Geger! Jasad Pria Mengapung di A Yani Km 11 Kertak Hanyar Sempat Padam, Sistem Kelistrikan Kalselteng Kembali Pulih Tampil Perdana, Munthe FC Kotabaru Puas Jadi Runner-Up Belum Sejam, Polres HSS Ciduk 3 Terduga Pengedar Sabu Sebagian Kalsel Alami Pemadaman Aliran Listrik, Ternyata Ini Penyebabnya

Hari Ini, Pekapuran Raya Sumbang Pengidap Covid-19 Terbanyak Lagi

- Apahabar.com     Selasa, 16 Juni 2020 - 20:50 WITA

Hari Ini, Pekapuran Raya Sumbang Pengidap Covid-19 Terbanyak Lagi

Hari ini, Kelurahan Pekapuran Raya kembali menyumbang pasien positif Covid-19 terbanyak di Banjarmasin. Namun begitu, mayoritas warganya yang terjangkit masih menolak untuk diisolasi. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Kelurahan Pekapuran Raya kembali menyumbang kasus terkonfirmasi Covid-19 terbanyak di Banjarmasin.

Sampai hari ini, Selasa (17/6), warga yang terpapar Covid-19 di sana mencapai 66 kasus, 7 meninggal dunia, dan 1 sembuh.

Penyebaran Covid-19 di kelurahan tersebut kian menguatirkan. Jumlahnya mencakup 35 rukun tetangga.

Nah, lebih dari separuh total pengidap Covid-19 di sana memilih untuk menjalani karantina mandiri di rumah masing masing.

Padahal, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin telah menyarankan mereka untuk mengisolasi diri di rumah karantina milik pemerintah.

“Kalau di Pekapuran Raya hampir semua yang menolak 100 persen tinggal di rumah karantina yang sudah disediakan,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi.

Ia telah menjamin rumah karantina yang disediakan pemerintah daerah sangat memadai. Serta masih mampu menampung pasien.

Ada tiga lokasi rumah karantina. Pertama Gedung Karantina Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (BTIKP) di Jalan Perdagangan Kompleks Bumi Indah Lestari II, Banjarmasin Utara.

Kemudian dua tempat milik Pemprov Kalsel, misalnya Ambulung di gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan.

“Masih bisa sangat memadai sekali rumah karantina kita, apalagi asrama Haji Banjarbaru yang diusulkan untuk rumah karantina,” tuturnya.

Dari itu, lanjut Machli ketiga tempat ini bahkan masih belum melebihi kelebihan daya tampung orang tanpa gejala (OTG).

Dilaporkan merujuk data Puskesmas Pekapuran Raya, data OTG mencapai 55 kasus. Namun hanya 2 kasus yang menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19.

“Kita inginnya mereka tinggal di rumah karantina, tapi kebanyakan mereka menolak dengan alasan tanpa gejala dan mengklaim bahwa dirinya tidak sakit,” ucapnya.

Meski begitu, Machli kembali mengimbau agar warga yang terkonfirmasi Covid-19 untuk segera datang ke rumah karantina yang telah disiapkan.

“Jika tak begitu, warga ini bisa menimbulkan sumber [kluster] penularan baru yang ada di masyarakat.”

Apalagi warga yang berstatus OTG umumnya pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bank Mandiri Syariah Sumbang Sapi Kurban ke ULM
apahabar.com

Kalsel

Propam Polres HSU Gelar Razia ‘Protokol Kesehatan’ di Lingkungan Mapolres
apahabar.com

Kalsel

Jurnalis Kalsel Galang Solidaritas, Ajukan Penangguhan Diananta
apahabar.com

Kalsel

Selamat Datang Jemaah Haji Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Alumni Gowa di Banjarmasin Barat Dijemput Paksa Aparat
apahabar.com

Kalsel

Jalur Alternatif Jamaah Haul Guru Sekumpul di Tapin Berlubang, Ini Solusinya
apahabar.com

Kalsel

Mobil Flat Merah Terjaring Razia di Jalan Satu Arah
Pria paruh baya di Pasar Kasbah Banjarmasin. Foto-Istimewa

Kalsel

Keluarga Tolak Otopsi, Pria Paruh Baya di Kasbah Banjarmasin Diduga Meninggal Lantaran Sakit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com