Resmi, Pekapuran Raya-Pemurus Dalam Zona Hitam Covid-19! H2 Juli, Kalsel Tambah Ratusan Kasus Baru Covid-19 Hore! Listrik Gratis Diperpanjang hingga September Tak Punya Izin, Pemkot Banjarmasin Kembalikan Rp 200 Juta ke Pengusaha Advertising Positif Corona, Belasan Karyawan RSUD Banjarmasin Terpaksa Diistirahatkan




Home Nasional

Rabu, 3 Juni 2020 - 10:52 WIB

Haul Bung Karno, Legislator Asal Kalsel Gelar Musabaqah Tartilul Qur’an Milineal

Muhammad Robby - Apahabar.com

Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno. Foto-net

Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda mengaggas Musabaqah Tartilul Qur’an untuk kalangan milenial dalam memperingati Haul Proklamator Bangsa Indonesia, Ir Soekarno.

“Dengan menggelar lomba baca ini, maka akan mengingatkan sejarah kepada pemuda bahwa Bapak Bangsa, Bung Karno merupakan seorang yang amat cinta dengan Alqur’an,” ucap Rifqinizamy Karsayuda melalui siaran pers yang diterima apahabar.com, Rabu (3/6) pagi.

Sekitar tahun 1960-an, kata Rifqi, Bung Karno berkunjung ke Soviet. Di mana sebelumnya Bung Karno enggan pergi ke sana, sebelum Presiden Uni Soviet menemukan makam Imam Al-Bukhori. Setelah ditemukan dan makam direnovasi, baru Bung Karno datang ke Soviet.

Baca juga :  Jokowi Beri Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya pada 4 Anggota Polri

Sang Proklamator itu langsung berziarah ke makam Imam Al-Bukhori di daerah Samarkand (saat ini masuk wilayah uzbekistan, red).

“Bung Besar tiba di sana malam hari dan membaca Tilawatil Qur’an hingga waktu subuh. Jika bukan seorang pecinta Alqur’an, tidak mungkin Bung Karno melakukan itu,” tegas legislator asal Dapil Kalsel I ini.

Oleh karena itu, menurut Rifqi, sungguh mulai jika peringatan haul sekaligus hari kelahiran Bung Karno ini diselenggarakan Musabaqoh Tilawatil Quran.

“Kita yakin dengan berkah membaca Alqur’an, maka akan mengalir doa terbaik kepada Bung Karno dan bangsa ini. Terlebih, bulan Juni merupakan hari kelahiran Pancasila yang menjadi falsafah bangsa Indonesia,” tegas Rifqi.

Baca juga :  Mendikbud: Pendidikan Jarak Jauh Dapat Dipermanenkan

Adapun peserta Musabaqah sendiri akan dibatasi hanya 25 orang setiap kategori, baik pria dan wanita. Usia peserta berkisar antara 16-25 tahun atau kelompok milineal.

Ia pun menyediakan hadiah puluhan juta rupiah plus sertifikat.

“Antusiasme pendaftar cukup tinggi, baru hari pertama pendaftarnya sudah lebih dari 100 pendaftar setiap kategori. Panitia akan melakukan seleksi administrasi terlebih dahulu, sebelum menentukan 25 orang yang akan ikut musabaqah secara virtual,” pungkasnya.

apahabar.com

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

Menanti Janji Pemerintah Hapus Tenaga Honorer

Nasional

Menanti Janji Pemerintah Hapus Tenaga Honorer
apahabar.com

Nasional

Resmi Jadi WNI, Syekh Ali Jaber: I Love Indonesia
apahabar.com

Nasional

TNI Mengerahkan 3 Helikopter Lakukan Pencarian Helikopter Hilang
apahabar.com

Nasional

Istri Ustaz Maulana Meninggal

Borneo

Peserta BSAF Bali Terpukau, Majalengka Iri
apahabar.com

Nasional

Optimisme Pemerintah Redam Covid-19 di Indonesia Juni Mendatang
apahabar.com

Nasional

Firdaus, Pendiri Sekolah Jurnalistik di Banten Terpilih Jadi Ketua SMSI
apahabar.com

Nasional

Caleg Tersandung Money Politics di Banjarmasin, Gerindra Pasrah!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com