JANGAN PANIK! Banjarbaru Resmi Terapkan PPKM Level IV 26 Juli Keren, Gerakan Aksi Peduli Warga Isoman Bermunculan di Banjarmasin Windy Cantika Sumbang Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 Kebakaran Gang Nuri, Asrama Anak Yatim Ikut Ludes Terbakar BREAKING! Api Kembali Berkobar di Gang Nuri Banjarmasin

Haru, Kisah Ibu Koma karena Covid-19 Saat Melahirkan

- Apahabar.com     Minggu, 28 Juni 2020 - 14:00 WITA

Haru, Kisah Ibu Koma karena Covid-19 Saat Melahirkan

Ilustrasi seorang bayi baru lahir dalam inkubator. Foto-net

apahabar.com, KOLOMBIA – Mengharukan, perjuangan seorang ibu bernama Diana Angola untuk hidup disaat terbaring koma karena Covid-19 dan melahirkan bayinya.

Diana melahirkan putranya, Jefferson.

Perempuan 36 tahun tersebut, seperti dilaporkan CNNIndonesia, koma karena paru-parunya tak bisa berfungsi normal akibat serangan Covid-19.

Dokter lantas melakukan operasi ceasar karena kondisi paru-paru Angola, dan Jefferson lahir prematur 14 minggu.

Sang dokter, Paula Velasquez mengakatan kasus tersebut menimbulkan banyak syok.

Velasquez merupakan seorang dokter internis di klinik Versalles, di Cali, Kolombia.

“Kami tahu bahwa ada beberapa kasus yang dilaporkan bertahan dalam konteks yang sama parahnya dengan kasus kami,” katanya kepada AFP.

Angola, yang juga memiliki seorang anak perempuan, dilarikan ke rumah sakit pada 15 Mei lalu karena demam akut.

Tiga hari kemudian dia koma dan terus begitu hingga terpaksa menjalani operasi.

Karena kehamilan Angola, ia dibaringkan agak duduk dengan kemiringan 45 derajat.

Padahal bagi penderita pneumonia, biasanya dibaringkan rata untuk membantu pernapasan.

Jefferson, meski prematur, lahir negatif Covid-19. Namun para dokter mengatakan ia kesulitan bernapas, dan mereka harus berusaha membuat bayi tersebut hidup.

“Kami harus melalui seluruh prosedur untuk pasien kritis,” kata dokter anak Edwin Olivo, salah satu dokter yang menangani kelahiran Jefferson.

Olivo mengatakan, meski Jefferson masih berada dalam inkubator, bayi tersebut mengalami pertumbuhan bobot yang cepat dan mulai bernafas dengan mudah.

“Seorang manusia yang bisa bertahan [lahir dalam usia] 24 minggu dengan berat badan yang baik, namun dengan banyak teknologi dan efek pada perkembangan neurologis juga paru-paru,” kata Velasquez terkait Jefferson.

Kini sang ibu, Diana telah pulih dari Covid-19. Ia pun amat menantikan bertemu dengan buah hatinya.

“Amat emosional mengetahui bahwa kami berjuang, dan para dokter membantu kami tetap hidup,” kata Diana dengan lemah.

Dia mengatakan tak mengetahui sebab dirinya terinfeksi Covid-19.

Keluarganya pun bersikeras bahwa Diana patuh mengikuti aturan karantina yang diberlakukan sejak 25 Maret dan mulai dilonggarkan baru-baru ini.

Di koridor rumah sakit, saudari Diana, Angela kini bisa bernafas lega.

Rumah sakit membawa banyak kenangan menyakitkan bagi mereka: dua tahun lalu ibunya dan saudarinya yang lain meninggal di ruang perawatan intensif, sedangkan Diana dirawat selama beberapa pekan.

Angela ingat ketika saudarinya berteriak: “jangan biarkan mereka memasangkan ventilasi buatan, keluarkan saya dari sini, saya tak ingin mati”, setelah para dokter mengatakan perawatan yang akan ditempuh.

Dengan situasi Amerika Latin kini menjadi episentrum baru pandemi Covid-19, ia ingin kasus saudari dan keponakannya bisa jadi pembelajaran bagi yang lain.

“Ada banyak orang yang pergi tanpa mengenakan masker, ke pesta, karena mereka tak tahu siapa yang terinfeksi, mereka tak menyadari betapa berbahayanya ini,” kata Angela.

Kolombia mencatat ada 2.600 kematian dari 80 ribu kasus Covid-19 di negara tersebut. Angka itu menjadikan Kolombia sebagai negara keenam dengan kasus kematian Covid-19 terbanyak di Amerika Latin.

Namun virus ini menyebar dengan amat cepat di negara berpenduduk 50 juta tersebut, dengan seperempat dari kematian dan kasus itu terjadi hanya pada pekan lalu.(cnni)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Kim Jong Un: Tak Akan Ada lagi Perang, Senjata Nuklir Hanya untuk Bertahan
apahabar.com

Internasional

Sinopharm Targetkan Produksi 200 Juta Dosis Vaksin Covid-19
apahabar.com

Internasional

Bom Bunuh Diri Guncang Pusat Pendidikan di Kabul Afghanistan, 24 Orang Tewas
apahabar.com

Internasional

Tingkat Infeksi Covid-19 Turun, Arab Saudi Berencana Terbitkan Visa Turis

Internasional

Vaksin Novavax 86 Persen Efektif Lawan Corona Varian Inggris
WHO

Internasional

WHO: Vaksin Dapat Kendalikan Covid-19 pada 2021
apahabar.com

Internasional

Paksa Tutup, China Ambil Alih Konsulat AS di Chengdu
apahabar.com

Internasional

Pengemudi Tabrak Gerbang Masjidil Haram Langsung Ditangkap, Diduga Tidak Normal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com