Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Harapan Pasar Ekonomi Domestik Pulih, IHSG Diperkirakan Menguat

- Apahabar.com Selasa, 23 Juni 2020 - 11:03 WIB

Harapan Pasar Ekonomi Domestik Pulih, IHSG Diperkirakan Menguat

Ilustrasi-Layar menampilkan pergerakan naik saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto-Antara/Hafidz Mubarak A/wsj.

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (23/6) diperkirakan bergerak menguat dipicu harapan pasar akan pulihnya ekonomi domestik seiring percepatan realisasi stimulus oleh pemerintah.

IHSG dibuka menguat 16,58 poin atau 0,34 persen ke posisi 4.935,41. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 1,01 poin atau 0,13 persen menjadi 762,22.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan sejumlah katalis yang dapat menjadi penopang bagi IHSG yaitu saham AS yang menguat pada perdagangan Senin (22/6) dan diperkirakan dapat menjadi dukungan bagi pasar regional Asia, serta sinyalemen positif dari indeks berjangka AS yang juga menguat.

“Katalis lainnya yaitu meredanya kekhawatiran pelaku pasar global yang sebelumnya dipanikan oleh kenaikan dalam kasus infeksi Corona di sejumlah negara. Selain itu, pemerintah Indonesia akan mempercepat realisasi stimulus,” ujar Alfiansyah di Jakarta, Selasa.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi ekonomi Indonesia tertekan pada dua bulan sebelumnya. Pelonggaran PSBB disebutnya mulai berdampak positif.

Kondisi April dan Mei yang sangat menekan itu merupakan kondisi terburuk sehingga Juni dan Juli sudah bisa dilihat adanya sedikit perbaikan dan momentumnya bisa dijaga di kuartal III dan IV.

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) fokus menjaga momentum pemulihan pada semester II-2020. Diharapkan, Indonesia bisa terhindar dari resesi.

Pemerintah juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dari minus 0,4 persen sampai 2,3 persen menjadi minus 0,4 persen sampai 1 persen. Revisi tersebut seiring dengan proyeksi terbaru lembaga-lembaga keuangan dunia.

Sementara itu Bank Dunia misalnya, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 sebesar nol persen. Sementara ADB merevisi pertumbuhan ekonomi RI dari 2 persen menjadi negatif 1 persen. IMF pada April lalu menyampaikan Indonesia tumbuh 0,5 persen dan tahun depan di atas 8 persen.

Pemerintah telah menaikkan stimulus ekonomi berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020. Total stimulus yang diberikan baik sektor kesehatan maupun Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp695 triliun.

Pelebaran defisit dilakukan karena APBN menjadi instrumen utama untuk menggerakkan ekonomi di tengah pandemi. APBN diharapkan bisa menahan dampak pandemi di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Dari eksternal, Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) telah merilis angka mengkhawatirkan yang menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 masih dalam gelombang pertama yang kuat, meskipun sebagian pakar memperingatkan akan datangnya gelombang kedua.

WHO melaporkan 183.000 kasus baru dalam 24 jam, merupakan penambahan kasus terbanyak dalam sehari di seluruh dunia. Brazil paling banyak dengan hampir 55.000 kasus baru, disusul AS dengan lebih dari 36.000, dan India dengan sekitar 15.000 kasus baru.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 185,09 poin atau 0,82 persen ke 22.622,36, Indeks Hang Seng naik 217,14 poin atau 0,89 persen menjadi 24.728,48, dan Indeks Straits Times melemah 3,22 poin atau 0,12 persen ke 2.626,47.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000
apahabar.com

Ekbis

Emas Menguat Pasca Donald Trump Tawarkan Stimulus Lawan Covid-19
apahabar.com

Ekbis

231 Fintech Lending Ilegal Diblokir, OJK: Kalsel Aman dari Fintech Ilegal
apahabar.com

Ekbis

Sempat Perkasa Tiga Hari, Kini Rupiah Jadi Paling Buruk di Asia
apahabar.com

Ekbis

Gairah di Tengah Pandemi, DM Beri Diskon Besar-besaran
apahabar.com

Ekbis

THR Cair, Ramai-Ramai Tebus Gadaian di Banjarbaru
apahabar.com

Ekbis

Penuhi Kebutuhan Industri, Kemenperin Buka Keran Impor Gula
apahabar.com

Ekbis

Lawan Covid-19, ADB Setujui Hibah 3 Juta Dolar untuk Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com