ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Kalsel

Selasa, 2 Juni 2020 - 12:31 WIB

Good Job! BPN Batola Lampaui Target di Tengah Pandemi

Bastian Alkaf - apahabar.com

Ratusan sertipikat bidang tanah milik Pemkab Barito Kuala sudah diselesaikan BPN Batola. Foto: Istimewa

Ratusan sertipikat bidang tanah milik Pemkab Barito Kuala sudah diselesaikan BPN Batola. Foto: Istimewa

apaabar.com, MARABAHAN – Sekalipun bekerja di tengah pandemi Covid-19, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Barito Kuala mampu melampaui target sertifikasi tanah Pemkab Batola.

Tercatat 304 bidang tanah selesai disertifikasi. Padahal sesuai target dari Pemkab Batola, BPN hanya harus menyelesaikan 250 bidang dalam tahun anggaran 2020.

“Atas pencapaian tersebut, BPN Batola tercatat sebagai instansi yang terbanyak dan tercepat melakukan sertifikasi tanah pemerintah,” papar Kepala BPN Batola, Ahmad Suhaimi, Selasa (2/6).

Sejak penandatanganan nota kesepahaman dengan Bupati Batola di awal 2019, BPN telah menyelesaikan sertipikat 123 bidang tanah sepanjang 2019 yang terdiri dari Barang Milik Negara (BMN) dan Barang Milik Daerah (BMD), termasuk aset PT PLN.

Baca juga :  Gelar Kegiatan Tahunan, Polsek Tabunganen Antisipasi Karhutla di Batola

“Kami menargetkan 1.000 bidang tanah daerah yang bersertipikat hingga akhir 2020. Kemudian di akhir 2021, diharapkan tercapai target 2.000 bidang tanah,” sahut Abdul Manaf, Penjabat Sekretaris Daerah Batola.

“Ini merupakan kemajuan besar, karena beberapa tahun lalu legalisasi tanah milik Pemkab Batola berjalan lambat. Hanya 5 sertipikat yang dapat dihasilkan dalam setahun sebelum 2019,” tambahnya.

Baca juga :  Sembari Sosialisasikan Perbup Batola, Polsek Tabunganen Bagikan Sembako untuk Warga

Selain sertifikasi tanah pemerintah, BPN juga membereskan sertifikat redistribusi. Sesuai target 2020, sertifikat redistribusi tanah bekas pelepasan kawasan hutan yang dirampungkan sebanyak 1.250 bidang.

“Semua bidang tanah tersebut berada di Desa Jelapat II, Mekarsari, dan Tamban Raya. Sekarang lahan-lahan itu sudah mulai ditanami nenas oleh warga setempat,” tandas Suhaimi.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Enam Kabupaten Berpotensi Hujan, BMKG: Waspada Bahaya Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Hore! Tenaga Kerja Kalsel Bakal Terima Bansos Rp 600 Ribu per Bulan
apahabar.com

Kalsel

Menjelang Pemilu, Harga Gas Melon Hingga Rp35 Ribu
apahabar.com

Kalsel

Sempat Kabur, Pelaku Penggelapan di Barut Diringkus di Banjar
apahabar.com

Kalsel

Obok-Obok Pembatuan, Tisu hingga Pelumas Jadi Barang Bukti
apahabar.com

Kalsel

Breaking News! Penemuan Mayat Gegerkan Warga Labuan Tabu Martapura
apahabar.com

Kalsel

Nasruddin ‘Nabi’ dari Barabai Menunggu Diadili
apahabar.com

Kalsel

Sertifikasi Ratusan Guru Macet karena Kurang Dana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com