya dibayar 3 bulan selanjutnya dengan besaran 20 persen setiap bulan.

“Skema perlindungan lonjakan tagihan listrik ini kita siapkan sebagai solusi untuk meringankan beban tagihan pelanggan. Dengan cara dicicil, kami harap pelanggan dapat terbantu mengingat saat ini masih masa transisi menghadapi new normal,” ujarnya

Sudirman menyampaikan ucapan permohonan maaf kepada seluruh Pelanggan PLN di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh Pelanggan akibat penyesuaian tagihan rekening listrik di bulan Juni ini.

Terakhir Sudirman menegaskan bahwa saat ini proses catat meter sudah kembali normal, itu artinya untuk tagihan rekening listrik bulan berikutnya sudah berdasarkan data sesuai penggunaan listrik pelanggan pada kWh Meter yang berada dirumah masing-masing pelanggan.

Sementara bagi pelanggan yang ingin menyampaikan pengaduan terkait tagihan listrik, PLN mengimbau pelanggan dapat menghubungi kantor layanan pelanggan PLN terdekat atau nomor Hotline Center di setiap wilayah dengan melihat melalui Media Sosial Instagram PLN UIW Kalselteng di alamat @pln.kalselteng.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Terganjal Aturan, Dilema Pemkot Banjarmasin Benahi Kawasan Kumuh di Bantaran Sungai
apahabar.com

Kalsel

Kabar Gembira, 65 Pasien di Tanbu Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Menelusuri Jejak Pagustian di Bambangin
apahabar.com

Kalsel

7 Kali Raih Adipura, Pemkab Banjar Arak Keliling Kota
apahabar.com

Kalsel

Mengidap TBC dan Diabetes, Polisi Sebut Mayat Perempuan di Manarap Nihil Kekerasan
apahabar.com

Kalsel

Edar Sabu, Pria Tamatan SD Bikin Resah Warga Amuntai
apahabar.com

Kalsel

Salat Jumat di Masjid Ashiratal Mustaqim Terapkan Protokol Kesehatan

Kalsel

Menolong Teman, 2 Bocah di Banjarmasin Tewas Tenggelam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com